5 Sumber Protein Bagi Vegetarian

Vegetarian bukan jadi masalah bahkan ketika anda aktif di gym. Berikut beberapa contoh makanan yang dapat menjadi pilihan sumber protein seorang vegetarian.

 

Kaum carnivor pasti akan bertanya pada vegetarian cara mereka untuk mendapatkan sumber proteinnya. Mungkin seperti yang sudah anda pahami sebelum – sebelumnya bahwa sumber protein terbesar adalah pada hewan. Sehingga tidak makan daging dan bicara tentang protein adalah hal yang kontradiksi kecuali anda mendapatkan itu semua dari whey protein atau suplementasi amino lainnya.

 

Protein memiliki banyak manfaat, tidak hanya untuk meningkatkan massa otot sekalipun ini yang akan kita bahas pada khususnya.

 

Banyak hal peristiwa didalam tubuh yang melibatkan peranan protein dalam prosesnya.

 

Sebenarnya perlu anda ketahui, setiap makanan hampir pasti memiliki kandungan protein. Bahkan nasi putih pun mengandung protein didalamnya namun dalam jumlah yang sangat kecil.

 

Kandungan protein pada setiap makanan dibedakan berdasar rasio per gramnya. Itulah mengapa nasi putih bukan menjadi sumber protein.

 

Dari pelajaran SD kita memahami bahwa sumber protein dipisah menjadi 2 yaitu hewani dan nabati. Hanya saja perspektif kita terbentuk bahwa sumber protein hanya 1 yaitu hewani.

 

Sebutkan kata protein pada siapapun dan mereka akan secara cepat menyebutkan daging.

 

Bagaimana dengan anda sebagai fitness enthusiast namun juga seorang vegetarian?

 

Hal ini menjadi nampak sulit mengingat protein menjadi sumber makanan utama seorang yang aktif berlatih. Bagaimana mungkin protein hewani memenuhi kebutuhan protein harian anda?

 

Namun faktanya ternyata masih banyak sumber – sumber protein lain yang memiliki cukup banyak kandungan protein didalamnya. Berikut beberapa contoh makanan yang dapat anda pilih sebagai sumber protein didalam menu diet vegetarian anda.

 

  1. Tahu

 

sumber protein bagi vegetarian
Tahu. via vegetarian.lovestoknow.com

 

Siapa tidak kenal tahu? Makanan ini menjadi salah satu “identitas” bangsa Indonesia. Tidak hanya dikenal murah, tahu juga mengandung protein yang cukup tinggi. Tiap sajiannya atau sekitar 125 gr (0.5 mangkok kecil), tahu memiliki kandungan 10 gr protein dengan hanya kalori sebesar 90 kkal.

 

Mengingat tahu sangat mudah untuk diolah menjadi beragam masakan, jelas tahu berada di peringkat pertama daftar menu diet protein vegetarian anda.

 

  1. Bayam

 

sumber protein bagi vegetarian
bayam. via eatthis.com

 

Mendengar hal ini mungkin anda berpikir bahwa Popeye adalah vegetarian. Entahlah, tapi bisa jadi demikian.

 

Bayam ternyata merupakan sayuran “super” dimana ia memiliki kandungan 5 gram protein pada setiap mangkuk kecilnya (125 gr) dan bayam yang telah direbus hanya memiliki 28 kkal per sajiannya. Sangat rendah.

 

Anda bisa mengkonsumsinya sebanyak 3-5 cup sehari dan itu setara dengan kandungan protein pada 60-100 gram daging ayam.

 

  1. Tempe

 

sumber protein bagi vegetarian
Tempe. via veganbits.com

 

Satu lagi makanan khas Indonesia yang bahkan sangat direkomendasikan oleh vegetarian di seluruh dunia yaitu Tempe.

 

1 sajian tempe sekitar 166 gram memiliki kandungan protein sebanyak 31 gram protein dan 320 kkal. Kandungan protein yang cukup besar namun sekaligus kalori yang lumayan tinggi mengingat kandungan karbohidrat per sajiannya adalah sebesar 16 gr protein.

 

Kandungan diatas adalah tempe rebus dan bukan diolah dengan cara digoreng yang justru akan membuat kandungan kalorinya berlipat – lipat.

 

  1. Sari kedelai

 

sumber protein bagi vegetarian
sari kedelai. via healthlines.com

 

Sumber protein ini sangat mudah didapat dalam keseharian. Baik itu dari penjual pasar atau dapat anda temukan di berbagai toko terdekat.

 

Kedelai sekalipun berupa kacang – kacangan namun kandungan kalorinya tergolong kecil yang hanya sekitar 130 kkal (tanpa tambahan gula) saja per sajiannya. Dengan kalori yang hanya segitu, sari kedelai memiliki 8 gr protein didalamnya. Hal ini bisa menjadi sumber protein yang mudah didapat dan mudah dikonsumsi.

 

  1. Oats

 

sumber protein bagi vegetarian
Oat. via bulkbites.com

 

Jika anda menginginkan asupan karbohidrat sekaligus sumber protein didalamnya maka oat dapat menjadi pilihan.

 

Ketika sumber karbohidrat yang lain sangat miskin kandungan protein, oat justru memiliki protein 3x lipat lebih banyak dari beras coklat dan juga dengan serat yang lebih tinggi.

 

Satu mangkok oat (230 gr) hanya mengandung 150 kkal dan terdapat 6 gr protein didalamnya dan hanya 27 gr karbohidrat. Dimana ini berarti hanya separuh dari kandungan karbohidrat pada nasi putih yang sebesar 44 gr karbohidrat per 100 gr.

 

Oat dapat menjadi pilihan karbohidrat kompleks saat sarapan.

 

Menjadi vegetarian sekaligus menggeluti dunia fitness tentu bukan hal yang sulit dengan adanya makanan diatas ini. Ini tergantung bagaimana anda mampu menghitung kebutuhan harian anda dan memenuhinya.

Supplement’s Fact : Whey Protein Hydrolyzed dan Prosesnya

Bagaimanakah komposisi whey protein hydrolyzed dan manfaatnya bagi tubuh anda

 

Protein merupakan nutrisi penting yang tidak bisa dipisahkan dari kebutuhan manusia dan olahraga. Begitu pentingnya, protein selalu menjadi pembahasan utama di berbagai forum nutrisi untuk atlet.

 

Atlet umumnya mengkonsumsi suplemen protein dalam bentuk minuman atau makanan pada saat sebelum dan sesudah sesi latihan dan bertanding. Protein merupakan makanan bagi otot para atlet yang akan mendukung kerja otot tetap maksimal. Selain itu, dengan protein yang cukup akan membuat otot lebih cepat sembuh dari kelelahan pasca latihan dan bertanding.

 

Protein juga dikonsumsi atlet untuk tujuan meningkatkan performa, daya tahan, dan massa tubuh. Apakah hanya atlet? Tentu saja tidak, atlet hanya membutuhkan protein lebih banyak saja dibanding mereka yang berolahraga secukupnya.

 

Protein tersusun atas rantai-rantai asam amino yang saling dihubungkan oleh peptida sehingga membentuk beragam struktur yang kompleks. Kita sendiri umumnya mengenal protein  dari makanan berbahan dasar daging hewan, telur, susu, dan kedelai. Tetapi protein dalam bahan makanan tidak dapat diserap dengan cepat setelah dikonsumsi.

 

Ada proses metabolisme di dalam tubuh untuk memecah protein sehingga siap dimanfaatkan oleh berbagai sel dalam tubuh. Ini jelas menjadi masalah untuk para atlet atau fitness enthusiast yang hampir setiap hari tubuhnya digunakan untuk bekerja keras selama latihan karena mereka membutuhkan asupan protein yang bisa diserap cepat oleh tubuh.

 

Sementara itu, whey protein concentrate dan isolate dirasa masih kurang untuk memenuhi kebutuhan protein yang lebih cepat dicerna untuk para atlet. Whey protein concentrate dan isolate masih tersusun atas struktur asam amino dan peptida yang kompleks. Melihat permasalahan tersebut, maka dibentuklah sebuah teknologi baru penyediaan whey dimana protein dipecah ke dalam bentuk asam amino dan peptida yang lebih sederhana melalui proses hydrolisis agar dapat lebih mudah diserap dan dimanfaatkan oleh tubuh.

 

Apa itu whey protein hydrolyzed?

Awalnya kita mengenal whey protein sebagai produk samping dari industri keju. Seiring perkembangan penelitian dan teknologi yang digunakan, kini Anda mengenal whey protein sebagai produk protein berkualitas tinggi yang kaya akan asam amino esensial dan biological value 15% lebih tinggi daripada telur. Menurut jurnal Whey Protein Hydrolysates: Current knowledge and Challenges tahun 2009, whey protein direkomendasikan untuk berbagai fungsi tubuh seperti pemacu pertumbuhan dan meningkatkan daya tahan tubuh dari berbagai perubahan cuaca dan serangan mikrobia. Tapi ternyata lebih jauh lagi whey protein ikut direkomendasikan dari dunia medis sebagai asupan nutrisi pasca sakit, membantu mempercepat penyembuhan luka, dan menjaga kesehatan pada bagian pencernaan.

 

Whey protein hydrolyzed adalah suplemen protein pengganti susu yang memiliki nilai nutrisi tinggi, mudah diserap, dan sangat minim menimbulkan energi. Pada dasarnya whey protein hydrolyzed adalah whey protein concentrate atau isolate yang telah diminimalisir kandungan laktosa, lemak, dan berbagai mineral lainnya.

 

Tetapi, whey protein ini kemudian mengalami proses hidrolisis dengan tujuan untuk menyederhanakan rantai asam amino (peptida) pada proses produksinya. Hasilnya membuat whey protein hydrolyzed tersusun atas sekumpulan peptida yang lebih sederhana daripada whey protein lainnya. Rantai asam amino yang sederhana mampu membuatnya lebih cepat untuk diserap dan dimanfaatkan oleh tubuh. Selain itu, penggunaan teknologi pengolahan yang mengikuti standar kemanan pada pengolahan produk pangan dan berbagai hasil penelitian menunjukkan bahwa protein hydrolyzed adalah salah satu pilihan tepat bahan makanan kaya protein yang aman untuk dikonsumsi.

 

Bagaimana ini diproduksi?

Sama seperti whey protein concentrate dan isolate, whey protein hydrolyzed berbahan dasar susu murni. Whey cair dipisahkan dari susu murni dan kemudian dipasteurisasi agar lebih awet sebelum diproses lebih lanjut.

 

Pada tahap berikutnya, terjadi proses pemisahan protein dari kandungan laktosa, lemak, dan mineral lainnya dari whey cair dengan tujuan untuk mendapatkan kemurnian protein yang tinggi. Pada whey protein hydrolyzed, proses ini bisa menggunakan teknologi ultrafiltrasi pada whey protein concentrate atau mikrofiltrasi dan ion exchange pada whey protein isolate. Perbedaan penggunaan teknologi filtrasi ini dilakukan berdasarkan kebutuhan tingkat kemurnian protein dalam produk whey protein hydrolyzed yang akan dihasilkan.

 

Proses hidrolisis pada whey protein umumnya dilakukan menggunakan proses hidrolisis enzimatis karena lebih mampu menjaga kandungan asam amino esensial seperti tryptophan, dibandingkan dengan proses hidrolisis kimiawi. Proses hidrolisis dimulai dengan memanaskan protein murni dalam kondisi asam atau akaline. Selanjutnya ditambahkan enzim proteolitik sehingga mampu membelah dan menghidrolisis ikatan peptida yang ada di dalam protein menjadi rantai asam amino yang lebih sederhana. Proses ini merupakan hasil adopsi dari proses hydrolisis protein yang terjadi secara alami di pencernaan tubuh kita.

 

Komposisi whey protein hydrolyzed

Whey protein hydrolyzed tersusun atas kandungan protein, lakstosa, lemak, dan air. Kandungan protein dalam whey protein hydrolyzed minimal sebesar 80% jika menggunakan teknologi proses filtrasi dari whey protein concentrate namun mampu lebih tinggi lagi jika menggunakan teknologi proses filtrasi pada whey protein isolate. Sementara itu, kandungan laktosa pada whey protein hydrolyzed dari  bahan whey protein concentrate sekitar 3-7% dengan kandungan lemaknya berkisar 5-7%. Itu artinya untuk Anda yang intoleran dengan laktosa dan ingin susu protein rendah lemak,  lebih aman untuk mengkonsumsi whey protein hydrolyzed dari whey protein isolate karena kadar laktosa dan lemaknya yang sangat rendah.

 

Pada sisi komposisi fisik, whey protein hydrolyzed yang dipasarkan telah lolos uji microbiological untuk memastikan Anda aman dalam mengkonsumsinya. Standar yang telah ditetapkan mengharuskan kedua whey protein concentrate bebas dari bakteri E. Coli, Salmonella, Listeria, dan Staphylococci. Dengan demikian kenyamanan pencernaan Anda setelah mengkonsumsinya dapat dipertanggungjawabkan. Sementara itu, warna dan rasa whey protein isolate adalah putih dan tidak berasa seperti susu murni karena proses produksi yang digunakan benar-benar mampu bekerja untuk menjaga kemurnian sifat susu sampai menjadi whey protein hydrolyzed bubuk.

 

Manfaat whey protein hydrolyzed

Menurut Chris Lockwood, Ph.D.  whey protein hydrolyzed mampu bekerja untuk membantu meningkatkan pemulihan pasca latihan dan meningkatkan fungsi kekebalan tubuh, serta meningkatkan kemampuan thermogenesis tubuh, meningkatkan metabolisme lemak, dan mengurangi rasa lapar. Jadi whey tidak hanya sebagai pembangun massa otot, namun juga sebagai pembakar lemak yang hebat.

 

Masih menurut Chris Lockwood, Ph.D., whey protein hydrolyzed disarankan dikonsumsi untuk meningkatkan kadar asam amino plasma yang lebih cepat daripada whey protein lainnya. Semakin cepat kenaikan asam amino darah, semakin besar total sintesis protein pada otot. Bahkan disertasinya mengungkapkan bahwa orang yang mengkonsumsi 30 gram hydrolyzed dua kali per hari secara signifikan meningkatkan massa otot dan mengurangi lemak tubuh tanpa secara signifikan mempengaruhi berat total tubuh.

Senada dengan Chris Lockwood, Ph.D., jurnal Protein hydrolysates in sports nutrition, mengemukakan bahwa whey protein hydrolyzed dapat digunakan sebagai suplemen untuk olah raga dan bukan sebagai pengganti makanan. Atlet dapat menggunakan produk whey ini untuk mendorong peningkatan plasma asam amino dalama darah pada saat sebelum, selama dan setelah latihan sehingga dapat memaksimalkan proses anabolisme protein pada otot dan pemulihan pasca latihan.

 

 

Maksimalkan Konsumsi Hydrolyzed

 

Seperti yang disarankan pada jurnal Breakthrough Teknology Produces Concentrated Whey Protein With Bioactive Immunoglobulins, disebutkan bahwa kebutuhan protein tiap orang untuk sehari adalah sekitar 0.8 gram setiap 1 kg berat badannya. Untuk wanita dengan berat badan 125 pon membutuhkan sekitar 45 gram protein dan pria dengan berat badan 170 pon membutuhkan 62 gram protein setiap harinya.

 

Whey protein hydrolyzed umumnya dikonsumsi dalam bentuk shake sebagai nutrisi pre- dan post-workout atau pada pagi hari. Olahan whey protein shake tidak hanya mudah untuk dibuat, tetapi juga lezat dan kaya nutrisi dengan rata-rata 25 gram protein setiap sajiannya. Sebagai pre workout, whey protein hydrolyzed akan mencukupi pasokan asam amino di dalam darah sehingga otot mendapat makanan yang cukup selama latihan. Sebagai nutrisi post-workout, whey protein hydrolyzed akan membantu pemulihan otot dengan memaksimalkan respon anabolik dan meningkatkan sintesis protein. Penelitian menunjukkan bahwa whey hydrolyzed dapat meningkatkan respon pertumbuhan selepas sesi latihan beban, mengurangi lemak tubuh dan mempercepat waktu pemulihan, serta mengurangi nyeri otot.

Kesimpulan

            Kami menggunakan atlet sebagai tolak ukur dari penggunaan whey hydrolyzed, namun tidak menutup kemungkinan digunakan bagi anda seorang fitness enthusiast yang mengharapkan kualitas terbaik dari whey protein.

Kini Anda sudah tahu bahwa setiap jenis produk whey protein memiliki teknologi pengolahan, spesifikasi produk dan kemampuan produk yang berbeda. Are you hydrolyzed type?

 

3 Waktu Terbaik Untuk Mengkonsumsi Whey Protein Shake

Inilah waktu terbaik bagi anda untuk mengkonsumsi whey protein shake

 

Saat ini banyak orang yang mulai rutin mengkonsumsi whey protein shake untuk membangun massa otot atau yang hanya bertujuan untuk kesehatan. Akan tetapi sebagian besar dari mereka belum mengetahui dengan pasti kapan saja whey protein shake baik untuk dikonsumsi. Padahal mengkonsumsi whey protein pada waktu yang kurang tepat justru membuat manfaat dari whey protein menjadi tidak maksimal. Namun tidak berarti berbeda jeda membuat tubuh tidak mendapat manfaat apapun.

 

Pada artikel kali ini, fitnestips akan membahas kapan saja waktu terbaik untuk mengkonsumsi whey protein shake. Harapannya, semoga Anda dapat mengkonsumsi whey protein shake dengan kondisi yang tepat dan mendapat manfaatnya secara maksimal. Selain itu, manfaat lain adalah dapat membantu menjaga kondisi kantong Anda untuk membeli whey protein kan?  

 

Pagi Hari

Pagi hari merupakan salah satu waktu terbaik untuk mengkonsumsi whey protein shake.

Alasannya simpel, pada saat tidur selama 7-9 jam tubuh seseorang tidak mendapatkan asupan protein maupun nutrisi apapun. Sementara otak tetap membutuhkan protein untuk bekerja saat seseorang tidur.  Untuk tetap menjaga keseimbangan protein dalam tubuh, maka diperlukan asupan sumber protein yang memiliki Biological Value tinggi dan mudah diserap oleh tubuh. Oleh karena itu, mengkonsumsi whey protein shake di pagi hari sebagai asupan nutrisi dan mengembalikan nutrisi yang hilang adalah solusi terbaik untuk memenuhi kebutuhan protein tubuh Anda.

Menurut doctoroz.com, mengkonsumsi whey protein shake di pagi hari tidak hanya memenuhi kebutuhan protein untuk tubuh dan membangun otot, tetapi juga memberikan berbagai manfaat baik untuk tubuh, yaitu :

  • Meningkatkan metabolisme sebanyak 25%
  • Menjaga keseimbangan gula darah yang berarti membuat tubuh tidak mudah lapar.
  • Asupan energi yang bermanfaat untuk beraktivitas dan membakar lebih banyak kalori

Setelah Latihan (Post Workout)

Di antara waktu-waktu terbaik, waktu setelah latihan adalah waktu terbaik untuk mengkonsumi whey protein sama halnya seperti konsumsi pada pagi hari. Pada saat selepas berlatih beban, protein dalam otot telah banyak berkurang digunakan selama melakukan latihan. Apabila otot tidak segera mendapatkan asupan protein, maka syntesis protein dalam otot tidak dapat merecovery otot pasca latihan dan hanya sedikit sekali pertumbuhan otot yang diperoleh. Ini jelas membuat latihan Anda menjadi sia-sia.

Whey protein shake sangat baik untuk dikonsumsi 30-60 menit pasca latihan. Pada rentang waktu tersebut, otot memiliki respon yang sangat baik untuk menyerap asam amino dari protein. Whey protein shake merupakan makanan terbaik untuk otot pasca latihan karena memiliki kandungan protein yang sangat tinggi dan dapat langsung diserap tubuh dengan cepat sehingga membuat anda tidak akan “kelaparan”.

 

Dikutip dari mensfitness.co.uk, sebuah publikasi penelitian dalam Journal Of The International Society Of Sports Nutrition mengemukakan bahwa seseorang yang mengkonsumsi whey protein setelah latihan akan mengalami peningkatan aliran darah menuju lengan bagian bawah dan peningkatan pengiriman berbagai nutrisi pembangun menuju otot. Selain itu, asam amino dari whey protein akan dibawa menuju otot sehingga terjadi peningkatan kekuatan dan massa otot.

 

Di Antara Jam Makan

Whey protein baik untuk dikonsumi di antara jam makan. Pada waktu ini whey protein shake bermanfaat baik sebagai tambahan protein apabila di jam makan lainnya Anda mengkonsumsi bahan makanan kaya akan karbohidrat dan rendah protein. Bagi Anda yang sedang berusaha mengendalikan berat badan, mengkonsumsi whey protein pada waktu ini bermanfaat untuk menjaga pola makan yang tepat dan memberikan rasa kenyang yang berkualitas dan tidak berlebihan.

 

Kini Anda telah mengetahui kapan saja waktu terbaik untuk mengkonsumsi whey protein shake. Rata-rata orang mengkonsumsi 2-3 sajian whey protein sehari untuk menunjang pemulihan dan membangun otot mereka. Pastikan bahwa anda benar-benar mengetahui whey protein mana dan seberapa banyak yang anda butuhkan dalam 1 harinya.

 

Referensi

Anonim. 2014. Best Time to Drink Your Protein Shake. http://relentlessgains.com/best-time-of-the-day-to-drink-protein-shake-for-muscle-gain/

Anonim. 2014. Best Time to Take Whey Protein Shake. http://blog.build-some-muscle.com/best-time-to-take-whey-protein-shake/

Lisa Lynn. 2011. Breakfast Shakes Drinkyour Self Skinny. http://www.doctoroz.com/blog/lisa-lynn/breakfast-shakes-drink-yourself-skinny

Ben Ince. 2013. Whey Protein : How To Use It To Buid Muscle. http://www.mensfitness.co.uk/nutrition/supplements/3231/whey-protein-how-use-it-build-muscle

 

Segala Yang Harus Anda Pahami Tentang BCAA

Apakah anda sangat membutuhkan BCAA? Siapa yang membutuhkan BCAA?

 

Kadang ketika melihat suplemen BCAA Anda bingung dengan fungsi penting didalamnya, apakah memang anda membutuhkannya sekali atau hanya ikut-ikutan dengan pengguna lain. Hal yang paling tidak diharapkan adalah anda sendiri tidak paham bahwa saat itu sudah benar-benar membutuhkan suplemen BCAA.

 

Masa pemulihan yang terlalu lama akan sangat mengganggu progress anda. Dimana niat masih menggebu untuk menyelesaikan 1 sesi namun tubuh sudah tidak mampu lagi menyelesaikan. Hal ini hanya perkara masa pemulihan yang terlalu lama.

 

Padahal masa pemulihan merupakan masa yang cukup krusial, pada masa ini adalah saat dimana tubuh anda naik level. Saat – saat dimana massa otot membentuk jaringan baru yang lebih muda, lebih kuat, dan lebih tebal untuk meningkatkan metabolisme tubuh. Inilah mengapa banyak kesalahan terjadi dimana banyak orang hanya berfokus pada suplemen saat mereka berlatih seperti pre-workout, creatine, atau fat burner.

 

peran bcaa bagi tubuh
Tahukah, jaringan otot adalah jaringan yang cukup menyebalkan. Ia sangat sulit didapat namun cepat hilang. Disinilah BCAA berperan. via t-nation.com

 

BCAA terdapat sebanyak 35% didalam otot.  Secara sederhana, BCAA terdiri dari 3 asam amino essensial yaitu leucine, isoleucine, dan valine. Asam amino bermanfaat baik sebagai blok pembangun protein dan pertumbuhan otot, serta memaksimalkan pemulihan.

 

Karena hal ini sangat penting maka Fitnestips memberikan ulasan tentang kinerja BCAA yang bermanfaat dalam tubuh.

 

Nutrisi penting bagi otot

 

Baca juga : Apa yang harus anda perhatikan sebelum membeli whey protein?

 

Jaringan otot dibangun dengan menggunakan protein dimana protein digunakan oleh otot untuk memberikan asupan energi, merecovery pasca latihan, dan membantu pertumbuhannya.

 

Protein memiliki asam amino esensial yang tidak dapat diproduksi sendiri oleh tubuh sehingga diperlukan asupan dengan cara mengkonsumsi makanan dan suplemen. Mengkonsumsi BCAA, Anda dapat memenuhi kebutuhan asam amino esensial untuk menjaga otot dan tubuh Anda tetap dalam kondisi optimal saat menjalankan wokout.

 

Meningkatkan performa latihan

 

Fokus adalah segalanya bagi anda yang merasa begitu berharganya meluangkan 1 jam untuk berlatih. Sehingga akan dituntut fokus dan performa yang sempurna. Dengan fokus maka 1 jam berlatih akan sangat berarti banyak dalam hari – hari anda kedepannya.

 

Fakta yang sebenarnya terjadi BCAA menjadi sumber energi yang baik untuk otot. Leucine, isoleucine, dan valine dalam BCAA dioksidasi oleh sel otot sehingga menghasilkan energi yang digunakan untuk kontraksi otot dan membantu dalam jumlah beban yang diangkat. Selain itu, BCAA  dapat meningkatkan oksidasi lemak dalam glikogen.

 

Hal ini dapat meningkatkan asupan energi yang lebih tinggi dan mengurangi rasa lelah, sehingga sangat cocok untuk seseorang yang melakukan latihan dengan intensitas tinggi.

 

Ini fakta yang tidak banyak orang ketahui, kandungan valine pada BCAA memiliki peran untuk mengurangi serotonin pada otak sehingga membantu mengurangi kelelahan pada tubuh dan otak secara alami. Kondisi ini membantu tubuh Anda tetap merasa bugar dan memiliki konsentrasi yang baik pada saat latihan. Jaga fokus anda!

 

Mendukung pertumbuhan otot

 

Jika Anda seorang bodybuilder, maka penting untuk memahami hormon anabolik dalam tubuh. Hormon anabolik memiliki peran yang penting dalam mengendalikan pertumbuhan otot. Hormon anabolik yang banyak dikenal adalah hormon testosteron, hormon  insulin, dan hormon pertumbuhan. Hormon anabolik bekerja dengan mensintesis protein dalam otot sehingga ikut menjadi penentu dalam pertumbuhan otot seseorang.

 

BCAA memiliki efek positif dalam rilis hormon anabolik, khususnya hormon testosteron. Konsumsi BCAA membantu menjaga kadar hormon testosteron sehingga tidak mengalami penurunan secara signifikan pasca latihan.

 

Baca juga : apa yang harus anda pahami tentang suplemen pembakar lemak?

 

Menurut hasil penelitian yang dikutip dari muscleandstrength.com, ketika atlet mengkonsumsi BCAA sebelum pelatihan, kadar testosteron pasca-latihan tetap meningkat selama beberapa jam.

 

Sedangkan kelompok kontrol yang tidak mengkonsumsi BCAA mengalami penurunan kadar testosteron yang signifikan setelah latihan berakhir. Ini artinya, mengkonsumsi BCAA dapat menjaga jumlah testosteron tetap tinggi setelah latihan sehingga lebih memaksimalkan pertumbuhan otot.

 

Mencegah penyusutan otot

 

BCAA tidak hanya mempengaruhi hormon anabolik tetapi juga hormon katabolik. Hormon katabolik ini harus dikendalikan jumlahnya agar hormon anabolik dapat bekerja maksimal dalam pertumbuhan otot. Apabila tidak, maka latihan beban yang Anda lakukan dapat sia-sia karena pertumbuhan otot terganggu oleh hormon katabolik ini.

 

Kabar baiknya, mengkonsumsi BCAA dapat mengendalikan jumlah hormon katabolik dalam tubuh.  BCAA dapat menekan rilis hormon kortisol yang merusak jaringan otot dan menjaga kadar testosteron tetap tinggi. Ini artinya, BCAA dapat mencegah Anda dari penyusutan otot dan menjaga pertumbuhan otot tetap pada kondisi maksimal.

Seorang atlet atau bodybuilder tidak bisa memisahkan kehidupannya dari protein. Asam amino dalam protein merupakan makanan baik untuk otot, baik untuk mendukung latihan maupun pertumbuhan otot. Oleh karena itu penting untuk memahami bagaimana kondisi tubuh Anda saat ini dan  berapa jumlah protein yang harus dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan otot dan tubuh setiap hari.

 

Ini yang Harus Anda Pahami Seputar Whey Protein Sebelum Mengkonsumsinya.

Hal – hal yang harus anda pahami sebelum membeli whey protein

 

Whey dan whey. Rata-rata itulah yang dikatakan partner gym Anda atau instruktur Anda. Ngomong-ngomong memangnya apa itu whey? Apa saja jenisnya? Kenapa tidak mengetahui dulu jenisnya sebelum memutuskan untuk menggunakannya?

 

Whey protein berasal dari produk susu sapi. Yup susu, tanpa tambahan aneh-aneh lainnya. Lebih tepatnya, whey protein adalah bentuk pengolahan yang berasal dari susu untuk diambil kandungan proteinnya dan disaring melalui proses-proses panjang. Bentuk pengolahan ini berbentuk cair, yang kemudian akan dipasteurisasi dan dikeringkan sehingga menghasilkan bentuk bubuk. Terdapat beberapa proses pengolahan, yang mungkin anda kenal ada 2 yaitu microfiltartion dan ion exchange.

 

Baca juga : Kapan waktu terbaik mengonsumsi whey protein ?

 

Microfiltration

Metode pengolahan whey protein ini memakai filter khusus yang mampu menyaring protein dengan ketat bernama micro-filter atau ultra filter. Dinamakan demikian karena lubang / pori-pori filternya sangat kecil dalam ukuran mikroskopis. Metode ini dilakukan untuk menghilangkan bahan-bahan lain selain protein. Metode yang mahal, tapi mampu menghasilkan whey protein yang sempurna. Itu mengapa whey protein memiliki harga yang cukup tinggi karena sesuai dengan value yang dimilikinya sekalipun saya dan anda pasti berharap itu bisa lebih murah dari tahun ke tahun.

 

Whey protein merupakan hasil dari berbagai pengolahan susu sapi. via nutrifoodingredients.com
Whey protein merupakan hasil dari berbagai pengolahan susu sapi. via nutrifoodingredients.com

 

Ion exchange

Apa bedanya? Sama. Sama-sama untuk mendapatkan whey protein dengan kualitas tertinggi. Metode ini dikatakan lebih murah daripada microfiltration, tapi protein yang dihasilkan akan sedikit mengalami kerusakan. Beberapa kerusakannya terjadi pada molekul immunoglobulin dan glycomacropeptides. Padahal kedua molekul ini yang bertanggung jawab untuk meningkatkan penyerapan kalsium dan meningkatkan fungsi kekebalan tubuh. Walaupun demikian, metode ini tetap menghaislkan whey protein yang baik untuk tubuh anda karena tidak merusak unsur protein itu sendiri.

 

Secara umum whey protein dibagi menjadi 3 macam tipe :

  • Concentrate (WPC)

Ini merupakan tipe whey protein yang memiliki kualitas terendah. Whey Protein Concentrate tersedia dalam berbagai tingkatan konsentrasi protein. Pada generasi pertama, konsentrasi proteinnya mencapai 34% yang, disebut sebagai WPC34. Selain protein, mereka juga mengandung laktosa sekalipun tidak setinggi saat masih dalam bentuk susu, lemak dan yang lainnya. Saat ini, konsentrasi proteinnya telah ditingkatkan mencapai 80% dengan mengurangi laktosa dan lemak.

 

Kelemahan dari jenis ini adalah kurangnya protein yang terkandung, serta masih adanya kandungan laktosa didalamnya sehingga whey protein jenis ini cukup sensitive dampaknya terhadap mereka yang memiliki intoleransi laktosa. Keunggulannya adalah harga whey protein ini tergolong cukup murah. Namun jarang pabrikan suplemen yang mau menggunakan jenis ini untuk pasaran karena ketidakmampuan tubuh manusia dalam mencerna laktosa.

 

Baca juga : Fungsi medis whey protein

 

  • Isolate (WPI)

Whey Protein Isolate mengandung 90-96% protein. Jumlah yang lebih tinggi daripada tipe WPC. Selain itu, WPI memiliki laktosa yang sangat sedikit dan hampir tidak memiliki lemak. Pembuatannya cukup rumit, karena harus mempertahankan kondisi ‘natural undenatured’ yaitu dengan memprosesnya pada suhu rendah atau dalam kondisi asam rendah. Hasilnya, whey protein ini bahkan dapat digunakan sebagai perangsang anti-kanker dan kekebalan pada imunitas tubuh.

Tentunya, tipe ini jauh lebih baik daripada konsentrat.

 

  • Hydrolyzed (WPH)

Whey protein ini adalah jenis tertinggi dari segala Whey Protein yang selama ini diciptakan. Tipe ini jauh lebih mudah diserap oleh tubuh karena mereka telah dicerna secara sistematik sebelumnya. Mengingat kualitasnya yang jauh diatas jenis lain, harganya pun lebih mahal dibandingkan dengan dua whey sebelumnya. Selain itu rasa whey jenis ini kurang begitu enak sekalipun sudah banyak pabrikan sport supplement yang menyempurnakan rasanya. Sangat disarankan untuk konsumsi whey protein tipe ini jika anda alergi dengan tipe-tipe whey protein lainnya atau sedang persiapan untuk kontes atau anda adalah atlet yang butuh persiapan khusus.

 

Baca juga : Alasan mengapa wanita tidak seharusnya takut menggunakan whey protein

 

Berikut ini, adalah tabel perbandingan antara ketiga tipe tadi.

Tipe% Protein% Laktosa% LemakDeskripsi tambahan
WPC25-894-521-9Bentuk yang paling sering ditemukan
WPI90-950,5-10,5-1Protein yang dikatakan terbaik, karena prosentasenya yang paling tinggi.
WPH80-900,5-100,5-8Rasanya pahit, tapi paling cepat diserap oleh tubuh.

 

 

Referensi:

  1. Gangurde HH, Chordiya MA, Patil PS, Baste NS. Whey protein. Scho Res J 2011;1:69-77
  2. http://www.medicalnewstoday.com/articles/263371.php
  3. http://muscle-insider.com/features/what-whey-protein-and-how-it-made
  4. http://www.bodybuilding.com/fun/willbrink3.htm

 

Judul Cover : Jenis-jenis whey protein yang harus anda tahu

Gambar cover : Foto2 whey protein keyword : optimum hydrowhey, Optimum gold standard, VP2

Tags : whey protein isolate, whey protein concentrate, whey protein murah, jual whey protein, whey protein terbaik, whey protein tinggi kualitas, whey protein terlengkap, manfaat whey protein, susu whey protein, prostar whey protein, ultimate whey protein, harga whey protein

Sumber Protein Bebas Laktosa = Whey Protein

Sumber protein berupa susu sering menjadi kendala karena laktosa yang terkandung didalamnya. Bagaimana jika whey protein menjadi sumber protein yang bebas laktosa

 

 

Whey protein sudah cukup lama disangka sebagai kategori obat – obatan. Padahal bahan dasar whey protein sendiri hanya berasal dari susu sapi yang diambil kandungan proteinnya lalu disempurnakan dengan berbagai macam teknologi agar tubuh kita mampu mencernanya dengan lebih sempurna.

 

Mendengar whey protein sebagai produk dari susu sapi murni, kami yakin sebagian besar dari Anda pasti dibayang-bayangi ketakutan akan gangguan pencernaan setelah mengkonsumsinya. Ini bukan mengada-ngada karena memang banyak orang yang pencernaannya menjadi tidak nyaman setelah beberapa saat mengkonsumsi produk olahan susu. Mereka umumnya merasakan mual, kembung, nyeri, dan bahkan diare. Tentunya akan terasa kurang nyaman, jika anda justru mendapat efek samping dari whey protein yaitu masalah pencernaan.

 

sumber protein bebas laktosa whey protein
Whey protein bahkan aman dikonsumsi bagi mereka yang sensitif terhadap laktosa via eatthis.com

 

Sebenarnya, penyebab kenapa perut Anda bisa tiba-tiba menjadi tidak nyaman setelah mengkonsumsi produk susu adalah kandungan laktosa yang ada didalamnya. Ini bukan berarti tubuh Anda alergi terhadap laktosa. Tetapi tubuh kekurangan enzim laktase untuk mencerna laktosa sehingga berakibat menimbulkan gangguan pada usus dengan gejala-gejala seperti yang sudah disebutkan di atas.

 

Lalu bagaimana dengan laktosa dalam whey protein? Apakah sebaiknya tidak usah mengkonsumsi whey protein daripada hanya dapat sakit perut? Daripada anda mendapat beberapa informasi yang justru menyesatkan diluar sana lebih baik anda memahami terlebih dahulu fakta – fakta penting dibaliknya.

 

Kenal Lebih Dekat Dengan Laktosa.

Laktosa adalah salah satu bentuk gula yang secara alami terdapat pada susu. Laktosa yang masuk ke dalam tubuh setelah dikonsumsi dapat dicerna dengan bantuan enzim laktase. Tanpa bantuan laktase yang mencukupi untuk mencerna laktosa, Anda dapat mengalami intoleransi laktosa setelah mengkonsumsi produk susu yang umumnya ditandai dengan gejala mual, kembung, nyeri, dan bahkan diare.

 

Kenapa Laktosa Dihilangkan?

Pertama, whey protein merupakan produk protein tinggi berbahan dasar susu sapi murni. Sedangkan susu sapi tidak semata-mata hanya mengandung whey. Ada banyak kandungan yang pada susu sapi, di antaranya laktosa dan lemak.

 

Susu sapi murni harus diolah untuk mendapatkan kandungan inti proteinnya. Untuk itu, whey harus dipisahkan dari laktosa dan bahan-bahan lainnya sehingga presentase kandungan proteinnya akan meningkat. Tanpa ada pemisahan laktosa ini, kandungan protein yang sebaik dan sebesar apapun tentu tidak akan mampu anda serap dengan sempurna.

 

Kedua, tidak semua orang memiliki kemampuan yang seragam untuk menghasilkan enzim laktase. Sebagian dari kita yang tidak bisa menghasilkan enzim laktase secara maksimal saat mengkonsumsi produk olahan susu justru akan mengalami gangguan pencernaan seperti yang telah disebutkan di atas. Dengan laktosa dihilangkan atau diminimalisir dari whey protein maka setiap orang dapat mengkonsumsi whey protein dengan nyaman. Tidak perlu lagi ada bayang-bayang perut Anda bakal nyeri, perih, mual atau bahkan diare.

 

Bagaimana Laktosa Dihilangkan Dari Whey Protein?

 

Pada whey protein concentrate, laktosa dihilangkan melalui proses ultrafiltrasi. Ultrafiltrasi memisahkan kandungan whey cari dari laktosa melalui membran berukuran pori-pori sangat kecil antara 0.05 µ m hingga 1 nm yang bahkan lebih kecil dari ukuran bakteri dan virus. Whey cair akan dilewatkan suatu membran, kemudian kandungan laktosa akan lolos melewati membran dan whey akan tetap tertahan karena ukuran dan bentuknya yang lebih besar dari pori-pori membran. Whey yang tertahan pada membran ini sudah terpisah dari latosa dan siap untuk diproses lebih lanjut sampai menjadi whey protein concentrate.

 

Sedangkan whey protein isolate dan whey protein hidrolyzed menggunakan teknologi microfiltrasi untuk memisahkan whey cair dari laktosa dan lemak. Seperti pada whey protein concentrate, tahap pemisahan whey cair dengan laktosa dilakukan setelah diperoleh whey cair yang sudah dipasteurisasi. Kelebihannya, microfiltrasi mampu menyaring dengan membran ukuran 0.025 µ m yang artinya 2 kali lebih kecil dari membran ultrafiltrasi pada whey protein concentrate. Jadi wajar apabila whey protein isolate memiliki kandungan protein yang mencapai lebih dari 90%.

 

Whey protein sudah terbukti sebagai salah satu produk protein bubuk berkualitas tinggi yang kaya manfaat jika dikonsumsi. Teknologi tinggi pada proses produksinya mampu menghasilkan kandungan protein tinggi dan meminimalisir kandungan laktosa dan lemak. Anda dapat mengkonsumsi whey protein sekarang juga dan mendapatkan kualitas terbaik dari sumber protein.