Alasan Mengapa Wanita Sebaiknya Tidak Takut Berlatih Beban

Berlatih beban dianggap tabu bagi wanita, namun tidak demikian jika wanita paham bagaimana manfaaat yang dapat mereka dapatkan dari latihan beban

Ada 2 syarat yang harus wanita lakukan jika ingin turun berat badan secara drastis.

  1. Makan sesedikit mungkin
  2. Jalani ribuan jam dan puluhan ribu kilometer kardio

Ya betul, ini 2 syarat mutlak yang mungkin dianjurkan sekian puluh tahun yang lalu dan bukan dengan anjuran medis tentunya. Berapa dari anda yang sudah menjalani 2 poin diatas dan tidak mendapat hasil apapun? Berapa dari anda juga yang sudah terjebak oleh janji obat – obatan tapi tidak ada hasil apapun? Banyak juga tips diet sudah anda terapkan dan jalankan selama ini.

Dewasa ini dengan sudah terdapatnya penemuan – penemuan tentang berbagai macam pola makan diet di dunia maka kebiasaan dan pola diet pun berbeda. Goal tubuh seorang wanita pun saat ini tidak hanya untuk menjadi kurus saja tapi bagaimana menjadi “fit n strong”. 

Banyak anjuran dan banyak penelitian yang juga mendukung alasan – alasan mengapa seorang wanita harus mulai berlatih beban termasuk salah satunya pencegahan osteoporosis.

Tapi entah kenapa sampai detik ini masih banyak sekali wanita yang masih takut untuk mulai berlatih beban. Mereka masih berpikir bahwa berlatih beban akan mengubah tubuh selayaknya Ade Rai. Latihan serutin apapun dan dengan hanya dumbell pink tidak akan merubah tubuh anda menjadi seorang Ade Rai. Tidak juga dengan beban yang sangat berat sekalipun. Hey, anda wanita. Porsi tubuh anda sebagai wanita sudah diberi takarannya sendiri.

Berikut kami berikan 7 alasan mengapa anda sebaiknya atau bahkan harus mulai berlatih beban sekarang juga. Kami akan sangat putus asa jika selepas membaca artikel ini anda tidak tergerak untuk mulai berlatih beban.

1.Membakar Kalori Lebih Banyak

Kebiasaan anda berlatih beban dapat meningkatkan jumlah kalori yang anda bakar bahkan sambil duduk di kursi malas. Tahu mengapa? Hal ini dikarenakan selepas anda berlatih beban (strength workout), otot anda membutuhkan energi untuk memperbaiki serat otot. Latihan beban mengakibatkan kerusakan jaringan otot yang lebih besar dari sekadar latihan aerobik.

Pada faktanya, peneliti menemukan bahwa ketika seseorang rutin menjalani fitnes maka metabolisme mereka akan meningkat selama 39 jam kedepan. Mereka juga mampu membakar kalori lebih banyak dari jaringan lemak dibandingkan dengan mereka yang tidak melakukan aktifitas latihan beban.

Mengapa saat menjalankan diet fat loss, latihan beban dianjurkan juga tetap menjalankan aktifitas cardio?

Metabolisme tubuh dipengaruhi oleh banyaknya jaringan otot. Sedangkan saat berlatih beban, jaringan otot seseorang dirusak dan diganti dengan yang lebih baru. Ia bertambah besar, muda, dan jauh lebih padat. Bayangkan ada orang A dengan massa otot 30 kg serta orang B dengan massa otot 35 kg, keduanya sama – sama berlari selama 30 menit dengan kecepatan sama. Maka siapa yang membakar kalori lebih banyak?

2. Menangani stress dengan lebih baik

Setiap orang memiliki sumber stresnya sendiri – sendiri. Sumber stres bisa berasal dari lingkungan kerja, jalanan yang macet, pekerjaan yang tidak berjalan sesuai harapan, dsb. Jadi ketika anda berpikir stres yang anda miliki adalah sangat berat, percayalah ada orang di belahan dunia sana yang punya stres jauh melebihi anda.

Tahukah anda bahwa sebuah profesi yang memiliki kerentanan stres sangat tinggi seperti pemimpin perusahaan besar di dunia memiliki kebiasaan berolahraga yang tidak bisa mereka tinggalkan. Bahkan presiden Obama pun rutin jogging sebanyak 30-60 menit setiap paginya dan bermain basket minimal seminggu sekali. Kenapa?

Hal ini dikarenakan mereka yang memiliki tingkat kesehatan lebih baik mampu menekan hormon stres lebih baik dibanding mereka yang jarang berolahraga.

Penelitian lain menyebutkan bahwa suatu kondisi penuh tekanan, tekanan darah mereka yang memiliki jaringan otot lebih banyak akan kembali normal lebih cepat dari mereka yang tidak.

Jangan sepelekan pengaturan stres yang baik. Anda bisa saja sudah memiliki pola diet yang baik serta latihan rutin, namun dengan adanya stres bisa jadi program anda tidak berjalan dengan baik.

Penting untuk anda baca : Bagaimana stres mampu menghancurkan pola diet anda

.

3. Membakar 40% lemak lebih banyak

Sebuah penelitian di Penn State pernah mengungkap mengenai tentang peranan strength workout terhadap pembakaran lemak.

Dalam penelitian ini subjek dipisah jadi 3 grup yaitu pertama mereka  yang tidak berolahraga, kedua hanya latihan aerobik seperti jogging, ketiga mengkombinasikan latihan beban dengan aerobik. Pada akhir penelitian ditemukan bahwa mereka sama – sama menurunkan berat badan sebanyak 10 kg. Namun grup yang mengkombinasikan latihan beban dan aerobik menurunkan 3 kilogram lemak lebih banyak dari mereka yang tidak. Mengapa? Hal ini dikarenakan lifters kehilangan lemak lebih banyak sedangkan mereka yang tidak kehilangan otot dan lemak.

Penurunan kadar lemak lebih banyak tidak hanya mempengaruhi angka pada timbangan namun pada volume tubuh. Hal ini dikarenakan jaringan lemak memiliki volume yang lebih besar dari jaringan otot.

 

4. Tidak hanya berat badan namun ukuran celana

Mana yang anda inginkan, turun berat badan namun tubuh tetap bergelambir. Atau turun berat badan dan tubuh anda jauh lebih padat?

Saya pilih yang kedua. Karena banyaknya berat badan yang turun tidak begitu penting jika anda tidak “in shape” bukan?

Penelitian menunjukkan bahwa seiring bertambahnya usia, 10% dari total otot yang anda miliki akan menghilang dan digantikan dengan massa lemak. Sekalipun lemak yang menggantikan juga sama – sama 10% namun volume yang dibutuhkan jaringan lemak untuk berada di tubuh anda akan sangat berbeda. Hal ini dikarenakan setengah kilo lemak membutuhkan tempat 18% lebih banyak dari setengah kilo otot.

 

5. Menyempurnakan Diet

Olahraga rutin membantu otak anda untuk tetap fokus pada pola diet anda karena konsisten adalah kunci penting keberhasilan. Pada penelitian yang dilakukan University of Pittsburgh, orang dewasa yang sama sekali tidak mengikuti olahraga minimal sebanyak 3 jam setiap minggu, makan 1500 kalori lebih banyak dalam sehari.

 

6. Membangun tulang lebih kuat

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa resistance training yang dijalankan selama 16 minggu mampu meningkatkan kepadatan tulang pinggul dan meningkatkan kadar darah dari osteocalcin, sebuah marker dari pertumbuhan tulang sebanyak 19%.

 

7. Anda jauh lebih produktif

Resistance training salah satunya berlatih beban mampu meningkatkan produktifitas anda dalam bekerja sebanyak 15%. Sehingga pada jam kerja, anda dapat menyelesaikan pekerjaan yang normalnya diselesaikan 10-12 jam hanya dengan 8 jam saja. Atau anda dapat bekerja lebih lama namun tanpa merasa stress secara berlebihan selepas bekerja.

 

Banyak hal yang dapat anda temukan ketika berlatih beban. Baik ini pria maupun wanita, namun pada bahasan ini memang kami lebih berfokus pada wanita dikarenakan masih jarangnya minat latihan ini di kalangan wanita. Menyadari berbagai macam manfaat yang dapat anda raih untuk jangka panjang tentu latihan beban dapat menjadi porsi varian olahraga baru anda untuk mendapat tubuh ideal.