Hal Yang Dapat Anda Pelajari Dari Film Never Back Down

Fitness dan steroid. Hal ini dapat anda pelajari dari Film Never Back Down

Pembelajaran sebenarnya tidak hanya terjadi pada kejadian sehari – hari. Tapi juga bisa berasal dari sebuah film.

.

Bodybuilding, fitness, angkat berat, maupun gulat dan olahraga pertahanan diri lainnya sangat identik dengan steroid.

.

Ya, tidak dipungkiri steroid menjadi seperti sebuah keharusan ketika Anda berada di dunia ini. Steroid seakan menjadi sebuah kunci emas jaminan keberhasilan Anda yang menunjang performa terbaik. Anda mungkin sering mendengar berbagai macam jenis steroid seperti Anavar, Tren, Clenbuterol, dan lain sebagainya.

 

Mungkin tidak hanya mendengar, Anda mungkin pernah ditawari seseorang atau justru sekarang sedang menggunakannya. Bukan jadi persoalan apakah Anda menggunakannya atau tidak yang ingin kita bahas disini. Namun film “Never Back Down, No Surrender” disini ingin mengajarkan kita suatu hal yang jauh lebih penting.

 

Kami memilih film ini karena memang kebiasaan aktor sangat dekat dengan kehidupan para fitness mania yang dekat dengan pola latihan, diet seimbang, whey protein, kardio, hingga steroid.

Lihat trailernya disini :

 

 

Film yang memerankan Case Walker (Michael Jai White) seorang mantan  atlet MMA ini mengajarkan kita banyak hal. Sebagai personal, ada satu hal penting yang dapat kita pelajari darinya yaitu : FOKUS.

 

Dimana dari fokus ini akan melahirkan DISIPLIN dan KONSISTENSI. Sebagai contoh, sebagai seorang mantan atlet MMA ia masih aktif berlatih di gym serta kardio, mengatur pola makan, hingga tidak tidur larut malam. Ini ia lakukan setiap harinya dan hal inilah yang menghasilkan seorang juara.

 

Baca juga : Memulai program fitness dengan motivasi baru

 

Di film ini sebenarnya diceritakan bahwa pada awalnya Walker hanya berperan sebagai seorang partner latihan dari Brody James (diperankan Josh Barnett) dimana ia adalah seorang atlet MMA yang cukup dikenal dan glamor. Hal ini dikarenakan Brody dan Walker pada awalnya adalah sahabat karib yang pernah berada dalam satu ring.

 

Walker diminta untuk membantu Brody dalam mempersiapkan laga akbarnya melawan Caesar Braga (diperankan Nathan Jones) di Thailand.

 

Berkebalikan dengan Walker, Brody adalah seorang atlet yang sangat arogan, tidak disiplin, terlalu optimis, dan sangat tidak konsisten. Gaya hidupnya pun sangat berbeda dimana Brody sangat identik dengan kehidupan malam dan alkohol. Sama sekali bukan gaya hidup seorang atlet profesional.

Screenshot_3

 

Dengan kebiasaannya yang seperti ini pun sang promotor yaitu Hugo Vega (diperankan Esai Morales) merasa ia harus “dipersiapkan” secara khusus. Dimana persiapan ini berupa terapi hormon yang disebutkan bahwa Brody akan mendapat terapi seperti Testosterone Cypionate, Winstrol, dsb.

 

Sehingga demikianlah berlangsung bahwa Brody seakan – akan menggunakan terapi hormon anabolik tersebut.

 

Sampai suatu saat Brody cedera dan tidak bisa melanjutkan pertandingan. Ia pun berpikir bahwa tidak melanjutkan pertandingan merupakan sebuah keuntungan karena sekalipun dapat melanjutkan tentu ia tidak mampu melewati tes doping karena sudah menggunakan steroid dari awal camp. Inilah yang membuat ia menjadi sangat cepat mengalami pemulihan selepas berlatih dan menjadi lebih kuat dari hari ke hari.

 

Faktanya,

Ternyata jauh – jauh hari sebelumnya Walker membongkar loker Brody dan menukar semua steroid yang ia gunakan menjadi aspirin untuk bayi dan larutan garam sederhana tanpa diketahui.

 

Sehingga selama ini Brody tidak menyadari bahwa apa yang ia gunakan selama ini hanya bersifat sebagai plasebo.

 

hal yang dapat kita pelajari dari film

 

Uniknya , tubuhnya merasakan hal yang sama seperti pada saat ia dulu pernah menggunakan steroid. Bahkan pelatihnya pun merasa heran mengapa dengan plasebo tadi ia bisa menjadi semakin kuat hari demi hari.

 

Apa yang dapat kita pelajari dari film ini?

 

Fitness bukan hanya sekadar pola latihan dan diet yang seimbang namun ini juga mengenai kekuatan pikiran. Dimana ketika kita merasa mampu maka kita akan benar – benar mampu meraihnya.

 

Sehingga jika suatu saat Anda goyah untuk menggunakan steroid tanyakan sudah sejauh mana Anda berjalan dan berusaha.

 

Namun sekali lagi ini bukan perihal baik atau buruk pemakaian steroid, bagaimanapun hal seperti itu hanya anda yang berhak menentukan baik – buruk atau perlu dan tidaknya.