Dapatkan Tubuh Idaman Dengan Membunuh “Craving”

Camilan memang enak, namun sangat berdampak buruk jika pemilihannya tidak tepat dalam program diet anda.

               

Craving…..

Setiap orang bisa untuk memulai makan sehat, namun sulit sekali menahan keinginan untuk tidak ngemil. 

 

Setiap orang mencintai gula. Sederatan produk berpemanis rendah nutrisi tersebut mudah sekali untuk dijumpai di kehidupan sehari-hari. Dari penampilannya saja, berbagai produk makanan dan minuman berpemanis tersebut sudah sangat menggoda.

 

Makanan dan minuman berpemanis memang diperlukan oleh tubuh karena dapat menstimulasi kinerja otak, dan menciptakan perasaan yang menyenangkan. Tapi tahukah Anda bahwa di balik menuruti kesenangan mengkonsumsi produk-produk tersebut justru bisa menimbulkan suatu kecanduan atau yang biasa disebut dengan “craving”.

 

               Kita tidak bisa memandang sebelah mata sugar craving. Jika konsumsi gula berlebihan maka tubuh akan menyimpannya sebagai cadangan lemak. Bisa Anda bayangkan sendiri bagaimana timbunan lemak  pada tubuh Anda jika setiap hari mengkonsumsi karbohidrat dalam bentuk nasi, mie, atau pasta, lalu mengkonsumsi teh manis, sirup, minuman soda, donat manis, cake, biscuit, dan lain-lain.

 

Apalagi kebiasaan orang Indonesia yang menganggap jika makan belum ada nasi berarti belum makan. Padahal WHO mengemukakan bahwa seseorang hanya diperbolehkan maksimal mengkonsumsi gula sebanyak 9% dari kebutuhan kalori  harian, yaitu sekitar 2200 kalori. Jika satu sendok teh gula terkandung 4 gram gula, maka hanya 12 sendok teh gula yang diperbolehkan untuk dikonsumsi.

 

Makan secara teratur dengan protein tinggi
Belum makan kalau belum makan nasi. Padahal sebelumnya sudah ngemil roti, mie instant.

 

               Masalah kelebihan konsumsi gula tidak berhenti hanya pada peningkatan timbunan lemak. Anda harus bersiap dengan resiko obesitas akibat peningkatan lemak dari hasil kelebihan kalori yang ditimbun setiap hari.

 

Obesitas ini masih akan berlanjut dengan munculnya tekanan darah tinggi akibat penyumbatan pembuluh darah oleh lemak dan kerja jantung yang lebih berat dalam memompa darah.  Dan paling parah adalah munculnya resistensi insulin yang mampu menyebabkan diabetes dan berbagai penyakit berbahaya lainnya. Kalau begini apakah Anda rela menuruti craving saat ini tapi tidak bisa menikmati hari-hari di masa depan dengan kesehatan? Anda tentu rela jika ini terjadi.

 

               Berangkat dari kebutuhan akan kesehatan di masa depan, pada kesempatan ini fitnestips.com akan berbagi 3 cara “membunuh” craving. Karena kami tahu betapa pentingnya pasangan, keluarga, serta lingkungan anda di masa mendatang.

 

Makan Secara Teratur Dengan Protein Tinggi              

 

Jika Anda ingin “membunuh” craving, maka mulailah dengan makan secara teratur.

Makan teratur itu penting untuk meredam ngemil akibat craving, tapi banyak yang masih memandangnya sebelah mata. Makan secara teratur mampu menstabilkan gula darah di dalam tubuh. Maka banyak pakar yang menyarankan diet sehat dengan frekuensi makan dalam sehari yang lebih banyak dengan jumlah kalori terukur agar tubuh tidak merilis Neuropeptide Y yang memicu rasa lapar untuk ngemil akibat kekurangan gula darah.

 

Baca juga : Whey protein tidak hanya berfungsi sebagai tambahan protein melainkan juga memiliki manfaat kesehatan.

 

               Pemahaman yang juga penting dalam makan teratur adalah membatasi konsumsi karbohidrat dan meningkatkan konsumsi protein.  Karbohidrat yang berlebihan justru memicu rasa lapar karena memicu kerja hormon insulin yang berlebihan. Sementara protein direkomendasikan untuk diet karena tidak meningkatkan gula darah secara signifikan jika dikonsumsi. Akibatnya insulin tetap bekerja secara normal dan rasa lapar dapat ditekan.  

 

Protein yang dikonsumsi bisa berasal dari protein hewani seperti daging ayam tanpa lemak, daging sapi tanpa lemak, daging ikan, dan telur. Pastikan Anda tidak menggunakan bahan berlemak seperti daging dan minyak goreng untuk mengolahnya karena akan meningkatkan kandungan kalori bahan-bahan tersebut. Whey protein dapat menjadi salah satu pilihan snack yang sehat karena memiliki kandungan protein yang sangat tinggi namun kalori yang sangat rendah. Berikut ini beberapa menu diet sehat yang bisa Anda coba.

 

 

Manajemen Stres

 

cara mengurangi kebiasaan ngemil
Tidur merupakan salah satu cara terbaik untuk mengurangi kebiasaan ngemil. Hal ini dikarenakan tidur yang berkualitas mampu menurunkan tingkat stres.

 

Manajemen stres  yang baik akan sangat membantu “membunuh” craving dari dalam diri Anda. Jika Anda tidak stres  maka tubuh tidak akan membuang banyak energi untuk berpikir melawan stres dan tubuh tidak akan menstimulus hormon Glukokortikoid yang mampu mengundang rasa lapar.

 

Hasilnya Anda dapat sembuh dari craving dengan cara yang natural dan tidak perlu lagi ketergantungan akan makanan ringan di saat bekerja.

 

Mulailah manajemen stres dengan tidur secara teratur selama 6-8 jam setiap hari. Pada saat tidur otak akan lebih beristirahat sehingga lebih fresh saat menjalani aktivitas esok hari. Selanjutnya manfaatkan waktu luang atau weekend untuk jalan-jalan sejenak di lingkungan sekitar atau tempat-tempat hiburan. Suasana baru di luar rutinitas sehari-hari akan membantu meredam stres dan jalan kaki mampu melepaskan endorfin “narkotik alami” di otak yang memberikan rasa senang.  Dan tidak ada salahnya Anda mencoba yoga sebelum tidur karena yoga mampu menselaraskan seluruh bagian tubuh sehingga ikut meredam rasa stres akibat padatnya aktivitas sehari-hari.

 

Start Your Workout Routine

 

Olahraga hanya masalah kebiasaan. Tidak membutuhkan usaha yang sangat besar untuk memulainya.
Olahraga hanya masalah kebiasaan. Tidak membutuhkan usaha yang sangat besar untuk memulainya.

 

Kata siapa workout hanya untuk bakar lemak dan bodybuilding. Workout bisa juga untuk” membunuh” craving.

 

               Salah satu kunci “membunuh” craving adalah dengan pelepasan hormon endorfin.  Hormon yang mampu membuat perasaan seseorang menjadi senang ini dapat distimulus oleh  gula namun dapat juga distimulus oleh workout. Pada saat workout tubuh akan memproduksi endorfin lebih banyak sehingga tidak heran orang-orang yang rutin berolahraga akan menjadi lebih senang dan bersemangat. Jika Anda rutin workout dan mengkonsumsi makanan sehat secara teratur, maka kedua kebiasaan itu akan menjadi kombinasi senjata ampuh yang mampu “membunuh” craving.

 

               Menarik bukan, sudah mampu membakar lemak dan membentuk otot, ternyata workout mampu menghasilkan hormon endorfin yang membuat Anda lupa akan ngemil. Ini hanya bentuk pilihan bagaimana anda mendapatkan sumber hormone endorphine. Apakah lewat gula atau lewat latihan.

 

               Craving memang mampu membahayakan kesehatan tubuh, tapi dapat “dibunuh” jika Anda tahu caranya. Dan cara terbaik untuk mendapatkan hasilnya adalah dengan mencegahnya dari sekarang.

 

[Must Read] Penyebab Utama Sugar Craving !

Anda doyan sekali ngemil dan itu terkadang sulit dikendalikan? Pahami penyebabnya dan cegah supaya tidak berlanjut lebih jauh.

 

               Camilan terkadang menjadi teman setia anda menemani deadline di kantor atau mengusir suntuk. Pertama mungkin hanya 1 atau 2 potong kue yang anda habiskan namun lama kelamaan anda butuh dari sekadar 1 atau 2 potong tadi. Anda membutuhkan lebih banyak dan lebih sering.

 

               Mengkonsumsi gula mampu membuat seseorang kecanduan seperti mengkonsumsi narkoba. Kondisi ini umumnya disebut dengan sugar craving. Setiap hari kita akan terus teringat kelezatan akan cemilan-cemilan dan minuman manis yang pernah dikonsumsi.

 

Tidak berhenti di sana, kita akan semakin terpacu untuk semakin sering mengkonsumsi produk-produk berpemanis lainnya karena terbayang kepuasaan dan kesenangan setelah mengkonsumsinya.

 

Adiktif sekali…

 

Hal ini tidak lain dikarenakan adanya pelepasan hormon endorphin saat seseorang mengkonsumsi makanan dan minuman berpemanis. Hormon ini merupakan narkotika alami yang ada di otak dan bekerja untuk memberikan suasana senang serta meredam stres. Jadi jika kita mengkonsumsi gula demi kesenangan semata, kebiasaan itu sama saja bom waktu yang tinggal menunggu waktu untuk menghancurkan kesehatan tubuh Anda sendiri.

 

               Penyebab Sugar Craving

 

Penggunaan gula yang berlebihan sangat membahayakan. Padahal makanan sehari - hari kita penuh dengan gula
Penggunaan gula yang berlebihan sangat membahayakan. Padahal makanan sehari – hari kita penuh dengan gula

 

               Kami yakin bahwa kita pasti akan menyalahkan kebiasaan ngemil sebagai faktor utama penyebab munculnya sugar craving. Tapi ternyata ngemil bukanlah faktor utama yang menyebabkan seseorang kecanduan mengkonsumsi makanan dan minuman berpemanis secara berlebihan. Kebiasaan ngemil tidak muncul begitu saja, karena ada beberapa penyebab di belakangnya.

 

  •         Salah Diet

              

Sudah jadi persepsi umum di masyarakat bahwa diet itu tidak makan atau makan dengan sedikit sekali. Seperti sudah pada ulasan – ulasan sebelumnya, sayangnya itu adalah persepsi yang salah.

 

Baca juga : 2 hal yang harus Anda perhatikan sebelum memulai diet

 

               Diet yang benar adalah mengkonsumsi makanan sesuai kebutuhan aktivitas sehari-hari. Di dalam program diet, seseorang tetap mengkonsumsi karbohidrat, protein, sayuran, dan cemilan yang porsi telah diperhitungkan agar tidak melebihi kebutuhan energi harian untuk beraktivitas. Dengan asupan makanan yang tepat ini diharapkan tidak ada kelebihan kalori yang akan disimpan sebagai lemak di dalam tubuh.

 

Tapi akibat persepsi yang salah di awal tadi justru membuat orang – orang melakukan diet dengan rendah karbohidrat dan rendah protein karena dianggap memicu lemak. Ini justru menjadi kombinasi sempurna untuk memicu munculnya kebiasaan ngemil produk berpemanis. Pada saat kekurangan karbohidrat dan protein, insulin akan tetap bekerja seperti biasa dan tubuh mengirimkan sinyal kekurangan glukosa pada otak.

 

Akibatnya, seseorang akan mudah untuk merasa lapar sebelum jam makan dan tertarik untuk ngemil yang manis-manis. Jika diteruskan lama-lama seseorang akan mengalami sugar craving.

 

  •          Kebanyakan Mengkonsumsi Karbohidrat  

 

Karbohidrat yang cukup itu baik, tetapi jika berlebihan justru berbahaya.

 

Mungkin ini istilah orang Indonesia, “kalau belum makan nasi belum makan namanya”.

 

Ternyata mengkonsumsi karbohidrat secara berlebihan tidak hanya akan diubah sebagai lemak dalam tubuh tetapi juga mampu memicu sugar craving. Mudah sekali untuk membuktikannya, Anda bisa melihat orang – orang terdekat yang makan nasi yang begitu banyak tapi justru tetap ngimil sebelum jam makan berikutnya.

 

Penyebabnya, pada saat seseorang mengkonsumsi karbohidrat secara berlebihan maka gula darah akan menjadi tinggi. Kondisi ini memicu insulin bekerja jauh lebih keras untuk menstabilkan gula darah. Tapi setelah itu yang umumnya terjadi justru gula darah menjadi sangat rendah sehingga memicu sinyal lapar lagi pada otak. Kondisi yang terjadi justru Anda semakin ingin ngemil yang manis-manis untuk menaikkan kadar gula darah tubuh.

 

Jika Anda ingin kenyang lebih lama, maka solusinya dengan meningkatkan asupan protein harian. Daging ikan, daging ayam tanpa lemak, dan daging ayam tanpa lemak bisa merupakan sumber protein hewani yang berkualitas. Atau Anda bisa mengkonsumsi whey protein dalam bentuk minuman shake, pancake, maupun cookies.

 

Whey protein sendiri bukan hanya sekadar minuman yang dikenal untuk dikonsumsi selepas latihan, tapi juga dapat menjadi bahan makanan yang sehat karena proteinnya yang tinggi.

 

  •          Stres

 

Stres identik dengan makan dan ngemil. Siapa yang tidak mengakui?
Stres identik dengan makan dan ngemil. Siapa yang tidak mengakui?

 

Tiap orang pasti pernah mengalami stres. Buat mahasiswa, tekanan tugas yang bertubi-tubi sering membuat pikirannya jenuh karena hanya bisa fokus menatap tugas kuliah bahkan sampai lupa untuk berolahraga. Tidak ketinggalan para profesional yang bisa bekerja lebih dari 8 jam sehari untuk menyelesaikan pekerjaan dari perusahaan. Atau yang sering terjadi sekarang, putus cinta.

 

Ternyata stres tidak hanya membuat seseorang menjadi gelisah, jenuh, atau tidak bisa mengerjakan sesuatu dengan maksimal. Stres juga bisa membuat Anda ketagihan untuk mengkonsumsi makanan yang manis-manis. Coba amati diri Anda sendiri atau sekeliling Anda pada saat stres. Pelarian termudah adalah dengan makan cokelat, es krim, minuman soda, kopi, dan berbagai produk berpemanis lainnya.

 

Baca lebih lengkap mengapa stress merusak program anda disini.

 

Iya, stres bisa memicu sugar craving seseorang. Pada saat stres seseorang akan kehilangan energi untuk mengendalikan apa yang ada di pikirannya. Pada saat yang bersamaan, tubuh akan melepaskan hormon Glukokortikoid.  Hormon ini akan beredar dalam darah dan bertugas untuk memicu rasa lapar. Tujuan rasa lapar ini berguna untuk mengembalikan energi yang sebelumnya hilang pada saat mengalami stres. Parahnya, jika seseorang tidak punya manajemen stres yang bagus maka pelariaanya hanya mengkonsumi berbagai produk berpemanis untuk mengatasi kejenuhan aktivitas sehari-hari dan tanpa disadari tubuhnya telah menjadi timbunan kalori.

 

Kini kita sudah tahu kenapa seseorang atau diri kita sendiri bisa begitu ketagihan jika mengkonsumsi cemilan dan minuman yang berpemanis. Tapi tahu saja  tidak cukup karena perlu tindakan-tindakan nyata untuk menekan potensi munculnya sugar craving dalam diri Anda. Anda bisa mulai mengangkat beban di rumah atau gym secara rutin 2-3 kali seminggu karena workout mampu membantu pelepasan hormon endhorpin yang membuat perasaan menjadi bahagia.

 

Ingat juga bahwa apa yang terjadi di tubuh kita di masa depan ikut dipengaruhi oleh apa yang dikonsumsi saat ini. Anda bisa memulai untuk mengkonsumsi berbagai pilihan makanan sehat untuk menekan kebiasaan ngemil makanan berpemanis. Makanan tersebut mengandung karbohidrat yang cukup dan kaya protein sehingga memberikan rasa kenyang yang lebih berkualitas. Dan tidak ketinggalan sudah diperhitungkan kandungan kalorinya sehingga lebih mudah untuk mengontrol jumlah kalori yang dikonsumsi per harinya. Lalu, mau mulai hari ini atau besok (lagi)?