Terungkap Fakta Bahwa Beban Super Berat Bukan Satu – Satunya Cara Untuk Meningkatkan Massa Otot

Faktanya, beban berat bukan satu – satunya cara untuk meningkatkan massa otot. Masih ada faktor lain yang tidak terlalu diperhatikan padahal sangat berperan penting

Beban berat = perkembangan otot maksimal.

 

Pernyataan ini selalu menjadi alasan mengapa mereka yang takut ototnya terlalu besar selalu memilih repetisi yang banyak. Berharap bahwa hasil yang didapat adalah massa otot yang padat bebas lemak dan tidak terlalu besar.

 

Hal ini dikarenakan jika beban sangat berat dimana repetisi yang didapat sangat sedikit dipercaya merupakan satu – satunya jalan untuk meningkatkan massa otot.

 

Hypertrophy program secara singkat merupakan sebuah program anaerobic yang dirancang dengan fokus untuk membuat massa otot menjadi lebih besar dari segi volume bukan panjangnya.

 

Hypertrophy sendiri merupakan bentuk adaptasi maupun toleransi dari jaringan otot yang kita miliki dengan cara membesarnya volume serat otot. Adaptasi ini dikarenakan kebiasaan seseorang mengangkat beban yang berat.

 

Baca juga : Repetisi Vs Beban. Mana yang paling optimal dalam meningkatkan massa otot?

 

Tubuh sangat cerdas, ia akan membuat seluruh komponennya untuk beradaptasi termasuk salah satunya jaringan otot.

 

Jika seseorang yang memiliki kebiasaan untuk mengangkat 50 kg beban maka ia membutuhkan X kg massa otot, sedangkan pada mereka yang tidak memiliki kebiasaan mengangkat beban berat tentu hanya memiliki massa otot yang lebih sedikit.

 

membentuk otot lengan
Jangan anggap bahwa beban merupakan satu – satunya cara untuk meningkatkan massa otot

 

Kuncinya terletak pada beban berat untuk memaksimalkan perkembangan massa otot, namun pertanyaan lain yang mengiringi adalah :

 

  • Seberapa berat beban optimal yang dapat Anda gunakan
  • Berapa banyak repetisi yang harus dilakukan
  • Berapa banyak set yang harus dicapai
  • Berapa waktu yang direkomendasikan untuk melakukan 1 repetisi

 

Faktanya adalah, banyak cara untuk menginduksi pertumbuhan massa otot. Banyak faktor yang terlibat didalamnya, sehingga Anda tidak bisa mengatakan bahwa “satu – satunya jalan adalah dengan menggunakan beban seberat – beratnya”. Hal ini pula yang akan membedakan antara seorang powerlifter dengan bodybuilder.

 

Tapi fakta lainnya lagi, satu – satunya pemahaman yang dimiliki bagi mereka yang ingin meningkatkan massa otot adalah berlatih beban dengan beban maksimal dan seberat – beratnya. Beban ringan dianggap sebagai sebuah olahraga ringan yang berfungsi hanya sebagai peningkat daya tahan (endurance) dan berfungsi untuk memadatkan tubuh serta meningkatkan definisi.

 

Betulkah demikian?

 

“kalo pengen six-pack jangan ngangkat beban berat – berat, bro” menjadi sebuah saran paling mutakhir dimana semua orang akan melakukannya karena hampir seluruh goal fitness yang diinginkan adalah perut six-pack.

 

Baca juga : kesalahan – kesalahan yang anda lakukan saat ingin mendapatkan six pack.

 

Namun kali ini kami akan membahas tentang sebuah pemahaman bahwa satu – satunya jalan untuk meningkatkan massa otot adalah bukan dengan menggunakan beban seberat – beratnya seperti yang sudah dipahami selama ini.

 

Bagi Anda yang fokus utama adalah menambah massa otot maka inilah jawaban dari tujuan Anda.

 

Beban berat bukan satu – satunya jalan yang harus Anda tempuh untuk meningkatkan massa otot. Memang betul, beban merupakan rangsangan agar otot Anda berkembang, namun ada faktor lain yang banyak berperan diluar itu.

 

Didalam dan diluar gym

 

Ada 2 pembagian faktor pertumbuhan massa otot yaitu saat Anda berada didalam gym dan saat berada di luar gym.

 

Berada di dalam gym Anda berkutat dengan plat, bar, dan mesin. Berada diluar gym Anda berhadapan dengan makanan dan waktu istirahat. Hal lain yang pasti adalah ribuan godaan lain yang mampu menggagalkan diet Anda. Berikut beberapa faktor penting tentang bagaimana otot Anda mampu berkembang.

 

1. Otot bertumbuh hanya ketika ia digunakan dan dipaksa

Pemahaman ini nampaknya sudah terlalu biasa, semua juga paham dengan prinsip ini. Ini seperti “jika mau pintar maka belajarlah”. Tapi percayalah masih banyak orang diluar sana yang kurang paham dengan prinsip ini.

 

Dengan mengangkat beban, otot sebenarnya mengalami sobekan – sobekan mikro (micro tears). Namun sobekan ini bukan paling banyak terdapat pada otot melainkan pada jaringan ikat yang menghubungkan otot dan tulang. Ini yang menjadi alasan mengapa Anda merasakan nyeri saat selepas latihan.

 

Otot terbentuk dari paksaan bukan hanya sekadar dipandangi
Pada intinya otot memang terbentuk dari paksaan dari beban. Tapi apakah satu – satunya jalan adalah beban yang sangat berat via q-intel.com

 

Dari proses ini tubuh atau lebih tepatnya jaringan otot beradaptasi untuk menangani hal yang berbeda dari biasanya. Ia menangani stress yang jauh lebih berat dari sebelumnya yaitu dengan beban yang lebih berat. Dan inilah proses awal bagaimana jaringan otot bertumbuh atau yang biasa dikenal dengan istilah hypertrophy.

 

Tubuh sangat cerdas dan mampu beradaptasi dengan mudah. Ia berpikir bahwa suatu saat ketika harus mengangkat beban yang sama seperti hari ini ia tidak perlu lagi mengalami luka sobek seperti disebutkan diatas. Ini motivasi awal proses hypertrophy. Dan inilah yang menjadi alasan mengapa 5 kilogram di awal latihan akan jauh lebih ringan ketika Anda sudah lebih lama berlatih seiring dengan pertambahan jumlah massa otot Anda.

 

Pada hal ini pertumbuhan massa otot dipengaruhi oleh 3 faktor yaitu :

  • Latihan yang memastikan terjadinya micro tears. Ini berarti intensitas latihan pun harus meningkat
  • Nutrisi yang tepat dan cukup kalori sesuai yang dibutuhkan untuk meningkatkan massa otot
  • Ini akan dijelaskan pada poin dibawah.

Jadi hanya dengan beban sangat ringan dan dilakukan terus menerus jangan berharap otot Anda akan mengalami perkembangan.

 

2.Otot berkembang dalam kondisi overload, bukan nyeri, bukan rasa nge-pump

Nge-pump mungkin jadi istilah yang sering Anda dengar di gym. Istilah ini mendeskripsikan tentang otot yang terasa lebih besar dan padat selepas latihan. Sebenarnya apa maksud dari istilah ini?

 

Pump sering diartikan sebagai perkembangan otot karena otot terasa seperti “terisi”. Perasaan seperti ini terjadi ketika pembuluh darah didalam jaringan otot Anda melebar (vasodilatasi) karena terisi lebih banyak darah. Proses pelebaran ini terjadi dikarenakan kontraksi otot membutuhkan nutrisi dalam jumlah besar.

 

Namun ini tidak dapat ditafsirkan sebagai perkembangan massa otot karena hanya bersifat temporer. Setelah berlatih dan otot sudah tidak digunakan dengan intensitas tinggi maka aliran darah akan kembali seperti biasa dan diameter pembuluh darah juga akan mengecil. Ini juga sebagai jawaban mengapa otot Anda mengempis selepas berlatih beban.

 

Bagaimana dengan rasa panas pada otot yang Anda latih?

 

Pernah merasakan panas yang berbeda dari biasanya pada otot – otot yang Anda latih? Proses panas itu diakibatkan oleh aktivasi asam laktat didalam jaringan otot yang sedang membakar cadangan energi didalam sel otot.

 

Baca juga : Dapatkah nyeri menjadi indikator terbaik untuk menandakan perkembangan massa otot?

 

Asam laktat diketahui mampu memicu pertumbuhan hormon untuk mengkondisikan tubuh dalam kondisi anabolik. Dalam kondisi ini memang benar otot dipicu perkembangannya, namun hal ini tidak berarti semakin banyak asam laktat maka Anda akan membangun lebih banyak massa otot. 

 

Lantas apa yang menyebabkan otot berkembang?

 

Seperti sudah dijelaskan diatas, otot berkembang karena adanya adaptasi akan beban yang diangkat. Semakin berat ia membutuhkan dan mengaktifkan serat otot yang lain. Dalam perkembangannya, seiring bertambahnya beban yang diangkat maka semakin tinggi pula volume yang dimiliki oleh jaringan otot.

 

Fokuslah pada volume beban dan repetisi yang tepat untuk memaksimalkan pertumbuhannya. Gunakan beban sesuai dengan kemampuan Anda dalam menanganinya. Maksudnya adalah, pilih beban dimana Anda tidak kehilangan form ketika melakukan sebuah repetisi. Memaksakan ego dengan mengangkat beban berlebihan dan melupakan form justru membuat sesi latihan Anda menjadi tidak maksimal.

 

Tetap berpikir untuk menambah beban di setiap set dan targetkan untuk mencapai target beban pada sesi – sesi selanjutnya.

 

3.Ketika di gym Anda merusak otot, diluar gym otot dibangun

Pemahaman tentang bertumbuhnya otot hanya pada saat Anda berada di gym masih banyak dipahami oleh banyak orang. Pemahaman ini menimbulkan kebiasaan bahwa “semakin lama Anda berada di gym, hasilnya semakin baik”. Jangan heran ada orang yang bisa berjam – jam berada di gym dan itu dilakukan setiap hari.

 

Faktanya bagaimana? Mengacu pada poin pertama dimana dikatakan otot mengalami kerusakan ketika dilatih. Otot dan jaringan ikat Anda terkoyak karena beban yang diberikan. Tubuh akan merespon dengan cara memperbesar volumenya untuk beradaptasi terhadap beban yang diberikan.

 

Tidak
Pemahaman sebelumnya kita memahami bahwa saat di gym kita membangun otot, padahal sebaliknya. via stylewithglamour.com

 

Dalam proses adaptasi ini sangat dipengaruhi oleh waktu istirahat dan nutrisi yang tepat. Bayangkan jika setiap hari Anda berlatih secara berlebihan dan tanpa ada waktu istirahat maka kapan waktu bagi otot untuk bertumbuh?

 

Peran creatine dalam meningkatkan massa otot anda

 

Peran nutrisi juga sama pentingnya dalam hal ini.  Pemilihan nutrisi yang tepat sangat membantu jaringan otot untuk bertumbuh.

 

4.Otot hanya tumbuh ketika ia diberi asupan nutrisi yang tepat

Bukan banyak namun tepat.

 

Sebanyak apapun makanan yang Anda berikan tidak menjamin hasil yang didapat akan maksimal. Bahkan dikatakan bahwa 70-80% yang mempengaruhi keberhasilan program Anda adalah diet yang tepat.

 

Latihan dengan intensitas tinggi, durasi yang panjang, frekuensi yang tinggi tidak akan membantu banyak jika diet yang Anda jalankan tidak tepat. Berapa banyak protein yang Anda konsumsi, bagaimana dengan aturan karbohidratnya pada setiap orang akan berbeda – beda. Tapi Anda bisa memulai untuk menghitung kebutuhan kalori harian terlebih dahulu.

 

Kesimpulan

 

Hanya mengandalkan atau hanya memahami sebuah faktor yang mampu meningkatkan massa otot tidak akan memberi banyak perubahan kecuali Anda memahami secara lengkap apa saja yang otot butuhkan untuk tumbuh. Sehingga beban tidak hanya asal berat untuk meningkatkan massa otot anda.

Alasan Mengapa Wanita Sebaiknya Tidak Takut Berlatih Beban

Berlatih beban dianggap tabu bagi wanita, namun tidak demikian jika wanita paham bagaimana manfaaat yang dapat mereka dapatkan dari latihan beban

Ada 2 syarat yang harus wanita lakukan jika ingin turun berat badan secara drastis.

  1. Makan sesedikit mungkin
  2. Jalani ribuan jam dan puluhan ribu kilometer kardio

Ya betul, ini 2 syarat mutlak yang mungkin dianjurkan sekian puluh tahun yang lalu dan bukan dengan anjuran medis tentunya. Berapa dari anda yang sudah menjalani 2 poin diatas dan tidak mendapat hasil apapun? Berapa dari anda juga yang sudah terjebak oleh janji obat – obatan tapi tidak ada hasil apapun? Banyak juga tips diet sudah anda terapkan dan jalankan selama ini.

Dewasa ini dengan sudah terdapatnya penemuan – penemuan tentang berbagai macam pola makan diet di dunia maka kebiasaan dan pola diet pun berbeda. Goal tubuh seorang wanita pun saat ini tidak hanya untuk menjadi kurus saja tapi bagaimana menjadi “fit n strong”. 

Banyak anjuran dan banyak penelitian yang juga mendukung alasan – alasan mengapa seorang wanita harus mulai berlatih beban termasuk salah satunya pencegahan osteoporosis.

Tapi entah kenapa sampai detik ini masih banyak sekali wanita yang masih takut untuk mulai berlatih beban. Mereka masih berpikir bahwa berlatih beban akan mengubah tubuh selayaknya Ade Rai. Latihan serutin apapun dan dengan hanya dumbell pink tidak akan merubah tubuh anda menjadi seorang Ade Rai. Tidak juga dengan beban yang sangat berat sekalipun. Hey, anda wanita. Porsi tubuh anda sebagai wanita sudah diberi takarannya sendiri.

Berikut kami berikan 7 alasan mengapa anda sebaiknya atau bahkan harus mulai berlatih beban sekarang juga. Kami akan sangat putus asa jika selepas membaca artikel ini anda tidak tergerak untuk mulai berlatih beban.

1.Membakar Kalori Lebih Banyak

Kebiasaan anda berlatih beban dapat meningkatkan jumlah kalori yang anda bakar bahkan sambil duduk di kursi malas. Tahu mengapa? Hal ini dikarenakan selepas anda berlatih beban (strength workout), otot anda membutuhkan energi untuk memperbaiki serat otot. Latihan beban mengakibatkan kerusakan jaringan otot yang lebih besar dari sekadar latihan aerobik.

Pada faktanya, peneliti menemukan bahwa ketika seseorang rutin menjalani fitnes maka metabolisme mereka akan meningkat selama 39 jam kedepan. Mereka juga mampu membakar kalori lebih banyak dari jaringan lemak dibandingkan dengan mereka yang tidak melakukan aktifitas latihan beban.

Mengapa saat menjalankan diet fat loss, latihan beban dianjurkan juga tetap menjalankan aktifitas cardio?

Metabolisme tubuh dipengaruhi oleh banyaknya jaringan otot. Sedangkan saat berlatih beban, jaringan otot seseorang dirusak dan diganti dengan yang lebih baru. Ia bertambah besar, muda, dan jauh lebih padat. Bayangkan ada orang A dengan massa otot 30 kg serta orang B dengan massa otot 35 kg, keduanya sama – sama berlari selama 30 menit dengan kecepatan sama. Maka siapa yang membakar kalori lebih banyak?

2. Menangani stress dengan lebih baik

Setiap orang memiliki sumber stresnya sendiri – sendiri. Sumber stres bisa berasal dari lingkungan kerja, jalanan yang macet, pekerjaan yang tidak berjalan sesuai harapan, dsb. Jadi ketika anda berpikir stres yang anda miliki adalah sangat berat, percayalah ada orang di belahan dunia sana yang punya stres jauh melebihi anda.

Tahukah anda bahwa sebuah profesi yang memiliki kerentanan stres sangat tinggi seperti pemimpin perusahaan besar di dunia memiliki kebiasaan berolahraga yang tidak bisa mereka tinggalkan. Bahkan presiden Obama pun rutin jogging sebanyak 30-60 menit setiap paginya dan bermain basket minimal seminggu sekali. Kenapa?

Hal ini dikarenakan mereka yang memiliki tingkat kesehatan lebih baik mampu menekan hormon stres lebih baik dibanding mereka yang jarang berolahraga.

Penelitian lain menyebutkan bahwa suatu kondisi penuh tekanan, tekanan darah mereka yang memiliki jaringan otot lebih banyak akan kembali normal lebih cepat dari mereka yang tidak.

Jangan sepelekan pengaturan stres yang baik. Anda bisa saja sudah memiliki pola diet yang baik serta latihan rutin, namun dengan adanya stres bisa jadi program anda tidak berjalan dengan baik.

Penting untuk anda baca : Bagaimana stres mampu menghancurkan pola diet anda

.

3. Membakar 40% lemak lebih banyak

Sebuah penelitian di Penn State pernah mengungkap mengenai tentang peranan strength workout terhadap pembakaran lemak.

Dalam penelitian ini subjek dipisah jadi 3 grup yaitu pertama mereka  yang tidak berolahraga, kedua hanya latihan aerobik seperti jogging, ketiga mengkombinasikan latihan beban dengan aerobik. Pada akhir penelitian ditemukan bahwa mereka sama – sama menurunkan berat badan sebanyak 10 kg. Namun grup yang mengkombinasikan latihan beban dan aerobik menurunkan 3 kilogram lemak lebih banyak dari mereka yang tidak. Mengapa? Hal ini dikarenakan lifters kehilangan lemak lebih banyak sedangkan mereka yang tidak kehilangan otot dan lemak.

Penurunan kadar lemak lebih banyak tidak hanya mempengaruhi angka pada timbangan namun pada volume tubuh. Hal ini dikarenakan jaringan lemak memiliki volume yang lebih besar dari jaringan otot.

 

4. Tidak hanya berat badan namun ukuran celana

Mana yang anda inginkan, turun berat badan namun tubuh tetap bergelambir. Atau turun berat badan dan tubuh anda jauh lebih padat?

Saya pilih yang kedua. Karena banyaknya berat badan yang turun tidak begitu penting jika anda tidak “in shape” bukan?

Penelitian menunjukkan bahwa seiring bertambahnya usia, 10% dari total otot yang anda miliki akan menghilang dan digantikan dengan massa lemak. Sekalipun lemak yang menggantikan juga sama – sama 10% namun volume yang dibutuhkan jaringan lemak untuk berada di tubuh anda akan sangat berbeda. Hal ini dikarenakan setengah kilo lemak membutuhkan tempat 18% lebih banyak dari setengah kilo otot.

 

5. Menyempurnakan Diet

Olahraga rutin membantu otak anda untuk tetap fokus pada pola diet anda karena konsisten adalah kunci penting keberhasilan. Pada penelitian yang dilakukan University of Pittsburgh, orang dewasa yang sama sekali tidak mengikuti olahraga minimal sebanyak 3 jam setiap minggu, makan 1500 kalori lebih banyak dalam sehari.

 

6. Membangun tulang lebih kuat

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa resistance training yang dijalankan selama 16 minggu mampu meningkatkan kepadatan tulang pinggul dan meningkatkan kadar darah dari osteocalcin, sebuah marker dari pertumbuhan tulang sebanyak 19%.

 

7. Anda jauh lebih produktif

Resistance training salah satunya berlatih beban mampu meningkatkan produktifitas anda dalam bekerja sebanyak 15%. Sehingga pada jam kerja, anda dapat menyelesaikan pekerjaan yang normalnya diselesaikan 10-12 jam hanya dengan 8 jam saja. Atau anda dapat bekerja lebih lama namun tanpa merasa stress secara berlebihan selepas bekerja.

 

Banyak hal yang dapat anda temukan ketika berlatih beban. Baik ini pria maupun wanita, namun pada bahasan ini memang kami lebih berfokus pada wanita dikarenakan masih jarangnya minat latihan ini di kalangan wanita. Menyadari berbagai macam manfaat yang dapat anda raih untuk jangka panjang tentu latihan beban dapat menjadi porsi varian olahraga baru anda untuk mendapat tubuh ideal.

Inilah Dampak Negatif Dari Pola Diet Yang Salah

Dampak negatif dari pola diet buruk yang lazim diterapkan oleh banyak orang

Anda pernah gagal saat diet? Tenang saja. Anda tidak sendirian.

Anda pernah bahkan pernah sampai dirawat dirumah sakit saat sedang diet? Tenang saja. Anda tidak sendirian.

Anda bahkan pernah menjalani rawat inap karena diet yang salah? Tenang juga. Anda 1 dari sekian puluh ribu orang.

Inilah kondisi masyarakat kita mengenai kurangnya informasi akan bagaimana diet yang baik serta benar.

Berbagai pola diet menawarkan cara menurunkan berat badan maupun diet untuk menambah berat badan yang menggiurkan bagi setiap orang.

Pola diet selama ini hanya beredar dari mulut ke mulut atau berdasar metode “katanya”. Ya, katanya diet ini bagus, katanya diet ini cepat menurunkan berat badan, katanya diet ini aman dijalankan.

Dampaknya? Tidak sedikit yang sangat dirugikan dari pola diet yang salah. Baik secara fisik maupun psikis.

Beberapa pola diet yang menganut ekstrim defisit kalori akan sangat mempengaruhi metabolisme tubuh. Padahal menjaga metabolisme tetap tinggi merupakan kunci utama keberhasilan progress diet. Hal ini dikarenakan lambatnya metabolisme bagi mereka yang gemuk.

Berikut kami merangkum 6 dampak dari sebuah pola diet yang buruk

  1. Penurunan fungsi otak

Fungsi otak merupakan fungsi luhur seorang makhluk hidup.

Sama seperti tubuh, otak juga membutuhkan nutrisi untuk tetap bekerja. Ia membutuhkan glukosa yang dipecah dari karbohidrat dan nutrisi lain seperti lemak baik dan antioksidan untuk bekerja dengan baik.

Berdasar studi yang dilakukan oleh “The Journal of the Federation of American Societies for Experimental Biology” pada Dec. 2009 mengungkapkan bahwa kebiasaan mengkonsumsi makanan berlemak mampu menurunkan tingkat kognitif seseorang.

Diet secara berlebihan atau melewatkan waktu makan dapat memiliki dampak yang sama termasuk didalamnya penurunan kemampuan mengingat dan konsentrasi.

  1. Menurunnya aktifitas fisik

Ini yang sering tidak diperhitungkan oleh beberapa orang. Mereka menjalani diet ketat tanpa berpikir bahwa ini akan mengganggu aktifitas sehari – hari.

Menurut National Eating Disorders Association, asosiasi yang menangani masalah gangguan pola makan, mereka menemukan bahwa mereka yang menjalani diet berlebihan mengalami penurunan kemampuan otot, daya tahan, dan penggunaan oksigen dalam tubuh.

Diet baik itu makan terlalu banyak maupun terlalu sedikit akan menyebabkan kelelahan dan dampak – dampak lain pada aktifitas fisik. Jangankan berolahraga, beraktifitas fisik biasa pun terkadang anda merasa lemas dan tidak memiliki gairah. Padahal untuk menyempurnakan sebuah pola diet adalah dengan rutin berolahraga. Memastikan bahwa tubuh anda tetap bekerja semestinya sementara ia menambah atau mengurangi berat badan. Ini mengapa wanita direkomendasikan untuk berlatih beban.

Baca lagi tentang defisini diet disini.

  1. Resistensi Insulin dan Peningkatan Berat Badan Berlebihan

Ini juga termasuk dampak jangka panjang yang tidak anda perhitungkan yaitu resistensi insulin. Apa itu?

Resistensi insulin adalah sebuah kondisi dimana hormon insulin tidak mampu lagi untuk mengatur gula darah. Hal ini akan memicu risiko diabetes dan penambahan berat badan secara tidak sehat.

Pada sebuah penelitan yang diterbitkan berjudul “Molecular Medicine” pada July 2009, 18 sukarelawan diuji dengan mengkonsumsi fast food, serta diet tinggi kalori selama 4 minggu.  Pada akhir penelitian ditemukan bahwa partisipan mengalami peningkatan berat badan sebanyak 10% dan 19% pada lemak tubuh.

Diet secara berlebihan mengkondisikan tubuh anda dalam “mode kelaparan” yang akan menurunkan metabolisme tubuh. Padahal metabolisme yang tinggi pada diet fat loss sangat penting adanya. Hal ini yang juga akan mengakibatkan diet yo-yo.

  1. Indigestion

Indigestion mengarah pada perasaan tidak nyaman di bagian atas abdomen saat atau sesudah makan. Hal ini dipicu oleh kebiasaan makan makanan berlemak, makan terlalu cepat, makan dalam jumlah terlalu banyak, dan minum caffeine maupun alcohol terlalu banyak.

  1. Gangguan tidur

Siapa bilang bahwa sebelum tidur anda tidak boleh makan? Mengkonsumsi makan makanan dalam porsi kecil dan seimbang sebelum tidur mampu membantu anda tidur lebih nyenyak.

Adakah disini yang memiliki kebiasaan untuk pergi tidur ketika lapar? Hal ini dimaksudkan karena anda berpikir saat tidur tentu rasa lapar akan hilang dan anda tidak perlu memakan makanan apapun agar berat badan dapat turun.

Padahal faktanya saat tidur tubuh tetap menjalankan metabolismenya, dan dengan ketidaktersediaan sumber energy maka waktu tidur yang biasa digunakan untuk mengembalikan dan memulihkan kembali tubuh menjadi tidak maksimal.

Penggunaan obat – obat diet berbahaya yang bukan kelas suplemen juga dapat mempengaruhi kualitas tidur anda. Obat – obat diet yang biasa mengandung diuretik tinggi akan sangat mengurangi jumlah volume cairan tubuh sampai batas bawah yang tidak dianjurkan. Hal inilah yang akan sangat merusak sistem metabolisme dan pola tidur pada akhirnya. Baca bagaimana kami merangkum bagi anda tips memilih suplemen yang tepat.

  1.   Gangguan mood

Pernah lihat teman anda yang mudah marah atau malas menjalankan aktifitas saat diet? Gangguan mood tidak seharusnya menjadi produk dari sebuah diet. Namun hal ini bisa terjadi pada sebuah diet yang buruk.

Substansi kimia pada otak yang mengatur mood positif seperti serotonin dan dopamine memiliki fungsi yang bergantung pada makanan dan nutrisi seimbang. Eliminasi dari sebuah karbohidrat dan penurunan kalori sampai ke batas terendah dapat menyebabkan depresi dan kemarahan.

Begitu juga pada kebiasaan makan terlalu banyak, dapat menimbulkan perasaan bersalah, malu serta gangguan kadar gula darah yang mengganggu mood.  Gangguan mood akan mengarah pada stres. Padahal stres akan sangat mengganggu program yang anda jalankan.

Pola diet menawarkan berbagai cara menurunkan berat badan maupun menambah berat badan. Namun sekali lagi prioritaskan kesehatan anda diatas segalanya dan berpikir untuk jangka panjang.

 

Tahukah Bahwa Stress Membuat Anda Makan Lebih Banyak?

Temukan bagaimana mengatasi stress eating dan jaga berat badan anda tetap stabil

Mengapa stres mampu mengarahkan pada nafsu makan yang tidak terbendung?

 

“Stress Eating”

 

Anda mungkin beberapa kali mendengar istilah ini atau bahkan Anda pernah mengalami peristiwa diatas.

 

Bagi Anda yang pernah mengalami, maka apa yang Anda rasakan dikala Anda makan makanan terutama makanan manis disaat stress ? Perasaan yang lebih menenangkan dan menyenangkan bukan?

 

Stres merupakan sebuah peristiwa kompleks yang melibatkan berbagai macam hormon. Sejauh ini, dampak stres bagi penambahan berat badan telah cukup sering diteliti dan nyatanya memang memiliki hubungan yang erat antar keduanya. Dalam kondisi stress, Anda akan terdorong untuk selalu makan makanan yang manis. 

 

Kejadian seperti ini seperti sebuah lingkaran yang tidak berkesudahan. Anda terbiasa makan makanan manis (sugar craving) untuk meredakan stres, yang memicu kita untuk makan lebih banyak lagi dan lagi karena ambang toleransi tubuh akan gula yang semakin meningkat.

 

Baca disini tentang apa yang akan terjadi jika Anda memiliki kebiasaan sugar craving yang terus menerus.

 

Pada artikel ini apa saja yang akan Anda pahami ?

Pertama Anda akan kami ajak untuk memahami bagaimana sistem stres terjadi didalam otak kita.

Kedua, dampak buruk stress terhadap Anda terutama dari program diet yang sedang dijalani.

Kemudian ketiga, mengetahui hubungan antara peningkatan berat badan dengan tingkat stress yang tinggi.

 

Dalam jangka waktu yang pendek, stress dapat menghilangkan nafsu makan. struktur pada otak yang disebut hipotalamus menghasilkan corticotropin-releasing hormone yang menekan nafsu makan. Otak juga langsung memberikan pesan pada kalenjar adrenal untuk memompa hormone epinephrine atau yang biasa disebut adrenaline. Dengan adanya epinephrine ini tubuh beradaptasi dengan respon fight/flight.

 

Respon jenis ini merupakan respon dasar yang memberi keputusan pada otak Anda secara cepat apakah Anda akan melawan atau lari. Sebagai contoh, ada anjing galak dijalan menuju rumah. Seketika ia menyalak dan hendak mengejar. Keputusan Anda untuk melawan atau lari menjauh merupakan fight / flight response yang diputuskan sangat cepat.

 

stress pemicu overeating

 

Namun bagaimana jika stress berlangsung sangat lama? Ini akan terjadi hal yang sama sekali berbeda. Kalenjar adrenal akan menghasilkan hormon yang bernama kortisol dan kortisol meningkatkan selera makan dengan cara meningkatkan motivasi untuk makan.

 

Secara teori, selepas stress menghilang maka tingkat hormon kortisol akan kembali pada angka normalnya, tapi itu jika stres menghilang.

 

Faktanya, setiap hari dipenuhi oleh stress tinggi. Apa saja dapat menjadi penyebab stres. Apa dampaknya ? hormon kortisol Anda akan terus meningkat dan dorongan makan pun akan terus menerus.

 

Dampak lainnya dengan dorongan makan terus menerus adalah peningkatan berat badan disertai jaringan lemak yang mengakibatkan penurunan hormon leptin. Apa manfaat hormon leptin bagi Anda ? Baca selengkapnya di artikel yang kami cantumkan.

 

Stres identik dengan makanan manis dan berlemak

 

Saat Anda stres maka makanan apa yang akan ada di benak ? Donat, kue, camilan manis, permen, hingga martabak. Semua memiliki ciri yang sama yaitu makanan berlemak dan manis.

 

Sejumlah penelitian menyatakan bahwa distress baik secara fisik maupun mental mengarahkan Anda untuk mengkonsumsi makanan yang berlemak serta manis lebih banyak dari biasanya. Tingkat kortisol yang tinggi dikombinasikan dengan tingginya level insulin serta ghreline (hormon yang menyebabkan rasa lapar) menjadi penyebabnya.

 

Baca disini untuk mengenal berbagai macam hormon yang memiliki peran dalam proses diet Anda

 

Makanan berlemak dan manis menjadi makanan pemuas semu yang “menenangkan” otak Anda. Hanya otak, karena sebenarnya tubuh merasa tidak terlalu membutuhkan makanan yang Anda makan.  

 

Ketika makanan tersebut sudah masuk kedalam tubuh, ia akan memiliki timbal balik pada tubuh dengan cara menghentikan aktifitas pada otak yang memproduksi dan memproses sistem stres dan segala hal yang berkaitan dengan emosi.

 

Seperti sudah dibahas diatas, makanan – makanan ini mampu menenangkan gejolak yang ada pada otak saat sedang terjadi stres. Kabar buruknya, makanan seperti ini sifatnya sangat adiktif.

 

Baca juga : 4 Langkah menurunkan berat badan berdasar sains

 

Apakah makan berlebihan menyebabkan berat badan Anda meningkat?

Tentu saja tidak. Makan secara berlebihan bukan satu – satunya faktor yang menyebabkan berat badan Anda bertambah. Namun, orang yang sedang mengalami stress tentu akan mengalami gangguan tidur, ketertarikan akan hobi yang menurun, dan enggan berolahraga. Inilah yang juga turut berkontribusi menyebabkan berat badan berlebih.

 

Siapa yang mengalami lebih buruk? Wanita atau pria?

coping mechanism merupakan mekanisme manusia dalam menghadapi stres dan mekanisme ini berbeda – beda pada setiap orang. Semakin baik coping –nya maka semakin baik pula ia menghadapi stres.

 

Penelitian menyebutkan bahwa wanita memiliki coping-mechanism yang lebih buruk dari pria dalam hal overeating.

 

Penelitian lain pun mengatakan bahwa jumlah kortisol mempengaruhi kebiasaan makan seseorang. Mereka yang memiliki kadar kortisol tinggi lebih cenderung untuk makan lebih banyak snack dibanding mereka yang memiliki tingkat kortisol stabil.

 

Ngemil gak harus berlemak, ada beberapa contoh camilan yang dapat Anda buat sendiri dirumah dan tentunya dengan kalori sangat rendah. Cek resepnya disini.

 

Kami memiliki pendapat sendiri terhadap stres. Mengapa ? karena bagi kami definisi dari fitness adalah keseimbangan nutrisi, pola latihan, pola makan, serta istirahat.

 

Aspek ke-4 yaitu istirahat tidak hanya berkaitan dengan tidur atau istirahat dari waktu latihan, tapi juga mengistirahatkan pikiran. Ketika stres hadir, pikiran kita selalu bercabang dan sangat sulit untuk fokus. Tidak hanya program latihan, segala hal yang Anda jalani pun dapat terhambat. 3 tips ini mungkin dapat menjadi cara Anda menghindari dan mengatasi stress dan meningkatkan coping mechanism.

 

Meditasi.

Meditasi selalu menjadi hal yang disarankan bagi banyak orang dan sudah dibuktikan dengan beragam penelitian. Dengan meditasi Anda akan menjadi lebih tenang dalam memilih beragam sumber makanan. Hal ini dikarenakan, lebih dari 70% yang mempengaruhi keputusan Anda dalam memilih makanan adalah faktor emosi atau biasa sering disebut “laper mata”

 

Olahraga.

Olahraga dengan intensitas rendah – menengah mampu menurunkan tingkat kortisol, namun olahraga dengan intensitas tinggi justru meningkatkan tingkat kortisol. Penelitian yang dilakukan di Universitas California memberi bukti bahwa beberapa aktifitas olahraga memiliki peranan yang cukup besar dalam menurunkan tingkat kortisol.

 

Temukan Komunitas

Stres bukan sebuah peristiwa sepele, ini dapat berkembang menjadi lebih buruk dan menimbulkan banyak masalah sosial. Melawan masalah sosial adalah dengan dukungan sosial. Gabung bersama dengan komunitas yang dirasa mampu mendukung Anda menjadi lebih baik dan menyelesaikan stres.

 

Adams CE, et al. “Lifestyle Factors and Ghrelin: Critical Review and Implications for Weight Loss Maintenance,” Obesity Review (May 2011): Vol. 12, No. 5, electronic publication.

Manzoni GM, et al. “Can Relaxation Training Reduce Emotional Eating in Women with Obesity?”Journal of the American Dietetic Association (Aug. 2009): Vol. 109, No. 8, pp. 1427–32.

Mathes WF, et al. “The Biology of Binge Eating,” Appetite (June 2009): Vol. 52, No. 3, pp. 545–53.

Spencer SJ, et al. “The Glucocorticoid Contribution to Obesity,” Stress (Feb. 6, 2011): Vol. 14, No. 3, pp. 233–46.

Vicennati V, et al. “Stress-Related Development of Obesity and Cortisol in Women,” Obesity (Sept. 2009): Vol. 17, No. 9, pp. 1678–83.

February 1, 2012

 

 

Memahami Lebih Jauh Dan Lebih Lengkap Tentang Suplemen Fitness

Pengetahuan dasar yang harus anda ketahui seputar suplemen fitnes

Dalam hidup sehari – hari tentu anda pernah mendengar istilah suplemen. Baik itu suplemen fitnes, suplemen vitamin, suplemen mineral, suplemen herbal dsb.

Namun pada faktanya di Indonesia sendiri informasi seputar suplemen masih sangat tidak jelas. Terutama hal yang membedakan antara suplemen dan obat – obatan berbahaya hingga legalitasnya. Banyak obat – obat diet yang mengklaim bahwa ia hanya sebuah suplemen padahal mengandung berbagai macam kandungan berbahaya.

Pelabelan sebuah obat menjadi suplemen ini ditujukan agar pengguna sendiri tidak merasa was – was dengan penggunaan obat diet yang memang dapat merugikan kesehatan.

Sebelumnya kami pernah membahas tentang kriteria obat maupun suplemen yang berbahaya untuk dikonsumsi.

Apa yang akan Anda temukan dari artikel kali ini?

Kami akan membahas tentang kriteria sebuah suplemen yang aman dikonsumsi.

Siapa yang benar – benar membutuhkan suplemen.

Serta manfaat essensial dari sebuah suplemen fitnes.

 

Mengapa hal ini penting? Mengorbankan kesehatan hanya semata memiliki tubuh yang kurus adalah hal yang tidak masuk akal. Kami ingin mengajak anda membuka mata bagaimana mengutamakan kesehatan ketika sedang menjalani program diet apapun. Badan bagus itu bonusnya.

 

Apa itu “Dietary Supplement”?

Lebih jauh kami akan menyebutnya sebagai suplemen makanan. Apa saja kriteria sebuah suplemen dikatakan suplemen makanan?

  • Mengandung bahan – bahan dari makanan yang anda konsumsi sehari – hari
  • Mengandung satu atau lebih komposisi makanan seperti vitamin, mineral, asam amino (termasuk didalamnya whey protein, bcaa, creatine).
  • Memiliki sediaan berupa pill, capsule, cairan, atau bubuk.
  • Memiliki label “Suplemen makanan” atau “Dietary Supplement”

 

Pada suplemen juga dipisah lagi menjadi 2 macam kriteria yaitu Vitamin & Mineral dan Herbal.

  1. Vitamin & Mineral

Suplemen – suplemen yang mengandung vitamin, mineral, asam amino merupakan suplemen makanan yang mengandung mikronutrien. Golongan ini termasuk didalamnya suplemen fitnes. Mikronutrien sendiri berfungsi untuk membantu tubuh menjalankan fungsinya dengan baik.

 

Karena tanpa disadari dengan gaya hidup yang buruk, pola makan tidak teratur, diet yang buruk, serta olahraga yang tidak rutin sebuah regulasi tubuh dapat terganggu.

 

Baca juga : Dampak dari diet yang salah bagi kesehatan

 

Sulit menyerap nutrisi yang masuk merupakan salah satu gangguan regulasi tubuh yang kurang mendapat perhatian. Itu mengapa kita membutuhkan sumber micronutrient lain.

 

Keuntungan bagi konsumen :

 

Suplemen vitamin dan mineral merupakan mikronutrisi yang memiliki tujuan spesifik dan memberi keuntungan bagi tubuh.

 

Sebagai contoh, vitamin A membantu kerja sistem penglihatan dan turut andil dalam perkembangan tulang.

 

Penggunaan fat burner sebagai suplemen yang bersifat stimulant memicu tubuh untuk meningkatkan tingkat metabolismenya. Penggunaan suplemen ini dapat digunakan bagi tipe tubuh endomorph yang memiliki kecenderungan tubuh berlemak dan metabolisme lamban.

 

Penggunaan whey protein, bcaa, maupun creatine yang digunakan untuk mendukung program diet fat loss maupun gain mass seseorang dengan membantu masa pemulihan jaringan otot dan sel tubuh.

 

Penggunaan suplemen kelas vitamin diharapkan anda juga tetap mengkonsumsi buah dan sayur – sayuran. Namun memang penggunaan suplemen ini membantu untuk memenuhi defisiensi vitamin dan mineral dari diet.

 

 

  1. Herbal

Secara fungsi suplemen juga memiliki kriteria lain yaitu suplemen herbal. Suplemen herbal ini merupakan suplemen makanan yang memiliki tujuan pengobatan.

 

Suplemen herbal pada umumnya mendukung organ tertentu yang bertujuan pada kesehatan tubuh seperti hati, tulang, maupun kulit.

 

Fakta penggunaan suplemen herbal di dunia ternyata cukup mencengangkan, hampir 80% penduduk dunia memilih suplemen herbal dari obat – obatan medis lainnya.

 

Hal ini dikarenakan suplemen herbal tetap ditujukan sebagai terapi medis.

 

Namun hal yang harus diperhatikan adalah penggunaan suplemen herbal tetap mampu memiliki efek samping. Mengapa? Karena bahan – bahan yang diambil juga berasal dari ekstrak tanaman yang belum diketahui substansi – substansi kimia didalamnya.

 

Siapa yang membutuhkan suplemen?

 

Pada umumnya baik anak – anak maupun orang dewasa dapat merasakan manfaat yang sama dengan penggunaan vitamin setiap harinya.

 

Penggunaan suplemen yang bersifat sebagai penambah kelengkapan gizi harian sangat membantu pemenuhan kebutuhan mikronutrisi.

 

Jangan meremehkan pemenuhan kebutuhan nutrisi tubuh. Makan tidak hanya masalah pemenuhan nafsu lapar dan menjadi kenyang. Makan merupakan proses tubuh dimana ia menyerap nutrisi yang dibutuhkan.

 

Ibarat sebuah sistem kerja, maka ada syarat – syarat yang harus dipenuhi agar sistem tubuh berjalan sebagaimana mestinya. Syarat – syarat itu adalah nutrisi – nutrisi dari makanan baik makronutrient dan mikronutrient.

 

Ada beberapa golongan orang yang membutuhkan suplemen :

  • Wanita hamil dan menyusui
  • Anak – anak maupun remaja dengan gangguan pola makan
  • Pria maupun wanita usia lanjut
  • Vegetarians maupun vegan
  • Orang yang sedang berdiet, atau menghindari kelompok makanan tertentu.
  • Athlete atau anda yang aktif berolahraga
  • Orang yang terlalu sering mengkonsumsi makanan cepat saji dan makanan berlemak

 

Semenjak suplemen fitnes tergolong didalam sebuah suplemen vitamin & mineral maka syarat sebuah suplemen dikatakan baik sudah kami paparkan diatas.

Suplemen fitnes juga memiliki tujuan yang sama yaitu pemenuhan kebutuhan nutrisi dan membantu masa pemulihan tubuh serta meningkatkan kualitas latihan.

Jangan disangka bahwa kebutuhan seorang yang tidak berlatih dan berlatih akan sama saja dari segi nutrisi.

Bagi anda yang rutin berolahraga, pemulihan yang cepat juga merupakan kebutuhan mutlak. Dapat dibayangkan jika olahraga yang tujuannya ingin membangun stamina tubuh justru menghambat aktifitas sehari – hari.

Kebutuhan lain dari olahraga baik itu aerobik maupun anaerobik adalah hasil dari program yang anda jalankan. Tipe ectomorph jelas membutuhkan kalori lebih dan nutrisi lebih untuk meningkatkan berat badannya. Seorang endomorph membutuhkan stimulant untuk meningkatkan kemampuan metabolismenya.

Sekali lagi, tetaplah bijak dalam memilih suplemen bagi kesehatan. Bukan hanya tergiur dengan obat – obatan berbahaya yang melabeli dirinya sebagai suplemen.

 

3 Panduan Mudah Untuk Memilih Suplemen Fitness Yang Tepat

Masih bingung memilih mana suplemen yang cocok bagi anda? Hentikan membuang buang waktu dan uang

Suplemen fitness sudah cukup dikenal lama di Indonesia, padahal keberadaannya sendiri sudah mencapai lebih dari 50 tahun di dunia.

Namun pemahaman dalam pemilihan dan penggunaan suplemen fitness masih jarang karena gaya hidup fitness di Indonesia pun baru akhir – akhir ini semakin meluas di Nusantara.

Definisi suplemen sendiri dapat anda temukan disini. Dimana kami membahas tentang bagaimana definisi suplemen dari segi manfaat, kriteria sebuah suplemen yang membedakannya dengan obat – obatan.

Kebutuhan wanita dewasa ini akan bentuk tubuhnya sudah sangat berbeda. Wanita tidak lagi hanya mengejar “jarum timbangan” dimana semakin kecil anda maka semakin cantik. Wanita sudah mulai beralih tentang “body curve” dimana estetis tubuh lebih diutamakan dari sekadar berat badan.

Hal ini lah yang mendorong kaum hawa memasukkan program latihan beban kedalam pola diet mereka. Hal yang dulunya sempat ditakuti karena latihan beban dianggap mampu membuat tubuh seorang wanita menjadi kekar.

Padahal faktanya banyak manfaat latihan beban bagi wanita yang belum anda pahami diluar mitos kosong tentang akan kekarnya tubuh wanita ketika berlatih beban.

Tapi bagi anda yang sampai ketika membaca artikel ini belum memulai latihan beban maka baca dulu beberapa artikel yang telah kami siapkan khusus bagi anda :

  • Latihan beban dan pencegahannya bagi osteoporosis
  • Q & A sebelum anda mulai berlatih beban

Pola latihan yang tepat dan rutin tidak dapat berlangsung sempurna tanpa pola makan yang tepat sesuai kebutuhan dan tujuan.

Mungkin anda pernah melihat beberapa kasus disekitar tentang banyaknya orang yang sangat rutin berolahraga dan sangat intense di gym. Namun setelah berjalan 2 atau 4 bulan tidak ada perubahan yang terlalu berarti pada tubuhnya.

Mengapa ? Mudah saja, fitness bukan masalah anda berlatih beban atau berolahraga sampai batas. Fitness memiliki 3 unsur penting yang menyusunnya yaitu : Aktifitas Fisik, Nutrisi, Istirahat, dan Kesehatan Mental.

Jika anda hanya menjalankan salah satunya maka bukan tidak mungkin usaha yang anda lakukan seberat apapun itu akan sia – sia.

Kesehatan mental atau tingkat stress juga memiliki peran penting untuk mencapai goal yang anda inginkan.

Pada bahasan kali ini secara khusus kami ingin membahas bagaimana memilih suplemen fitness yang tepat bagi anda. Mengingat peran suplemen cukup penting dalam menyempurnakan kelengkapan nutrisi anda. Dikarenakan tidak semua sumber nutrisi dapat anda miliki dari makanan sehari – hari ditambah lagi dengan banyaknya radikal bebas yang tidak menjamin kebersihan dari makanan yang kita konsumsi sehari – hari.

Bagaimana Memilih Suplemen Fitness yang Sesuai Kebutuhan?

  1. Pahami Goal Yang Ingin Anda Capai

“Suplemen apa sih yang paling bagus buat saya?”

Pertanyaan tersering yang masuk ke email dan kontak kami.  Jujur saja ketika ditanya seperti ini saya juga bingung. Ini seperti bertanya baju apa yang bagus buat saya tanpa memberi tahu tujuan anda membeli baju.

Saya tidak tahu anda membeli baju untuk pergi ke pesta, menghadiri jamuan makan malam penting, urusan bisnis, atau hanya piknik.

Paham jalan pemikirannya? Setiap baju sangat bagus jika digunakan sesuai kebutuhan dan tujuan. Begitu juga yang berlaku pada suplemen fitness.

Weight gainer adalah susu protein dengan komposisi protein dan karbohidrat disertai jumlah kalori yang sangat tinggi. Cocok bagi mereka yang ingin menambah berat badan, tapi jelas tidak cocok bagi anda yang ingin menurunkan berat badan. Penggunaan weight gainer hanya membuat anda surplus kalori.

Jika anda ingin menurunkan berat badan maka ada beberapa suplemen yang kami rekomendasikan :

  • Whey Protein :
    • sebagai asupan lengkap protein tinggi (lebih dari 80% protein per serving) namun memiliki kalori yang sangat rendah
  • BCAA :
    • Membantu tubuh untuk menjalankan fase pemulihan dan memastikan bahwa otot yang rusak karena latihan tidak membutuhkan waktu lama untuk menjadi sel baru dan lebih baik. Ini membantu metabolisme tubuh anda menjadi lebih maksimal dan membakar kalori lebih banyak
  • Casein :
    • Tidur adalah “ladang recovery”. Mengapa? Karena di fase ini tubuh benar – benar memaksimalkan fungsi tubuh hanya untuk memulihkan sel – sel tubuh agar kembali normal. Penggunaan casein membuat tubuh menjadi semakin efektif dalam meningkatkan fase pemulihan dikala tidur
  • Fat Burner :
    • Tipe endomorph memiliki kecenderungan yaitu metabolisme yang lambat. Fat burner baik stimulant maupun non stimulant berfungsi untuk meningkatkan metabolisme tubuh.
      • Rekomendasi Fat Burner bagi wanita : Tone (Non- Stimulant) dan Burn (Stimulant)
      • Rekomendasi Fat Burner bagi pria : Shred Matrix (Stimulant) dan CLA Core (Non-Stimulant)

1.Baca Kandungan Nutrisi

Hindari berbagai komposisi – komposisi berbahaya yang justru merugikan tubuh. Sebelumnya kami pernah membahas mengenai komposisi – komposisi yang berbahaya dan membedakan antara suplemen dengan obat – obatan diet berbahaya disini.

2. Gunakan Sesuai Kebutuhan

Berhemat memang baik namun jika itu justru mengurangi atau menambah dosis sehingga kebutuhan anda tidak tercapai atau justru berlebih itu merupakan hal yang salah.

Sebagai contoh untuk penggunaan yang salah adalah sajian yang disarankan untuk penggunaan whey protein adalah 1 scoop per sajian dan digunakan 2x sehari yaitu pagi hari dan sebelum latihan.

Namun karena mahal anda hanya menggunakan 1x setelah latihan dimana latihan anda hanya 3x dalam seminggu. Whey protein bukan bubuk ajaib yang memberi dampak luar biasa hanya selepas anda berlatih. Whey protein merupakan suplemen fitness yang memenuhi kebutuhan nutrisi, sedangkan pemenuhan nutrisi seharusnya dipenuhi setiap hari.

Hasilnya? Penggunaan whey protein tidak ada hasil apapun pada tubuh. Saya sering mengatakan bahwa suplemen bukan obat, tidak ada sifat ketergantungan disini jadi lepas anda menggunakan suplemen tidak serta merta tubuh anda langsung kehilangan massa otot atau menjadi lemas dsb.

Baca juga : Alasan mengapa wanita tidak perlu takut dengan penggunaan whey protein

Gunakan sesuai kebutuhan dan maksimalkan latihan anda.

Nutrisi yang tidak seimbang juga merupakan salah satu sebab mengapa seseorang gagal untuk diet. Pastikan anda tidak melupakan kebutuhan nutrisi sementara tubuh bekerja keras. Sebuah mobil mewah tentu membutuhkan bahan bakar yang jauh lebih berkualitas dan lebih banyak dari mobil biasa.

Pilihan anda apakah anda sebuah mobil mewah atau hanya mobil biasa?