Supplement’s Fact : Whey Protein Hydrolyzed dan Prosesnya

Bagaimanakah komposisi whey protein hydrolyzed dan manfaatnya bagi tubuh anda

 

Protein merupakan nutrisi penting yang tidak bisa dipisahkan dari kebutuhan manusia dan olahraga. Begitu pentingnya, protein selalu menjadi pembahasan utama di berbagai forum nutrisi untuk atlet.

 

Atlet umumnya mengkonsumsi suplemen protein dalam bentuk minuman atau makanan pada saat sebelum dan sesudah sesi latihan dan bertanding. Protein merupakan makanan bagi otot para atlet yang akan mendukung kerja otot tetap maksimal. Selain itu, dengan protein yang cukup akan membuat otot lebih cepat sembuh dari kelelahan pasca latihan dan bertanding.

 

Protein juga dikonsumsi atlet untuk tujuan meningkatkan performa, daya tahan, dan massa tubuh. Apakah hanya atlet? Tentu saja tidak, atlet hanya membutuhkan protein lebih banyak saja dibanding mereka yang berolahraga secukupnya.

 

Protein tersusun atas rantai-rantai asam amino yang saling dihubungkan oleh peptida sehingga membentuk beragam struktur yang kompleks. Kita sendiri umumnya mengenal protein  dari makanan berbahan dasar daging hewan, telur, susu, dan kedelai. Tetapi protein dalam bahan makanan tidak dapat diserap dengan cepat setelah dikonsumsi.

 

Ada proses metabolisme di dalam tubuh untuk memecah protein sehingga siap dimanfaatkan oleh berbagai sel dalam tubuh. Ini jelas menjadi masalah untuk para atlet atau fitness enthusiast yang hampir setiap hari tubuhnya digunakan untuk bekerja keras selama latihan karena mereka membutuhkan asupan protein yang bisa diserap cepat oleh tubuh.

 

Sementara itu, whey protein concentrate dan isolate dirasa masih kurang untuk memenuhi kebutuhan protein yang lebih cepat dicerna untuk para atlet. Whey protein concentrate dan isolate masih tersusun atas struktur asam amino dan peptida yang kompleks. Melihat permasalahan tersebut, maka dibentuklah sebuah teknologi baru penyediaan whey dimana protein dipecah ke dalam bentuk asam amino dan peptida yang lebih sederhana melalui proses hydrolisis agar dapat lebih mudah diserap dan dimanfaatkan oleh tubuh.

 

Apa itu whey protein hydrolyzed?

Awalnya kita mengenal whey protein sebagai produk samping dari industri keju. Seiring perkembangan penelitian dan teknologi yang digunakan, kini Anda mengenal whey protein sebagai produk protein berkualitas tinggi yang kaya akan asam amino esensial dan biological value 15% lebih tinggi daripada telur. Menurut jurnal Whey Protein Hydrolysates: Current knowledge and Challenges tahun 2009, whey protein direkomendasikan untuk berbagai fungsi tubuh seperti pemacu pertumbuhan dan meningkatkan daya tahan tubuh dari berbagai perubahan cuaca dan serangan mikrobia. Tapi ternyata lebih jauh lagi whey protein ikut direkomendasikan dari dunia medis sebagai asupan nutrisi pasca sakit, membantu mempercepat penyembuhan luka, dan menjaga kesehatan pada bagian pencernaan.

 

Whey protein hydrolyzed adalah suplemen protein pengganti susu yang memiliki nilai nutrisi tinggi, mudah diserap, dan sangat minim menimbulkan energi. Pada dasarnya whey protein hydrolyzed adalah whey protein concentrate atau isolate yang telah diminimalisir kandungan laktosa, lemak, dan berbagai mineral lainnya.

 

Tetapi, whey protein ini kemudian mengalami proses hidrolisis dengan tujuan untuk menyederhanakan rantai asam amino (peptida) pada proses produksinya. Hasilnya membuat whey protein hydrolyzed tersusun atas sekumpulan peptida yang lebih sederhana daripada whey protein lainnya. Rantai asam amino yang sederhana mampu membuatnya lebih cepat untuk diserap dan dimanfaatkan oleh tubuh. Selain itu, penggunaan teknologi pengolahan yang mengikuti standar kemanan pada pengolahan produk pangan dan berbagai hasil penelitian menunjukkan bahwa protein hydrolyzed adalah salah satu pilihan tepat bahan makanan kaya protein yang aman untuk dikonsumsi.

 

Bagaimana ini diproduksi?

Sama seperti whey protein concentrate dan isolate, whey protein hydrolyzed berbahan dasar susu murni. Whey cair dipisahkan dari susu murni dan kemudian dipasteurisasi agar lebih awet sebelum diproses lebih lanjut.

 

Pada tahap berikutnya, terjadi proses pemisahan protein dari kandungan laktosa, lemak, dan mineral lainnya dari whey cair dengan tujuan untuk mendapatkan kemurnian protein yang tinggi. Pada whey protein hydrolyzed, proses ini bisa menggunakan teknologi ultrafiltrasi pada whey protein concentrate atau mikrofiltrasi dan ion exchange pada whey protein isolate. Perbedaan penggunaan teknologi filtrasi ini dilakukan berdasarkan kebutuhan tingkat kemurnian protein dalam produk whey protein hydrolyzed yang akan dihasilkan.

 

Proses hidrolisis pada whey protein umumnya dilakukan menggunakan proses hidrolisis enzimatis karena lebih mampu menjaga kandungan asam amino esensial seperti tryptophan, dibandingkan dengan proses hidrolisis kimiawi. Proses hidrolisis dimulai dengan memanaskan protein murni dalam kondisi asam atau akaline. Selanjutnya ditambahkan enzim proteolitik sehingga mampu membelah dan menghidrolisis ikatan peptida yang ada di dalam protein menjadi rantai asam amino yang lebih sederhana. Proses ini merupakan hasil adopsi dari proses hydrolisis protein yang terjadi secara alami di pencernaan tubuh kita.

 

Komposisi whey protein hydrolyzed

Whey protein hydrolyzed tersusun atas kandungan protein, lakstosa, lemak, dan air. Kandungan protein dalam whey protein hydrolyzed minimal sebesar 80% jika menggunakan teknologi proses filtrasi dari whey protein concentrate namun mampu lebih tinggi lagi jika menggunakan teknologi proses filtrasi pada whey protein isolate. Sementara itu, kandungan laktosa pada whey protein hydrolyzed dari  bahan whey protein concentrate sekitar 3-7% dengan kandungan lemaknya berkisar 5-7%. Itu artinya untuk Anda yang intoleran dengan laktosa dan ingin susu protein rendah lemak,  lebih aman untuk mengkonsumsi whey protein hydrolyzed dari whey protein isolate karena kadar laktosa dan lemaknya yang sangat rendah.

 

Pada sisi komposisi fisik, whey protein hydrolyzed yang dipasarkan telah lolos uji microbiological untuk memastikan Anda aman dalam mengkonsumsinya. Standar yang telah ditetapkan mengharuskan kedua whey protein concentrate bebas dari bakteri E. Coli, Salmonella, Listeria, dan Staphylococci. Dengan demikian kenyamanan pencernaan Anda setelah mengkonsumsinya dapat dipertanggungjawabkan. Sementara itu, warna dan rasa whey protein isolate adalah putih dan tidak berasa seperti susu murni karena proses produksi yang digunakan benar-benar mampu bekerja untuk menjaga kemurnian sifat susu sampai menjadi whey protein hydrolyzed bubuk.

 

Manfaat whey protein hydrolyzed

Menurut Chris Lockwood, Ph.D.  whey protein hydrolyzed mampu bekerja untuk membantu meningkatkan pemulihan pasca latihan dan meningkatkan fungsi kekebalan tubuh, serta meningkatkan kemampuan thermogenesis tubuh, meningkatkan metabolisme lemak, dan mengurangi rasa lapar. Jadi whey tidak hanya sebagai pembangun massa otot, namun juga sebagai pembakar lemak yang hebat.

 

Masih menurut Chris Lockwood, Ph.D., whey protein hydrolyzed disarankan dikonsumsi untuk meningkatkan kadar asam amino plasma yang lebih cepat daripada whey protein lainnya. Semakin cepat kenaikan asam amino darah, semakin besar total sintesis protein pada otot. Bahkan disertasinya mengungkapkan bahwa orang yang mengkonsumsi 30 gram hydrolyzed dua kali per hari secara signifikan meningkatkan massa otot dan mengurangi lemak tubuh tanpa secara signifikan mempengaruhi berat total tubuh.

Senada dengan Chris Lockwood, Ph.D., jurnal Protein hydrolysates in sports nutrition, mengemukakan bahwa whey protein hydrolyzed dapat digunakan sebagai suplemen untuk olah raga dan bukan sebagai pengganti makanan. Atlet dapat menggunakan produk whey ini untuk mendorong peningkatan plasma asam amino dalama darah pada saat sebelum, selama dan setelah latihan sehingga dapat memaksimalkan proses anabolisme protein pada otot dan pemulihan pasca latihan.

 

 

Maksimalkan Konsumsi Hydrolyzed

 

Seperti yang disarankan pada jurnal Breakthrough Teknology Produces Concentrated Whey Protein With Bioactive Immunoglobulins, disebutkan bahwa kebutuhan protein tiap orang untuk sehari adalah sekitar 0.8 gram setiap 1 kg berat badannya. Untuk wanita dengan berat badan 125 pon membutuhkan sekitar 45 gram protein dan pria dengan berat badan 170 pon membutuhkan 62 gram protein setiap harinya.

 

Whey protein hydrolyzed umumnya dikonsumsi dalam bentuk shake sebagai nutrisi pre- dan post-workout atau pada pagi hari. Olahan whey protein shake tidak hanya mudah untuk dibuat, tetapi juga lezat dan kaya nutrisi dengan rata-rata 25 gram protein setiap sajiannya. Sebagai pre workout, whey protein hydrolyzed akan mencukupi pasokan asam amino di dalam darah sehingga otot mendapat makanan yang cukup selama latihan. Sebagai nutrisi post-workout, whey protein hydrolyzed akan membantu pemulihan otot dengan memaksimalkan respon anabolik dan meningkatkan sintesis protein. Penelitian menunjukkan bahwa whey hydrolyzed dapat meningkatkan respon pertumbuhan selepas sesi latihan beban, mengurangi lemak tubuh dan mempercepat waktu pemulihan, serta mengurangi nyeri otot.

Kesimpulan

            Kami menggunakan atlet sebagai tolak ukur dari penggunaan whey hydrolyzed, namun tidak menutup kemungkinan digunakan bagi anda seorang fitness enthusiast yang mengharapkan kualitas terbaik dari whey protein.

Kini Anda sudah tahu bahwa setiap jenis produk whey protein memiliki teknologi pengolahan, spesifikasi produk dan kemampuan produk yang berbeda. Are you hydrolyzed type?

 

Comments

comments

Leave a Reply