Tahukah Bahwa Stress Membuat Anda Makan Lebih Banyak?

Temukan bagaimana mengatasi stress eating dan jaga berat badan anda tetap stabil

stres membuat berat badan naik

Mengapa stres mampu mengarahkan pada nafsu makan yang tidak terbendung?

 

“Stress Eating”

 

Anda mungkin beberapa kali mendengar istilah ini atau bahkan Anda pernah mengalami peristiwa diatas.

 

Bagi Anda yang pernah mengalami, maka apa yang Anda rasakan dikala Anda makan makanan terutama makanan manis disaat stress ? Perasaan yang lebih menenangkan dan menyenangkan bukan?

 

Stres merupakan sebuah peristiwa kompleks yang melibatkan berbagai macam hormon. Sejauh ini, dampak stres bagi penambahan berat badan telah cukup sering diteliti dan nyatanya memang memiliki hubungan yang erat antar keduanya. Dalam kondisi stress, Anda akan terdorong untuk selalu makan makanan yang manis. 

 

Kejadian seperti ini seperti sebuah lingkaran yang tidak berkesudahan. Anda terbiasa makan makanan manis (sugar craving) untuk meredakan stres, yang memicu kita untuk makan lebih banyak lagi dan lagi karena ambang toleransi tubuh akan gula yang semakin meningkat.

 

Baca disini tentang apa yang akan terjadi jika Anda memiliki kebiasaan sugar craving yang terus menerus.

 

Pada artikel ini apa saja yang akan Anda pahami ?

Pertama Anda akan kami ajak untuk memahami bagaimana sistem stres terjadi didalam otak kita.

Kedua, dampak buruk stress terhadap Anda terutama dari program diet yang sedang dijalani.

Kemudian ketiga, mengetahui hubungan antara peningkatan berat badan dengan tingkat stress yang tinggi.

 

Dalam jangka waktu yang pendek, stress dapat menghilangkan nafsu makan. struktur pada otak yang disebut hipotalamus menghasilkan corticotropin-releasing hormone yang menekan nafsu makan. Otak juga langsung memberikan pesan pada kalenjar adrenal untuk memompa hormone epinephrine atau yang biasa disebut adrenaline. Dengan adanya epinephrine ini tubuh beradaptasi dengan respon fight/flight.

 

Respon jenis ini merupakan respon dasar yang memberi keputusan pada otak Anda secara cepat apakah Anda akan melawan atau lari. Sebagai contoh, ada anjing galak dijalan menuju rumah. Seketika ia menyalak dan hendak mengejar. Keputusan Anda untuk melawan atau lari menjauh merupakan fight / flight response yang diputuskan sangat cepat.

 

stress pemicu overeating

 

Namun bagaimana jika stress berlangsung sangat lama? Ini akan terjadi hal yang sama sekali berbeda. Kalenjar adrenal akan menghasilkan hormon yang bernama kortisol dan kortisol meningkatkan selera makan dengan cara meningkatkan motivasi untuk makan.

 

Secara teori, selepas stress menghilang maka tingkat hormon kortisol akan kembali pada angka normalnya, tapi itu jika stres menghilang.

 

Faktanya, setiap hari dipenuhi oleh stress tinggi. Apa saja dapat menjadi penyebab stres. Apa dampaknya ? hormon kortisol Anda akan terus meningkat dan dorongan makan pun akan terus menerus.

 

Dampak lainnya dengan dorongan makan terus menerus adalah peningkatan berat badan disertai jaringan lemak yang mengakibatkan penurunan hormon leptin. Apa manfaat hormon leptin bagi Anda ? Baca selengkapnya di artikel yang kami cantumkan.

 

Stres identik dengan makanan manis dan berlemak

 

Saat Anda stres maka makanan apa yang akan ada di benak ? Donat, kue, camilan manis, permen, hingga martabak. Semua memiliki ciri yang sama yaitu makanan berlemak dan manis.

 

Sejumlah penelitian menyatakan bahwa distress baik secara fisik maupun mental mengarahkan Anda untuk mengkonsumsi makanan yang berlemak serta manis lebih banyak dari biasanya. Tingkat kortisol yang tinggi dikombinasikan dengan tingginya level insulin serta ghreline (hormon yang menyebabkan rasa lapar) menjadi penyebabnya.

 

Baca disini untuk mengenal berbagai macam hormon yang memiliki peran dalam proses diet Anda

 

Makanan berlemak dan manis menjadi makanan pemuas semu yang “menenangkan” otak Anda. Hanya otak, karena sebenarnya tubuh merasa tidak terlalu membutuhkan makanan yang Anda makan.  

 

Ketika makanan tersebut sudah masuk kedalam tubuh, ia akan memiliki timbal balik pada tubuh dengan cara menghentikan aktifitas pada otak yang memproduksi dan memproses sistem stres dan segala hal yang berkaitan dengan emosi.

 

Seperti sudah dibahas diatas, makanan – makanan ini mampu menenangkan gejolak yang ada pada otak saat sedang terjadi stres. Kabar buruknya, makanan seperti ini sifatnya sangat adiktif.

 

Baca juga : 4 Langkah menurunkan berat badan berdasar sains

 

Apakah makan berlebihan menyebabkan berat badan Anda meningkat?

Tentu saja tidak. Makan secara berlebihan bukan satu – satunya faktor yang menyebabkan berat badan Anda bertambah. Namun, orang yang sedang mengalami stress tentu akan mengalami gangguan tidur, ketertarikan akan hobi yang menurun, dan enggan berolahraga. Inilah yang juga turut berkontribusi menyebabkan berat badan berlebih.

 

Siapa yang mengalami lebih buruk? Wanita atau pria?

coping mechanism merupakan mekanisme manusia dalam menghadapi stres dan mekanisme ini berbeda – beda pada setiap orang. Semakin baik coping –nya maka semakin baik pula ia menghadapi stres.

 

Penelitian menyebutkan bahwa wanita memiliki coping-mechanism yang lebih buruk dari pria dalam hal overeating.

 

Penelitian lain pun mengatakan bahwa jumlah kortisol mempengaruhi kebiasaan makan seseorang. Mereka yang memiliki kadar kortisol tinggi lebih cenderung untuk makan lebih banyak snack dibanding mereka yang memiliki tingkat kortisol stabil.

 

Ngemil gak harus berlemak, ada beberapa contoh camilan yang dapat Anda buat sendiri dirumah dan tentunya dengan kalori sangat rendah. Cek resepnya disini.

 

Kami memiliki pendapat sendiri terhadap stres. Mengapa ? karena bagi kami definisi dari fitness adalah keseimbangan nutrisi, pola latihan, pola makan, serta istirahat.

 

Aspek ke-4 yaitu istirahat tidak hanya berkaitan dengan tidur atau istirahat dari waktu latihan, tapi juga mengistirahatkan pikiran. Ketika stres hadir, pikiran kita selalu bercabang dan sangat sulit untuk fokus. Tidak hanya program latihan, segala hal yang Anda jalani pun dapat terhambat. 3 tips ini mungkin dapat menjadi cara Anda menghindari dan mengatasi stress dan meningkatkan coping mechanism.

 

Meditasi.

Meditasi selalu menjadi hal yang disarankan bagi banyak orang dan sudah dibuktikan dengan beragam penelitian. Dengan meditasi Anda akan menjadi lebih tenang dalam memilih beragam sumber makanan. Hal ini dikarenakan, lebih dari 70% yang mempengaruhi keputusan Anda dalam memilih makanan adalah faktor emosi atau biasa sering disebut “laper mata”

 

Olahraga.

Olahraga dengan intensitas rendah – menengah mampu menurunkan tingkat kortisol, namun olahraga dengan intensitas tinggi justru meningkatkan tingkat kortisol. Penelitian yang dilakukan di Universitas California memberi bukti bahwa beberapa aktifitas olahraga memiliki peranan yang cukup besar dalam menurunkan tingkat kortisol.

 

Temukan Komunitas

Stres bukan sebuah peristiwa sepele, ini dapat berkembang menjadi lebih buruk dan menimbulkan banyak masalah sosial. Melawan masalah sosial adalah dengan dukungan sosial. Gabung bersama dengan komunitas yang dirasa mampu mendukung Anda menjadi lebih baik dan menyelesaikan stres.

 

Adams CE, et al. “Lifestyle Factors and Ghrelin: Critical Review and Implications for Weight Loss Maintenance,” Obesity Review (May 2011): Vol. 12, No. 5, electronic publication.

Manzoni GM, et al. “Can Relaxation Training Reduce Emotional Eating in Women with Obesity?”Journal of the American Dietetic Association (Aug. 2009): Vol. 109, No. 8, pp. 1427–32.

Mathes WF, et al. “The Biology of Binge Eating,” Appetite (June 2009): Vol. 52, No. 3, pp. 545–53.

Spencer SJ, et al. “The Glucocorticoid Contribution to Obesity,” Stress (Feb. 6, 2011): Vol. 14, No. 3, pp. 233–46.

Vicennati V, et al. “Stress-Related Development of Obesity and Cortisol in Women,” Obesity (Sept. 2009): Vol. 17, No. 9, pp. 1678–83.

February 1, 2012

 

 

Comments

comments

Leave a Reply