Peran Dan Fungsi BCAA Dalam Program Anda

fungsi bcaa

 

Apa yang ditakuti bagi yang sedang menjalani diet fat loss atau cutting ?

 

Saat fatloss / cutting, Anda tentu akan berada dalam defisit kalori. Dalam kondisi ini tubuh akan mengurangi massa tubuh yang dimiliki. Harapannya yang berkurang adalah massa lemak, namun bagaimana jika yang berkurang justru massa otot? Apa yang akan terjadi ?

 

Penurunan massa otot berarti terjadi penurunan metabolisme karena jaringan lemak sendiri tidak mampu menginisiasi metabolisme. Penurunan metabolisme berarti penurunan kemampuan Anda dalam membakar kalori yang masuk. Kemampuan penurunan metabolisme ini akan menyebabkan tubuh Anda menimbun lebih banyak lemak.

 

Definisi sebuah diet cutting adalah menurunkan kadar lemak sebanyak – banyaknya sambil mempertahankan massa otot yang sudah dimiliki. Sehingga program dietnya dengan yang hanya bertujuan untuk menurunkan berat badan pun akan sangat berbeda.

 

Prinsip yang dipegang didalam cutting dimaksudkan agar tubuh tidak terlalu kurus ketika diet berhasil dijalankan. Anda paham bahwa volume lemak sangat besar, sehingga penurunan kadar lemak yang cukup banyak akan membuat tubuh Anda nampak “kecil”. Inilah mengapa penting untuk menjaga massa otot sebanyak – banyaknya.

 

Mempertahankan massa otot bukan hal yang mudah. Bagi Anda yang memiliki kadar lemak masih tinggi, otot dapat dipertahankan dengan mudah. Namun bagi yang kadar lemak rendah hingga sangat rendah, massa otot dapat dengan mudah sekali hilang untuk dijadikan energi. Mengingat semakin besar jumlah massa ototnya maka semakin tinggi pula metabolismenya.

 

Apa yang perlu Anda ketahui tentang anabolisme ?

 

Anabolisme dan katabolisme, istilah yang sudah cukup dikenal. Katabolik dianggap sebagai penyusutan dan anabolik dipahami sebagai fase pembangunan massa otot.

 

Anabolisme merupakan sebuah proses metabolisme (proses didalam tubuh) yang membangun sebuah molekul dari satuan yang lebih kecil. Reaksi ini jelas membutuhkan energi. Proses ini melibatkan dari satuan tubuh terkecil dari sel, jaringan, hingga organ.

 

Anabolisme berlawanan dengan katabolisme dimana anabolisme membutuhkan asupan energi dari ATP yang Anda dapatkan dari makanan sehari – hari. Proses anabolisme ini terjadi juga didalam sel otot. Proses ini dipengaruhi oleh beberapa hormon yang tergolong hormon anabolik seperti insulin yang nantinya akan sangat mempengaruhi sintesis protein.

 

 

Dimana BCAA berperan?

 

BCAA bertujuan untuk meningkatkan massa otot bebas lemak dan performa. BCAA terdiri dari 3 rantai asam amino yaitu Valine, Leusin, dan Iso-leusin. Tiga rantai asam amino ini berperan sebagai “bahan makanan otot” Anda. Hal ini bertujuan agar massa otot tidak digunakan sebagai sumber energi dalam proses katabolisme.

 

Sebuah fakta menarik adalah BCAA dapat bergerak melalui darah ke otak dan menurunkan produksi serotonin yang ada di pusat otak, penurunan neurotransmitter ini dapat menurunkan kelelahan dengan mengurangi jumlah serotonin yang dapat menciptakan rasa lelah.

 

Bagaimana cara BCAA untuk mencegah penyusutan massa otot?

 

Sementara suplementasi BCAA mungkin berguna untuk menambah massa otot, banyak yang percaya BCAA sangat membantu untuk seseorang yang sedang menjaga massa otot saat melakukan diet ketat.

 

BCAA dengan rantai didalamnya yaitu Valine, Leusin dan isoleusin membentuk sekitar 1/3 dari protein pada otot. BCAA mengurangi kelelahan otot, mempercepat pemulihan, mengurangi hilangnya asam amino lainnya dari otot selama latihan dan membantu tubuh menyerap protein lebih baik. Kekurangan salah satu dari asam amino ini akan menyebabkan hilangnya otot. Tidak seperti asam amino lainnya, BCAA dimetabolisme di otot dan bukan hati.

 

BCAA sebagai salah satu asam amino memiliki karakteristik yang mudah menghilang dari otot saat sedang latihan. Meminum BCAA sebelum dan/ atau selama berlatih akan meningkatkan kinerja dan menunda kelelahan. Meminum BCAA setelah latihan atau makan setelah latihan dapat menurunkan tingkat kortisol dan mengganti tingkatan pada otot lebih cepat. Hormon kortisol ini yang memiliki pengaruh dalam merusak otot tubuh Anda.

 

 

BCAA dan fungsinya dalam proses anabolisme

 

BCAA bertindak sebagai agen pembawa nitrogen yang membantu otot-otot dalam mensintesis asam amino lainnya yang dibutuhkan dalam proses anabolisme otot. Hal ini dikarenakan proses anabolisme membutuhkan energi didalamnya.

 

BCAA mampu menstimulasi produksi insulin, dimana fungsi utamanya adalah untuk menggunakan sirkulasi gula darah yang akan diikat untuk diolah menuju sel – sel otot sebagai sumber energi. Produksi insulin sekaligus membuat terjadinya penyerapan asam amino oleh otot.

 

BCAA bersifat anabolik dan juga sebagai anti-katabolik karena kemampuannya yang segara signifikan meningkatkan sintesis protein, memfasilitasi pelepasan hormon seperti growth hormone (GH), IGH-1, dan insulin, serta dapat membantu menjaga testosteron untuk keseimbangan kortisol.

 

BCAA juga merupakan anti-katabolik yang baik karena mereka dapat membantu mencegah pemecahan protein dan kehilangan otot. Hal ini sangat penting dan harus berjalan seimbang, bagaimana jika proses anabolik terjadi namun proses katabolik pun terjadi dengan sangat cepat. disinilah dibutuhkan peran anti katabolik untuk mencegah penyusutan otot.

 

 Selama asupan kalori rendah karena berada dalam diet, penggunaan BCAA sangat direkomendasikan karena adanya resiko besar yaitu hilangnya otot karena penurunan laju sintesis protein dan peningkatan proteolisis, yang merupakan proses hidrolitik dimana terjadi pemecahan protein menjadi lebih sederhana, zat yang terlarut seperti peptida dan asam amino dapat terjadi selama proses pencernaan.

 

Apa fungsi BCAA dalam sistem kekebalan tubuh?

Banyak orang yang hanya menyoroti fungsi BCAA pada paragraf awal dimana ia sangat berperan dalam mencegah penyusutan otot dan mencegah proses katabolisme dalam tubuh. Padahal masih ada manfaat lain yang dapat Anda dapatkan dari penggunaan BCAA yaitu dukungan sistem kekebalan tubuh.

 

Setiap kali Anda melangkahkan kaki untuk pergi ke gym dan berlatih beban, Anda secara langsung membebankan sejumlah stres ke tubuh. Jika tubuh tidak bisa mentoleransi tingkatan stres maka Anda akan menemukan masalah mengenai pemulihan otot dan ada kemungkinan peningkatan penyakit. Hal ini karena pembebanan stress mampu menurunkan sistem imunitas.

 

Asam amino essensial tidak bisa diproduksi oleh tubuh dan mau tidak mau membutuhkan asupan dari luar tubuh. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Laboratorium Human Nutrition for Athlete menyarankan bahwa mengkonsumsi BCAA pada saat olahraga akan membantu proses kekebalan tubuh Anda.

 

 

Apa kata studi tentang BCAA?

 

Pada sebuah penelitian yang dilakukan oleh Nutritional Journal of Medicine, pemecahan massa otot atau yang biasa disebut katabolisme dapat dikurangi dengan penggunaan BCAA. Pada penelitian ini juga ditemukan bahwa pada latihan anaerobik terjadi peningkatan katabolik selama 4 – 14 jam setelah latihan. Jika proses anabolik berlangsung lebih baik dari proses katabolik maka Anda mengalami perkembangan massa otot dari segi volume dan kekuatan. Tapi jika katabolik yang lebih besar maka hal sebaliknya akan berlaku.

 

BCAA yang memiliki kemampuan daya serap tinggi mampu memenuhi kebutuhan tubuh akan proses anabolisme. Hal ini akan menjadi keuntungan bagi Anda dengan menggunakan BCAA adalah dengan proses anabolik yang berlangsung lebih lama dari katabolik.

 

BCAA dan recovery

 

Sebagai asupan asam amino yang mudah diserap, BCAA tidak hanya memiliki peranan dalam proses pembentukan massa otot dan mencegah penyusutannya. Perkembangan massa otot bukan dipengaruhi oleh beban yang sangat berat, melainkan saat dimana Anda memberikan nutrisi yang tepat. BCAA dengan kualitas asam amino esensial yang tinggi mampu memberikan asupan nutrisi cepat saji dan mampu mempercepat fase pemulihan setelah latihan.

 

 

Bagaimana dan kapan waktu terbaik untuk menggunakan BCAA?

 

BCAA merupakan suplemen dengan daya serap yang luar biasa tinggi. Di pasaran terdapat 2 bentuk sediaan yaitu cair dan capsule atau tablet. Namun pada dasarnya sediaan hanya dibuat untuk menyesuaikan kebiasaan seseorang mengonsumsi sesuatu karena ada yang punya masalah dengan menelan tablet.

 

 

Mengkonsumsi BCAA di setiap makan dan sebelum dan setelah latihan sangat ideal. BCAA juga harus dikonsumsi dalam waktu 30-60 menit sebelum dan sesudah latihan untuk membantu dalam proses regenerasi otot dan menciptakan kondisi anabolik.

Comments

comments

Leave a Reply