Obat Pelangsing Berbahaya Yang Harus Diwaspadai

bedakan antara obat pelangsing yang berbahaya dengan suplemen yang menunjang progress anda

obat pelangsing berbahaya

Ingin menjadi langsing dan mendapat berat badan ideal seperti sudah menjadi naluri alamiah seorang wanita.

Menjalani berbagai macam pola diet kemudian menerapkannya dalam hidup sehari – hari menggunakan petunjuk – petunjuk bagaimana merencakan pola makan anda sendiri.

Tidak sedikit yang gagal ada pula yang berhasil, namun kebanyakan gagal. Banyak faktor yang memberi kontribusi mengapa seorang wanita gagal menjalani pola diet. Salah satunya adalah pola makan yang salah, asupan kalori yang terlalu rendah, tidak menjalani program latihan seperti latihan beban maupun aerobik, dsb.

Baca juga             :

  • Hormon Leptin, hormon pelangsing bagi wanita
  • Mengapa wanita seharusnya mulai berlatih beban sekarang juga

Sebelum beralih kepada topik bagaimana obat – obatan yang perlu anda ketahui, sebelumnya anda perlu memahami terlebih dahulu pokok masalah dari artikel ini.

Saat memutuskan diet seiring berjalannya waktu, wanita mulai kehilangan esensinya mengapa ia memulai sebuah program diet.

Bermula dari gambaran tubuh padat langsing namun sehat beralih menuju “maniak timbangan”. Apa ciri dari kelompok ini?

  1. Ketika jarum timbangan bergeser ke kanan ia akan berubah menjadi depresi
  2. Ketika jarum timbangan bergeser ke kiri ia akan berteriak kegirangan
  3. Makan 3x sehari berarti menimbang 3x sehari
  4. Pola makan anda besok dipengaruhi oleh kearah mana jarum timbangan bergerak
  5. Pola latihan anda besok akan dipengaruhi oleh arah jarum timbangan bergerak

Pelan – pelan wanita mulai melupakan bahwa sebenarnya kesehatan berada diatas segalanya. Sehingga menjalani berbagai macam pola diet ekstrim yang tidak dianjurkan serta mengkonsumsi berbagai jenis obat – obat pelangsing berbahaya yang tidak jelas komposisinya.

Banyak sekali dampak dari diet yang salah terhadap tubuh, apalagi ditambah dengan pemakaian obat – obatan yang dapat membahayakan tubuh sekalipun ia mampu menurunkan berat badan hingga puluhan kilogram dalam sebulan.

Pada kesempatan ini kami akan fokus membahas tentang obat diet dan bukan suplemen diet. Apa perbedaannya? Akan lebih baik anda membaca terlebih dahulu definisi sebuah suplemen dan siapa saja yang membutuhkannya.

Kategori obat diet dipisah menjadi 2 berdasar cara kerjanya kedalam tubuh.

  1. Penekan napsu makan (anorexiants)

Cara kerja obat ini adalah dengan cara menekan napsu makan. Bahan – bahan didalam obat akan menekan kerja otak yang mengatur napsu makan.

Ketika anda menggunakan obat ini otak akan menerima sinyal terus menerus bahwa anda tidak lapar sama sekali padahal saat itu sudah membutuhkan asupan nutrisi.

Efek samping dari obat – obatan ini termasuk didalamnya : meningkatkan tekanan darah dan frekuensi jantung, insomnia, gangguan cemas, pandangan kabur, sullit istirahat, atau sakit kepala.

“Ketergantungan akan obat yang dipakai atau sugesti yang berlebihan merupakan efek jangka panjang dari pil diet yang tidak sehat.”

Beberapa bentuk dyspepsia atau rasa tidak nyaman pada perut seperti konstipasi, perut terasa panas juga merupakan efek samping dari obat diet.

Pada beberapa kasus juga ditemukan efek mulut kering, mual, dan muntah – muntah.

jika saat ini anda masih aktif menggunakan obat diet dan merasakan efek samping seperti sakit di bagian dada, peningkatan detak jantung yang berlebihan, sulit berkemih, atau napas tersengal – sengal untuk segera menghubungi penyedia layanan kesehatan terdekat.

Beberapa substansi yang terdapat pada obat – obat diet tersebut contohnya :

  • Adipex (phentermine)

Meningkatkan tekanan darah dan frekuensi jantung, insomnia, kecemasan, ketergantungan akan obat

  • Bontril (phendimetrazine)

Meningkatkan tekanan darah dan frekuensi jantung, insomnia, kecemasan, ketergantungan akan obat.

  • Diethylpropion

Konstipasi, sulit istirahat, mulut kering, Meningkatkan tekanan darah dan frekuensi jantung, insomnia, kecemasan, ketergantungan akan obat.

  • Didrex (benzphetamine)

Meningkatkan tekanan darah dan frekuensi jantung, insomnia, kecemasan, ketergantungan akan obat.

  • Desoxyn (methampetamine)

Meningkatkan tekanan darah dan frekuensi jantung, insomnia, kecemasan, ketergantungan akan obat.

  1. Lipase Inhibitors

Kategori obat ini bersifat mencegah penyerapan lemak oleh usus dan mempercepat masa penyerapan yang dilakukan oleh usus terhadap makanan. Hal ini menyebabkan anda akan sering defekasi.

Penggunaan obat ini dalam jangka panjang akan menyebabkan kerusakan pada mukosa usus serta malnutrisi. Malnutrisi dikarenakan tubuh tidak mendapatkan nutrisi – nutrisi penting yang dibutuhkan.

Untuk pemakaian jangka panjang bahkan dapat mengakibatkan penyakit ginjal kronis.

  • Xenical (orlistat)

Meningkatkan frekuensi buang gas dan buang air besar, pelembut kotoran

  • Belviq (lorcaserin)

Sakit kepala, mual, kepala berputar, kelelahan, mulut kering, konstipasi

Mempaparkan efek samping dari pemakaian obat – obatan diet di artikel ini tidak bermaksud untuk menakut – nakuti atau memberi efek jera pada pemakainya. Karena faktanya kami mengetahui bahwa tawaran pil diet ini terlalu menggiurkan bagi mereka generasi instan. Sehingga sekalipun ini digolongkan obat pelangsing berbahaya pun masih banyak yang menggunakan.

Pesan dari kami, utamakan proses dan tidak melulu hasil. Biarkan kebiasaan anda bangun maka bentuk tubuh akan mengikuti kebiasaan.

Baca juga artikel kami lainnya yang membahas bagaimana tips memilih sebuah suplemen dan bukannya obat – obatan disini.

Comments

comments

Leave a Reply