5 Cara Untuk Memerangi Obesitas

5 cara mudah yang dapat anda lakukan untuk memerangi obesitas yang semakin menggerogoti tubuh

Obesitas sudah lama menjadi ancaman bagi kesehatan, sadari sedari dini dan ubah tubuh anda sekarang.

 

Obesitas dan kelebihan berat badan sudah menjadi masalah umum yang banyak terjadi di berbagai belahan dunia ini. Banyak orang yang mencoba untuk menurunkan berat badan dengan berbagai cara. Penduduk di negara maju umumnya semakin menyadari pengaruh negatif dari kecenderungan obesitas, tidak hanya kesehatan namun juga produktivitas akan jauh berkurang terhadap mereka yang terkena obesitas. Obesitas dikatakan lebih menakutkan dari kecanduan akan rokok.

 

Beberapa cara dibawah ini adalah cara untuk menurunkan tingkat obesitas anda. 

 

  1. Kontrol Nafsu Makan, atau Biarkan Ia Yang Mengontrol

 

5 cara untuk memerangi obesitas
Jangan biarkan kebiasaan menimbun kalori justru mengarahkan gaya hidup anda menjadi tidak baik

 

Kebanyakan orang yang obesitas memiliki nafsu makan yang cukup besar. Terkecuali dalam satu kondisi hormonal yang memang membuat mereka gemuk seperti hipotiroid. Tapi pada umumnya ini dibentuk karena pola kebiasaan, mereka akan selalu merasa lapar dan cenderung menuruti nafsu makannya yang besar.

 

Mengontrol nafsu makan adalah hal pertama yang harus dilakukan orang yang mau melawan obesitas. 

 

Mengapa? Hal ini dikarenakan kebiasaan yang sudah berjalan cukup panjang membentuk tubuh anda menjadi seperti demikian. Mereka yang mengalami obesitas dengan jaringan lemak yang banyak cenderung mengalami resistensi insulin yang bertambah seiring dengan bertambahnya massa lemak. Hal ini akan mengakibatkan mereka selalu merasa lapar bahkan sudah makan sekalipun.

 

Makanlah dengan porsi kecil namun tidak terlalu banyak, kurangi gula dan perbanyak sayuran karena hal ini akan membuat anda kenyang lebih lama.

 

Baca juga : Berapa banyak kalori yang anda butuhkan dalam 1 hari?

 

  1. Stabilkan Gula Darah

 

Gula darah yang tidak stabil cenderung meningkatkan nafsu makan. Jadi, agar anda bisa mengontrol nafsu makan, kontrol gula darah anda. Caranya, setiap anda makan, lihatlah bahan apa saja yang membentuk makanan itu.

 

Hindari makan makanan yang mengandung karbohidrat sederhana seperti gula, tepung-tepungan, dll dan perbanyak mengkonsumsi protein daripada karbohidrat karena protein sangat sulit dijadikan cadangan makanan pada tubuh atau lemak.

 

  1. Ubah Bentuk Tubuh Berarti Ubah Kebiasaan Anda

 

Mungkin ada yang mengatakan bahwa ia mampu menurunkan 10 kg hanya dalam waktu 1 minggu tapi bulan berikutnya malah naik lagi jadi 15 kg. Kenapa? Apa yang salah? Siapa saja boleh mengubah bentuk tubuhnya, jika bicara berat badan adalah suatu hal yang mudah jika hanya ingin menurunkan berkilo-kilo dalam waktu singkat.

 

Tapi kenapa justru naik lagi dan malah lebih parah? Itu karena anda hanya merubah angka pada timbangan tapi tidak merubah kebiasaan hidup.  Berpikirlah untuk mendapat sehat dan merubah kebiasaan hidup yang buruk ketimbang hanya ingin mendapat berat badan yang diinginkan.

 

Cintai setiap saat anda melakukan usaha untuk menurunkan berat badan, bukan justru membencinya. 

 

  1. Jangan Sepelekan Stress

 

cara memerangi obesitas
Mendapatkan rekan akan membuat anda selalu termotivasi dari setiap hal yang dijalani

 

Menurut penelitian, stress mampu menginisiasi terjadinya penumpukan berat badan berlebih dengan memproduksi hormon insulin dan menaikan kadar gula darah.

 

Baca juga : 5 Alasan mengapa anda harus mengonsumsi whey protein. Salah satunya untuk mengontrol gula darah.

 

Padahal, gula darah yang tidak stabil seperti disebutkan diatas membuat nafsu makan bertambah. Sehingga kompensasinya adalah terus menerus makan dan makan. Stress menjadi semacam pemicu reaksi penambah berat secara beruntun.

 

Nikmati hidup, makanlah yang lengkap dan bergizi, olahraga cukup, tidurlah yang nyenyak dan jangan memikir masalah terlalu berat. Terkesan klise tapi kamipun masih terus berusaha mewujudkannya.

 

  1. Bangun Massa Otot, Tingkatkan Metabolisme.

 

Bahasan ini yang akan terus dan terus kami tekankan pada para pembaca bahwa pentingnya membangun massa otot cukup vital. Mengapa?

Sebelumnya kami sudah mengatakan jaringan otot berbanding lurus dengan kemampuan tubuh untuk membakar kalori dan jaringan lemak. Kebanyakan orang obesitas dan kelebihan berat badan malas bergerak dan beraktivitas. Mereka hanya menjalani diet yang salah yakni tidak makan dan hanya aerobik. Ketika sudah mulai membuahkan hasil mereka bingung karena sisa kulit ada dimana-mana dan jauh lebih mengganggu dari saat mereka obesitas.

 

 

 

Kenal Lebih Dekat Tentang Kardio

Kardio terdiri dari berbagai macam jenis dan dipisah berdasar intensitasnya

Kenal Lebih Dekat Kardio

Kita umumnya mengenal 2 jenis latihan, yaitu latihan beban (anaerobik) dan latihan kardio (aerobik). Latihan kardio mudah dan banyak dijumpai dalam kehidupan sehari – hari seperti berjalan, berlari, berenang, dan bersepeda dengan intensitas rendah – sedang. Aktifitas kardio (aerobik) sangat baik untuk menjaga kesehatan jantung serta membantu proses menurunkan kadar lemak tubuh. padahal masih terdapat banyak istilah dan pola kardio lain.

1. Low Intesity Cardio

Low intensity cardio jenis ini dapat dilakukan setiap hari atau bahkan hampir sepanjang hari. Latihan kardio ini merupakan jenis latihan yang paling mudah karena dapat dilakukan dimanapun seperti jalan kaki, bersepeda santai, dsb.

Salah satu manfaat dari jenis latihan ini adalah membantu membakar kalori untuk tetap menjaga bentuk tubuh. Anda tidak perlu takut untuk melakukannya karena resiko cidera pada otot tergolong rendah dan proses recovery yang relatif mudah dan cepat.

2. Moderate Intensity Cardio

kenal lebih dekat dengan kardio
via fitnessmott.blogspot.com

Jogging atau berenang merupakan kardio yang sangat digemari karena olahraga yang mudah dan murah. Latihan jenis ini membutuhkan lebih banyak energi dibanding yang jenis Low Intensity sehingga Anda tidak dapat berlatih sesering latihan low intensity cardio karena membutuhkan waktu lebih lama untuk proses recovery.

 Jika ingin menurunkan berat badan, Anda dapat menjalankan latihan moderate intensity cardio sebanyak 4 – 6 kali per minggu dalam waktu 20 – 30 menit untuk setiap sesi. Hal ini dikarenakan pada rentang waktu tersebut gula darah mulai habis terbakar dan tubuh mulai menggunakan lemak sebagai asupan energi.

 3. High Intensity Cardio

Secara sederhana, jenis latihan kardio ini dilakukan dalam tempo singkat dengan intensitas maksimal. Umumnya latihan ini dilakukan dengan menggabungkan berlari dengan latihan interval atau berlari naik turun.

Latihan kardio dengan intensitas tinggi paling maksimal untuk membakar lemak karena latihan ini tidak hanya membakar lebih banyak kalori tetapi juga meningkatkan metabolisme setelah selesai latihan (afterburn effect). Jika Anda ingin membakar lemak atau membentuk tubuh, latihan ini sebaiknya cukup dilakukan 2 kali seminggu karena menguras lebih banyak tenaga dan menghindari terjadinya cidera.

Itulah 3 pemahaman dasar tentang latihan kardio yang fitnestips bahas kali ini. Kami mencoba membahasnya secara sederhana dengan harapan Anda menjadi lebih mudah untuk memahami dan mulai berlatih sesuai dengan tujuan yang ingin Anda capai. Selamat mencoba