Inilah Dampak Negatif Dari Pola Diet Yang Salah

dampak negatif pola diet buruk

Anda pernah gagal saat diet? Tenang saja. Anda tidak sendirian.

Anda pernah bahkan pernah sampai dirawat dirumah sakit saat sedang diet? Tenang saja. Anda tidak sendirian.

Anda bahkan pernah menjalani rawat inap karena diet yang salah? Tenang juga. Anda 1 dari sekian puluh ribu orang.

Inilah kondisi masyarakat kita mengenai kurangnya informasi akan bagaimana diet yang baik serta benar.

Berbagai pola diet menawarkan cara menurunkan berat badan maupun diet untuk menambah berat badan yang menggiurkan bagi setiap orang.

Pola diet selama ini hanya beredar dari mulut ke mulut atau berdasar metode “katanya”. Ya, katanya diet ini bagus, katanya diet ini cepat menurunkan berat badan, katanya diet ini aman dijalankan.

Dampaknya? Tidak sedikit yang sangat dirugikan dari pola diet yang salah. Baik secara fisik maupun psikis.

Beberapa pola diet yang menganut ekstrim defisit kalori akan sangat mempengaruhi metabolisme tubuh. Padahal menjaga metabolisme tetap tinggi merupakan kunci utama keberhasilan progress diet. Hal ini dikarenakan lambatnya metabolisme bagi mereka yang gemuk.

Berikut kami merangkum 6 dampak dari sebuah pola diet yang buruk

  1. Penurunan fungsi otak

Fungsi otak merupakan fungsi luhur seorang makhluk hidup.

Sama seperti tubuh, otak juga membutuhkan nutrisi untuk tetap bekerja. Ia membutuhkan glukosa yang dipecah dari karbohidrat dan nutrisi lain seperti lemak baik dan antioksidan untuk bekerja dengan baik.

Berdasar studi yang dilakukan oleh “The Journal of the Federation of American Societies for Experimental Biology” pada Dec. 2009 mengungkapkan bahwa kebiasaan mengkonsumsi makanan berlemak mampu menurunkan tingkat kognitif seseorang.

Diet secara berlebihan atau melewatkan waktu makan dapat memiliki dampak yang sama termasuk didalamnya penurunan kemampuan mengingat dan konsentrasi.

  1. Menurunnya aktifitas fisik

Ini yang sering tidak diperhitungkan oleh beberapa orang. Mereka menjalani diet ketat tanpa berpikir bahwa ini akan mengganggu aktifitas sehari – hari.

Menurut National Eating Disorders Association, asosiasi yang menangani masalah gangguan pola makan, mereka menemukan bahwa mereka yang menjalani diet berlebihan mengalami penurunan kemampuan otot, daya tahan, dan penggunaan oksigen dalam tubuh.

Diet baik itu makan terlalu banyak maupun terlalu sedikit akan menyebabkan kelelahan dan dampak – dampak lain pada aktifitas fisik. Jangankan berolahraga, beraktifitas fisik biasa pun terkadang anda merasa lemas dan tidak memiliki gairah. Padahal untuk menyempurnakan sebuah pola diet adalah dengan rutin berolahraga. Memastikan bahwa tubuh anda tetap bekerja semestinya sementara ia menambah atau mengurangi berat badan. Ini mengapa wanita direkomendasikan untuk berlatih beban.

Baca lagi tentang defisini diet disini.

  1. Resistensi Insulin dan Peningkatan Berat Badan Berlebihan

Ini juga termasuk dampak jangka panjang yang tidak anda perhitungkan yaitu resistensi insulin. Apa itu?

Resistensi insulin adalah sebuah kondisi dimana hormon insulin tidak mampu lagi untuk mengatur gula darah. Hal ini akan memicu risiko diabetes dan penambahan berat badan secara tidak sehat.

Pada sebuah penelitan yang diterbitkan berjudul “Molecular Medicine” pada July 2009, 18 sukarelawan diuji dengan mengkonsumsi fast food, serta diet tinggi kalori selama 4 minggu.  Pada akhir penelitian ditemukan bahwa partisipan mengalami peningkatan berat badan sebanyak 10% dan 19% pada lemak tubuh.

Diet secara berlebihan mengkondisikan tubuh anda dalam “mode kelaparan” yang akan menurunkan metabolisme tubuh. Padahal metabolisme yang tinggi pada diet fat loss sangat penting adanya. Hal ini yang juga akan mengakibatkan diet yo-yo.

  1. Indigestion

Indigestion mengarah pada perasaan tidak nyaman di bagian atas abdomen saat atau sesudah makan. Hal ini dipicu oleh kebiasaan makan makanan berlemak, makan terlalu cepat, makan dalam jumlah terlalu banyak, dan minum caffeine maupun alcohol terlalu banyak.

  1. Gangguan tidur

Siapa bilang bahwa sebelum tidur anda tidak boleh makan? Mengkonsumsi makan makanan dalam porsi kecil dan seimbang sebelum tidur mampu membantu anda tidur lebih nyenyak.

Adakah disini yang memiliki kebiasaan untuk pergi tidur ketika lapar? Hal ini dimaksudkan karena anda berpikir saat tidur tentu rasa lapar akan hilang dan anda tidak perlu memakan makanan apapun agar berat badan dapat turun.

Padahal faktanya saat tidur tubuh tetap menjalankan metabolismenya, dan dengan ketidaktersediaan sumber energy maka waktu tidur yang biasa digunakan untuk mengembalikan dan memulihkan kembali tubuh menjadi tidak maksimal.

Penggunaan obat – obat diet berbahaya yang bukan kelas suplemen juga dapat mempengaruhi kualitas tidur anda. Obat – obat diet yang biasa mengandung diuretik tinggi akan sangat mengurangi jumlah volume cairan tubuh sampai batas bawah yang tidak dianjurkan. Hal inilah yang akan sangat merusak sistem metabolisme dan pola tidur pada akhirnya. Baca bagaimana kami merangkum bagi anda tips memilih suplemen yang tepat.

  1.   Gangguan mood

Pernah lihat teman anda yang mudah marah atau malas menjalankan aktifitas saat diet? Gangguan mood tidak seharusnya menjadi produk dari sebuah diet. Namun hal ini bisa terjadi pada sebuah diet yang buruk.

Substansi kimia pada otak yang mengatur mood positif seperti serotonin dan dopamine memiliki fungsi yang bergantung pada makanan dan nutrisi seimbang. Eliminasi dari sebuah karbohidrat dan penurunan kalori sampai ke batas terendah dapat menyebabkan depresi dan kemarahan.

Begitu juga pada kebiasaan makan terlalu banyak, dapat menimbulkan perasaan bersalah, malu serta gangguan kadar gula darah yang mengganggu mood.  Gangguan mood akan mengarah pada stres. Padahal stres akan sangat mengganggu program yang anda jalankan.

Pola diet menawarkan berbagai cara menurunkan berat badan maupun menambah berat badan. Namun sekali lagi prioritaskan kesehatan anda diatas segalanya dan berpikir untuk jangka panjang.

 

Comments

comments

Leave a Reply