4 Fungsi Medis Whey Protein Yang Harus Anda Tahu

fungsi medis whey protein

 

Whey protein maupun Weight Gainer merupakan salah satu sumber asupan gizi sehari – hari yang sehat dan alami untuk dikonsumsi. Whey protein berasal dari protein susu sapi dengan kandungan gizi yang tinggi dan bermanfaat baik untuk kesehatan tubuh. Sayangnya, whey protein masih jarang dikonsumsi karena masih minimnya pemahaman tentang suplemen ini di masyarakat. Wanita juga enggan mengkonsumsi karena mereka berpandangan bahwa whey protein hanya untuk membesarkan tubuh.

 

fungsi medis whey protein
Whey protein biasa hanya dianggap sebagai “susu otot” tanpa mengetahui puluhan manfaat lain dibaliknya

 

Faktanya, whey protein telah diakui oleh berbagai profesional medis sebagai sumber asupan gizi yang diperlukan tubuh dan bukan hanya untuk membesarkan tubuh. Whey protein memberikan asupan gizi yang tinggi tanpa menimbulkan obesitas bagi yang mengkonsumsi. Suplemen ini berperan untuk memenuhi kebutuhan gizi sehingga memberikan berbagai manfaat medis bagi kesehatan tubuh seseorang. Baik pria dan wanita dapat mengkonsumsinya untuk kepentingan kesehatan, meskipun tidak aktif nge gym.

 

Berikut ini  4 fungsi medis whey protein yang harus Anda tahu.

 

  1. Mengatur Berat Badan

Whey protein merupakan nutrisi yang baik untuk membantu mendapatkan berat badan yang ideal. Penelitian dari Dr.Donald Laymen, profesor di University of Illinois menunjukkan bahwa kandungan asam amino esensial leusin pada whey protein dapat menjaga otot dan membantu proses pembakaran lemak dalam tubuh.

 

Selain itu, whey protein dapat memberikan rasa kenyang yang lebih baik dan membantu mengurangi rasa lapar bagi yang mengkonsumsinya. Kondisi ini terjadi karena whey protein memperlambat penyerapan glukosa ke dalam pembuluh darah dengan cara menurunkan jumlah insulin sehingga dapat menurunkan rasa lapar.

 

  1. Membantu Penyembuhan Luka

Anda hanya mendengar whey protein adalah mengenai otot dan otot. Whey protein identik dengan muscle building dsb. Tapi ada fungsi penting yang diakui didunia medis sendiri yaitu karena whey protein yang memiliki kemampuan untuk membantu tubuh meregenerasi dan memulihkan jaringan.

Setiap orang yang mengalami luka pada bagian tubuh atau pasca menjalani operasi pasti ingin segera sembuh dan mendapatkan tubuh yang nyaman untuk kembali beraktivitas secara normal. Salah rahasia untuk membantu menyembuhkan luka adalah meningkatkan konsumsi protein.

 

Kandungan protein dan asam amino dalam whey protein merupakan sarana untuk memperbaiki sel-sel yang mati karena luka dan memulai pertumbuhan kulit baru selama proses penyembuhan. Tidak ketinggalan, whey protein mengandung komponen dengan anti-mikroba pelindung properti, seperti laktoferin.

 

  1. Menjaga Kesehatan Tulang

Fungsi lain lagi dimana whey protein bukan hanya sekadar otot dan bodybuilding. Tapi fungsi medis dimana ia bermanfaat dalam meningkatkan kekuatan tulang anda.

Pada saat usia lanjut, seseorang memiliki peluang yang lebih besar untuk mengalami penurunan kondisi fisik tubuh. Osteoporosis atau penurunan kepadatan tulang merupakan salah satu permasalahan yang sering muncul pada orang lanjut usia akibat kurangnya asupan protein sehingga mengakibatkan tubuh terasa sakit pada saat bergerak.

 

Mengkonsumsi whey protein bagi generasi muda dan manula dapat bermanfaat bagi kesehatan dan kekuatan tulang dan otot. Nutrisi yang baik dan jumlah yang memadai menggunakan whey protein kualitas tinggi dapat membantu menjaga tulang dan otot yang kuat selama masa penuaan. Hasil penelitian di Boston University menunjukkan bahwa orang tua yang mengkonsumsi protein memiliki kepadatan tulang yang lebih baik pada daerah  pinggul dan tulang punggung.

Latihan beban yang cukup dan diikuti dengan konsumsi whey protein membantu juga untuk memperbaiki postur tubuh dan menguatkan tulang.

 

  1. Nutrisi bagi penderita kanker

 

fungsi medis whey protein
Penderita kanker maupun orang yang memiliki potensi untuk kanker membutuhkan nutrisi khusus. via bbc.co.uk

 

Pasien penderita kanker umumnya mengalami penurunan nafsu makan sehingga kesulitan untuk memenuhi kebutuhan gizi tubuh. Asupan gizi yang kurang pada tubuh pasien dapat mengakibatkan penurunan stamina tubuh, penurunan berat badan, dan protein dalam tubuh yang lebih rendah. Padahal pasien memerlukan gizi yang baik untuk tetap beraktivitas dan mendukung jalannya proses penyembuhan penyakit kanker pada tubuhnya.

 

Whey protein dapat dijadikan pilihan yang baik untuk mendukung asupan gizi pasien penderita kanker. Whey protein berbahan dasar protein dari susu sapi yang mudah untuk diserap oleh tubuh. Suplemen ini dapat digunakan sebagai asupan gizi bagi penderita kanker karena terdiri dari 80% kasein dan 20% whey. Whey merupakan bentuk protein yang paling bergizi di antara suplemen protein lainnya dan telah terbukti secara ilmiah. Keunggulan lainnya, whey protein mudah untuk dikonsumsi dengan ditambahkan pada makanan atau minuman tanpa mempengaruhi rasa. Bagi mereka yang memiliki tubuh kurus dapat menggunakan versi lain dari whey protein yaitu weight gainer.

 

Khusus bagi yang memiliki kanker, whey protein hanya sebagai nutrisi penunjang dan tidak digunakan untuk tujuan pengobatan.

 

Whey protein tidak hanya bermanfaat bagi pembangunan massa otot dan dikhususkan untuk kaum pria, namun juga untuk manfaat medis lainnya. Whey protein juga sangat bermanfaat untuk menunjang bagi wanita yang kurus maupun wanita yang gemuk dengan berbagai macam tujuan diet anda.

 

Kini Anda sudah tahu manfaat whey protein secara medis yang sesungguhnya. Jadi tidak ada lagi alasan untuk takut mengkonsumsi whey protein karena dapat membuat tubuh menjadi besar. Pastikan Anda mengkonsumsi sesuai dengan aturan konsumsi yang dianjurkan dan bila perlu dikonsultasikan dengan dokter Anda. Gunakan dengan bijak dan sesuaikan dengan diet dan waktu latihan.

 

Comments

comments

Leave a Reply