Terungkap Fakta Bahwa Beban Super Berat Bukan Satu – Satunya Cara Untuk Meningkatkan Massa Otot

Faktanya, beban berat bukan satu – satunya cara untuk meningkatkan massa otot. Masih ada faktor lain yang tidak terlalu diperhatikan padahal sangat berperan penting

Beban berat = perkembangan otot maksimal.

 

Pernyataan ini selalu menjadi alasan mengapa mereka yang takut ototnya terlalu besar selalu memilih repetisi yang banyak. Berharap bahwa hasil yang didapat adalah massa otot yang padat bebas lemak dan tidak terlalu besar.

 

Hal ini dikarenakan jika beban sangat berat dimana repetisi yang didapat sangat sedikit dipercaya merupakan satu – satunya jalan untuk meningkatkan massa otot.

 

Hypertrophy program secara singkat merupakan sebuah program anaerobic yang dirancang dengan fokus untuk membuat massa otot menjadi lebih besar dari segi volume bukan panjangnya.

 

Hypertrophy sendiri merupakan bentuk adaptasi maupun toleransi dari jaringan otot yang kita miliki dengan cara membesarnya volume serat otot. Adaptasi ini dikarenakan kebiasaan seseorang mengangkat beban yang berat.

 

Baca juga : Repetisi Vs Beban. Mana yang paling optimal dalam meningkatkan massa otot?

 

Tubuh sangat cerdas, ia akan membuat seluruh komponennya untuk beradaptasi termasuk salah satunya jaringan otot.

 

Jika seseorang yang memiliki kebiasaan untuk mengangkat 50 kg beban maka ia membutuhkan X kg massa otot, sedangkan pada mereka yang tidak memiliki kebiasaan mengangkat beban berat tentu hanya memiliki massa otot yang lebih sedikit.

 

membentuk otot lengan
Jangan anggap bahwa beban merupakan satu – satunya cara untuk meningkatkan massa otot

 

Kuncinya terletak pada beban berat untuk memaksimalkan perkembangan massa otot, namun pertanyaan lain yang mengiringi adalah :

 

  • Seberapa berat beban optimal yang dapat Anda gunakan
  • Berapa banyak repetisi yang harus dilakukan
  • Berapa banyak set yang harus dicapai
  • Berapa waktu yang direkomendasikan untuk melakukan 1 repetisi

 

Faktanya adalah, banyak cara untuk menginduksi pertumbuhan massa otot. Banyak faktor yang terlibat didalamnya, sehingga Anda tidak bisa mengatakan bahwa “satu – satunya jalan adalah dengan menggunakan beban seberat – beratnya”. Hal ini pula yang akan membedakan antara seorang powerlifter dengan bodybuilder.

 

Tapi fakta lainnya lagi, satu – satunya pemahaman yang dimiliki bagi mereka yang ingin meningkatkan massa otot adalah berlatih beban dengan beban maksimal dan seberat – beratnya. Beban ringan dianggap sebagai sebuah olahraga ringan yang berfungsi hanya sebagai peningkat daya tahan (endurance) dan berfungsi untuk memadatkan tubuh serta meningkatkan definisi.

 

Betulkah demikian?

 

“kalo pengen six-pack jangan ngangkat beban berat – berat, bro” menjadi sebuah saran paling mutakhir dimana semua orang akan melakukannya karena hampir seluruh goal fitness yang diinginkan adalah perut six-pack.

 

Baca juga : kesalahan – kesalahan yang anda lakukan saat ingin mendapatkan six pack.

 

Namun kali ini kami akan membahas tentang sebuah pemahaman bahwa satu – satunya jalan untuk meningkatkan massa otot adalah bukan dengan menggunakan beban seberat – beratnya seperti yang sudah dipahami selama ini.

 

Bagi Anda yang fokus utama adalah menambah massa otot maka inilah jawaban dari tujuan Anda.

 

Beban berat bukan satu – satunya jalan yang harus Anda tempuh untuk meningkatkan massa otot. Memang betul, beban merupakan rangsangan agar otot Anda berkembang, namun ada faktor lain yang banyak berperan diluar itu.

 

Didalam dan diluar gym

 

Ada 2 pembagian faktor pertumbuhan massa otot yaitu saat Anda berada didalam gym dan saat berada di luar gym.

 

Berada di dalam gym Anda berkutat dengan plat, bar, dan mesin. Berada diluar gym Anda berhadapan dengan makanan dan waktu istirahat. Hal lain yang pasti adalah ribuan godaan lain yang mampu menggagalkan diet Anda. Berikut beberapa faktor penting tentang bagaimana otot Anda mampu berkembang.

 

1. Otot bertumbuh hanya ketika ia digunakan dan dipaksa

Pemahaman ini nampaknya sudah terlalu biasa, semua juga paham dengan prinsip ini. Ini seperti “jika mau pintar maka belajarlah”. Tapi percayalah masih banyak orang diluar sana yang kurang paham dengan prinsip ini.

 

Dengan mengangkat beban, otot sebenarnya mengalami sobekan – sobekan mikro (micro tears). Namun sobekan ini bukan paling banyak terdapat pada otot melainkan pada jaringan ikat yang menghubungkan otot dan tulang. Ini yang menjadi alasan mengapa Anda merasakan nyeri saat selepas latihan.

 

Otot terbentuk dari paksaan bukan hanya sekadar dipandangi
Pada intinya otot memang terbentuk dari paksaan dari beban. Tapi apakah satu – satunya jalan adalah beban yang sangat berat via q-intel.com

 

Dari proses ini tubuh atau lebih tepatnya jaringan otot beradaptasi untuk menangani hal yang berbeda dari biasanya. Ia menangani stress yang jauh lebih berat dari sebelumnya yaitu dengan beban yang lebih berat. Dan inilah proses awal bagaimana jaringan otot bertumbuh atau yang biasa dikenal dengan istilah hypertrophy.

 

Tubuh sangat cerdas dan mampu beradaptasi dengan mudah. Ia berpikir bahwa suatu saat ketika harus mengangkat beban yang sama seperti hari ini ia tidak perlu lagi mengalami luka sobek seperti disebutkan diatas. Ini motivasi awal proses hypertrophy. Dan inilah yang menjadi alasan mengapa 5 kilogram di awal latihan akan jauh lebih ringan ketika Anda sudah lebih lama berlatih seiring dengan pertambahan jumlah massa otot Anda.

 

Pada hal ini pertumbuhan massa otot dipengaruhi oleh 3 faktor yaitu :

  • Latihan yang memastikan terjadinya micro tears. Ini berarti intensitas latihan pun harus meningkat
  • Nutrisi yang tepat dan cukup kalori sesuai yang dibutuhkan untuk meningkatkan massa otot
  • Ini akan dijelaskan pada poin dibawah.

Jadi hanya dengan beban sangat ringan dan dilakukan terus menerus jangan berharap otot Anda akan mengalami perkembangan.

 

2.Otot berkembang dalam kondisi overload, bukan nyeri, bukan rasa nge-pump

Nge-pump mungkin jadi istilah yang sering Anda dengar di gym. Istilah ini mendeskripsikan tentang otot yang terasa lebih besar dan padat selepas latihan. Sebenarnya apa maksud dari istilah ini?

 

Pump sering diartikan sebagai perkembangan otot karena otot terasa seperti “terisi”. Perasaan seperti ini terjadi ketika pembuluh darah didalam jaringan otot Anda melebar (vasodilatasi) karena terisi lebih banyak darah. Proses pelebaran ini terjadi dikarenakan kontraksi otot membutuhkan nutrisi dalam jumlah besar.

 

Namun ini tidak dapat ditafsirkan sebagai perkembangan massa otot karena hanya bersifat temporer. Setelah berlatih dan otot sudah tidak digunakan dengan intensitas tinggi maka aliran darah akan kembali seperti biasa dan diameter pembuluh darah juga akan mengecil. Ini juga sebagai jawaban mengapa otot Anda mengempis selepas berlatih beban.

 

Bagaimana dengan rasa panas pada otot yang Anda latih?

 

Pernah merasakan panas yang berbeda dari biasanya pada otot – otot yang Anda latih? Proses panas itu diakibatkan oleh aktivasi asam laktat didalam jaringan otot yang sedang membakar cadangan energi didalam sel otot.

 

Baca juga : Dapatkah nyeri menjadi indikator terbaik untuk menandakan perkembangan massa otot?

 

Asam laktat diketahui mampu memicu pertumbuhan hormon untuk mengkondisikan tubuh dalam kondisi anabolik. Dalam kondisi ini memang benar otot dipicu perkembangannya, namun hal ini tidak berarti semakin banyak asam laktat maka Anda akan membangun lebih banyak massa otot. 

 

Lantas apa yang menyebabkan otot berkembang?

 

Seperti sudah dijelaskan diatas, otot berkembang karena adanya adaptasi akan beban yang diangkat. Semakin berat ia membutuhkan dan mengaktifkan serat otot yang lain. Dalam perkembangannya, seiring bertambahnya beban yang diangkat maka semakin tinggi pula volume yang dimiliki oleh jaringan otot.

 

Fokuslah pada volume beban dan repetisi yang tepat untuk memaksimalkan pertumbuhannya. Gunakan beban sesuai dengan kemampuan Anda dalam menanganinya. Maksudnya adalah, pilih beban dimana Anda tidak kehilangan form ketika melakukan sebuah repetisi. Memaksakan ego dengan mengangkat beban berlebihan dan melupakan form justru membuat sesi latihan Anda menjadi tidak maksimal.

 

Tetap berpikir untuk menambah beban di setiap set dan targetkan untuk mencapai target beban pada sesi – sesi selanjutnya.

 

3.Ketika di gym Anda merusak otot, diluar gym otot dibangun

Pemahaman tentang bertumbuhnya otot hanya pada saat Anda berada di gym masih banyak dipahami oleh banyak orang. Pemahaman ini menimbulkan kebiasaan bahwa “semakin lama Anda berada di gym, hasilnya semakin baik”. Jangan heran ada orang yang bisa berjam – jam berada di gym dan itu dilakukan setiap hari.

 

Faktanya bagaimana? Mengacu pada poin pertama dimana dikatakan otot mengalami kerusakan ketika dilatih. Otot dan jaringan ikat Anda terkoyak karena beban yang diberikan. Tubuh akan merespon dengan cara memperbesar volumenya untuk beradaptasi terhadap beban yang diberikan.

 

Tidak
Pemahaman sebelumnya kita memahami bahwa saat di gym kita membangun otot, padahal sebaliknya. via stylewithglamour.com

 

Dalam proses adaptasi ini sangat dipengaruhi oleh waktu istirahat dan nutrisi yang tepat. Bayangkan jika setiap hari Anda berlatih secara berlebihan dan tanpa ada waktu istirahat maka kapan waktu bagi otot untuk bertumbuh?

 

Peran creatine dalam meningkatkan massa otot anda

 

Peran nutrisi juga sama pentingnya dalam hal ini.  Pemilihan nutrisi yang tepat sangat membantu jaringan otot untuk bertumbuh.

 

4.Otot hanya tumbuh ketika ia diberi asupan nutrisi yang tepat

Bukan banyak namun tepat.

 

Sebanyak apapun makanan yang Anda berikan tidak menjamin hasil yang didapat akan maksimal. Bahkan dikatakan bahwa 70-80% yang mempengaruhi keberhasilan program Anda adalah diet yang tepat.

 

Latihan dengan intensitas tinggi, durasi yang panjang, frekuensi yang tinggi tidak akan membantu banyak jika diet yang Anda jalankan tidak tepat. Berapa banyak protein yang Anda konsumsi, bagaimana dengan aturan karbohidratnya pada setiap orang akan berbeda – beda. Tapi Anda bisa memulai untuk menghitung kebutuhan kalori harian terlebih dahulu.

 

Kesimpulan

 

Hanya mengandalkan atau hanya memahami sebuah faktor yang mampu meningkatkan massa otot tidak akan memberi banyak perubahan kecuali Anda memahami secara lengkap apa saja yang otot butuhkan untuk tumbuh. Sehingga beban tidak hanya asal berat untuk meningkatkan massa otot anda.

Program Manakah Yang Terbaik : HIIT atau LISS ?

Jogging atau sprint? Masih bingung perihal ini? Baca disini

HIIT atau LISS

Salah satu metode latihan atau olahraga yang dikenal adalah latihan kardio. Kardio adalah latihan untuk meningkatkan kemampuan cardiorespiratory agar mampu bekerja lebih baik. Jenis latihan kardio pun ada banyak sekali, misal lari, berenang, senam aerobic, zumba dll.

 

Baca juga : Kenali lebih jauh tentang berbagai macam program cardio

 

Latihan jenis ini pun sering dianggap banyak orang sebagai latihan yang mampu membantu proses penurunan berat badan. Karena bisa dilakukan dengan cara intensitas tinggj (HIIT) dan rendah (LISS). Kemudian yang menjadi pertanyaan, manakah metode yang efektif untuk fat loss?

Sebelumnya mari kita pahami pengertiannya satu per satu.

HIIT adalah High Intensity Interval Training atau latihan interval ntensitas tinggi sangat bermanfaat, karena intensitasnya yang tinggi dan waktu istirahat yang singkat, menuntut untuk cepat beradaptasi. Sedangkan LISS adalah Low Intensity Steady State atau latihan dengan intensitas yang rendah. Karena intensitasnya yang tidak setinggi HIIT, maka waktu yang dibutuhkan lebih lama daripada HIIT.

 

Baca juga : Q&A anda sebelum memulai berlatih beban.

 

Kedua metode ini mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing.

HIIT: Keuntungan

  • Memerlukan waktu singkat, tidak terlalu perlu waktu lama
  • Mendapatkan afterburn effect (EPOC) yamg berarti pembakaran kalori tetap terjadi setelah selesai masa latihan
  • Lebih banyak menggunakan otot untuk bekerja, sehingga menjaga massa otot agar tidak loss
  • Meningkatkan kekuatan otot karena otot banyak telibat

Tetapi HIIT juga mempunyai beberapa kelemahan, yaitu

  • Tidak cocok bagi mereka yang obesitas dan jarang olahraga
  • Kurang cocok untuk latihan endurance karena waktu yang singkat
  • Memiliki resiko cedera yang lebih tinggi jika tidak dilakukan dengan tepat

 

HIIT maupun LISS dapat diterapkan tidak hanya pada aktifitas kardio melainkan pada latihan beban juga
HIIT maupun LISS dapat diterapkan tidak hanya pada aktifitas kardio melainkan pada latihan beban juga

 

Lalu untuk LISS, benefitnya adalah

  • Cocok untuk orang yang baru mulai olahraga, orang yang obesitas, dan orang yang sudah cukup lanjut usianya
  • Memakan waktu yang panjang sehingga cocok bagi mereka yang senang menikmati olahraga dalam waktu lama
  • Bagus untuk atlet atau orang yang ingin meningkatkan kemampuan endurance, seperti maraton

Di sisi lain LISS juga mempunyai beberapa kelemahan, yaitu

  • Waktu yang panjang sehingga tidak cocok bagi yang tidak memiliki waktu
  • Bagi yang ingin menurunkan berat badan, akan mengalami masalah karena menurut studi Wilson, et al., mereka yang melakukan LISS hanya mengalami penurunan berat badan sementara karena metabolisme tubuh telah beradaptasi
  • Resiko mengalami penyusutan otot karena otot tidak banyak teraktivasi seperti HIIT

 

Jadi metode mana yang terbaik? Tergantung tujuan anda dalam berolahraga. Pada intinya, lakukan dua metode diatas secara kombinasi, maka anda akan mendapatkan manfaat yang luar biasa.

 

Sumber:

  1. http://www.simplyshredded.com/cardio-for-fat-loss-high-intensity-interval-training-cardio-vs-low-intensity-steady-state-cardio.html
  2. http://www.thefitologyway.com/hiit-vs-liss-cardio/
  3. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/22002517

Contoh Pola Diet 1200 Kalori Yang Dapat Anda Contoh Dengan Mudah

Contoh pola makan bagi anda yang menjalankan diet sebanyak 1200 kalori dalam sehari.

 

Kebutuhan kalori ini biasanya digunakan oleh wanita karena memang kebutuhan kalori pada wanita lebih sedikit dari pria.

Baca : Hitung kebutuhan kalori harian Anda

Kebutuhan kalori harian ini biasa dikhususkan juga bagi Anda yang memiliki berat badan antara 45-65 kg. Anda bisa mendapat perhitungannya di artikel yang kami cantumkan diatas. Pada aturan pola diet ini Raga Jiwa membaginya kedalam 5x waktu makan. Bagi Anda yang hanya terbiasa makan 3x sehari atau bahkan 1x sehari silahkan disesuaikan.

Lagi, dari pola makan ini paling tidak Anda memiliki gambaran makanan apa yang akan Anda makan saat memulai diet fat loss.

 

meal-1 snack-1 meal-2 snack-2meal-3

10 Tips Sederhana : Usir Perut Buncit Anda

Perut buncit kadang membuat anda menjadi tidak percaya diri. Hal tersebut ternyata bisa dicegah dengan kebiasaan – kebiasaan tertentu.

Sebelum lebih jauh, kami ingin mempertegas bahwa ini bukan buncit hanya karena tumpukan lemak atau karena adanya perbesaran organ hati maupun limpa, melainkan rasa kembung didalam perut yang diakibatkan oleh gas. Tentu Anda pernah merasakan hal seperti ini dan membuat aktifitas sehari – hari terasa tidak nyaman.

Hal ini dikarenakan saat beraktifitas pun rasanya napas menjadi lebih sesak karena tekanan di perut serta rasa tidak percaya diri dalam bersosial dan bertemu rekan kerja.

Masalahnya adalah hal ini sering sekali terjadi.

Baca juga : 5 Cara Memerangi Obesitas

.

Apa yang terjadi dalam perut Anda saat kembung?

 

tips mengurangi perut buncit
rasa kembung pada perut bisa diakibatkan oleh banyak hal

 

Beberapa kali kami mendengar orang berpendapat bahwa rasa kembung ini muncul karena ada penumpukan air didalamnya. Hal ini tidak sepenuhnya benar karena penumpukan cairan pada perut jarang terjadi.

Akumulasi cairan terbanyak biasa terdapat pada kaki dan akumulasi cairan di perut dikenal dengan istilah ascites. Pada kondisi ini biasanya ada akumulasi cairan seperti darah pada rongga perut. Namun ini merupakan kelainan medis dan bukan topik yang akan kita bahas kali ini.

Seperti sudah dibahas diatas, penyebabnya adalah gas.

Lalu bagaimana ceritanya sehingga bisa terdapat penumpukan gas di perut?

.

Berikut 10 penyebab dan pencegahan terjadinya rasa kembung pada perut.

1.Singkirkan penyebab intoleran pada perut

Gas yang terdapat pada perut bisa jadi merupakan sebuah kegagalan atau ketidakmampuan tubuh dalam mengolah jenis makanan tertentu. Hal ini ditunjukkan pada intoleransi laktosa.

Dimana penderitanya sangat alergi terhadap bahan – bahan makanan yang mengandung laktosa seperti pada susu sapi serta olahannya.

Selain itu, hal ini juga berlaku bagi mereka yang sensitif terhadap bahan gluten.

.

2.Kurangi minuman bersoda

Buih pada minuman berkarbonasi berpotensi “terjebak” pada perut dan mengakibatkan terjadinya rasa kembung. Inilah alasan mengapa Anda selalu bersendawa acap kali mengonsumsi minuman berkarbonasi.

Kurangi minuman jenis ini, 2 atau 3 teguk tidak akan melukai dan merepotkan namun beda halnya jika Anda menghabiskan 1 kaleng penuh.

.

3.Kurangi mengunyah permen karet

Mengunyah permen karet bukan hal buruk karena dengan kalori yang kecil mengonsumsi permen karet mampu membuat Anda tidak menjadi mudah lapar. Namun beda halnya jika kebiasaan ini Anda lakukan secara berlebihan.

Kebiasaan mengunyah permen karet membuat udara masuk kedalam perut dan membuat terjadinya rasa kembung.

.

4. Hati – hati dengan makanan “sugar free

 

Hanya karena makanan bertuliskan "bebas gula" tidak berarti aman bagi tubuh anda.
Hanya karena makanan bertuliskan “bebas gula” tidak berarti aman bagi tubuh anda.

 

Bebas gula tidak berarti tanpa gula.

Untuk memastikan rasa makanan yang Anda konsumsi tetap enak maka produsen akan menggunakan gula artificial, gula buatan yang menyerupai rasa gula. Dampaknya pada gula jenis ini adalah mampu menyebabkan rasa kembung.

Produk yang dapat ditemukan juga pada susu kemasan siap minum yang bertuliskan bebas gula. Usahakan untuk gunakan gula pasir saja namun dibatasi penggunaanya.

.

5. Hindari konstipasi

Konsumsi serat maupun cairan yang terlalu rendah dapat membuat pencernaan tidak lancar atau konstipasi.

Untuk menghindari ini, konsumsilah makanan tinggi serat (25 gram untuk wanita dan 38 gram untuk pria). Sumber serat ini biasa dapat Anda temukan pada buah, sayuran, singkong, beras merah, maupun beras coklat.

Tidak hanya itu, penggunaan serat mampu mencegah rasa lapar berlebihan setelah makan karena proses pengolahan serat yang cukup lama pada tubuh.

Baca juga : Kenali berbagai macam diet yang ada di dunia

.

6. Makan dengan perlahan

Kunyah makanan dengan baik dengan minimal 32x kunyahan yang diajari saat kecil ternyata bukan tanpa alasan. Selain membantu organ pencernaan dan aktifasi enzim saat pengolahan makanan secara mekanis di mulut, makan dengan perlahan akan mencegah masuknya gas yang berlebihan ke dalam perut.

Makan dengan perlahan dan membuat Anda menikmati makanan juga mencegah Anda untuk tidak makan secara berlebihan.

.

7. Batasi konsumsi sodium

Makanan hasil proses lanjut cenderung tinggi sodium dan rendah serat, kedua hal ini mampu memicu pada rasa kembung.

Biasakan untuk membaca label nutrisi dari makanan yang Anda konsumsi. Ketika membeli makanan yang diproses, makanan kalengan, atau makanan beku batasi kandungan sodium sebesar 500 mg tiap sajiannya. Jangan tertipu dengan label bebas sodium tanpa memperhatikan label nutrisi yang lainnya.

.

8.Makan makanan dengan porsi kecil lebih sering

Ketimbang makan makanan besar sebanyak 3x dalam sehari cobalah untuk makan dengan porsi yang lebih kecil secara lebih sering. Ini dapat mencegah Anda dari rasa kembung yang seringkali diakibatkan oleh makan makanan terlalu besar.

Baca juga : Penyebab utama dorongan dalam tubuh untuk ngemil

Makan makanan yang lebih kecil dapat membantu mengontrol gula darah dan peningkatan insulin. Hal ini akan membantu Anda lama mengontrol rasa lapar.

Makan sebanyak 5-6x dalam sehari dengan menjaga kuantitas dan kualitas makanan sesuai dengan kebutuhan kalori harian Anda.

.

9. Makan makanan pencegah rasa kembung

Makanan seperti yogurt yang baik untuk flora normal pada pencernaan akan membantu mencegah rasa kembung berlebihan. Yogurt dapat Anda konsumsi pada menu sarapan sehari – hari Anda.

.

10. Kurangi kacang – kacangan dan sayuran

 

Faktanya ternyata sayuran juga punya andil dalam membuat rasa kembung
Faktanya ternyata sayuran juga punya andil dalam membuat rasa kembung

 

Jangan terburu – buru dengan kata sayuran diatas dan langsung menyimpulkan bahwa sayuran adalah makanan yang tidak baik. Kacang dan sayur mengandung serat yang cukup tinggi. Brussels, brokoli, serta kale mengandung serat yang sangat tinggi.

Berkaitan dengan poin nomor 5 terlalu sedikit serat akan memicu konstipasi namun terlalu tinggi serat justru akan menimbulkan rasa kembung. Hal ini dikarenakan pengolahan serat yang dilakukan pada tubuh membutuhkan waktu yang panjang.

 

Terkait : Mengapa diet tinggi protein justru membuat anda gemuk?

 

Namun ini tidak berarti Anda tidak boleh mengonsumsi makanan yang disebutkan diatas. Berkaitan dengan manfaatnya, masih banyak manfaat yang dapat diterima oleh tubuh ketimbang efek negatifnya.

Hal ini mengingat konsumsi serat pada kita pun tidak terlalu tinggi sehingga sangat jarang terjadi kasus kembung karena terlalu banyak mengonsumsi sayuran ataupun kacang – kacangan.

.

Seperti sudah dijelaskan diatas, rasa kembung dapat berarti banyak hal karena bisa salah satu penyebabnya adalah gejala medis. Jika hal – hal diatas sudah dilakukan dan perubahan pola diet sudah dilakukan namun tetap kembung maka akan jauh lebih baik jika Anda memeriksakan diri ke dokter.