Mengapa Stress Mampu Merusak Program Fitness Anda

Mengapa tingkat stres justru menjadi hal yang perlu anda perhatikan sebagai faktor kegagalan diet anda.

Tahukah Anda bahwa stres memiliki peranan yang sangat besar terhadap KEGAGALAN program diet Anda ?

Tahukah bahwa pola diet yang ternyata tidak cocok mampu meningkatkan stres yang pada akhirnya berbuah kegagalan?


Tahukah bahwa sebenarnya ketika otak Anda berpikir Anda sedang berdiet maka tingkat stres sudah meningkat?

Kami menjawabnya untuk Anda……

.

Stres, termasuk dalam definisi fitness. Dimana bagi kami fitness terdiri dari latihan fisik, nutrisi, istirahat, serta kesehatan mental. Stress berada pada bagian kesehatan mental atau pikiran. Tidak ada mana yang lebih bagus karena tiap aspek memegang peranan tersendiri dengan saling mendukung.

 

Bukan tidak mungkin seorang fitness enthusiast bisa gagal dari segala macam program diet hanya karena kurang istirahat atau banyak pikiran yang pada akhirnya akan mengganggu fokus.

 

Mungkin hal ini pernah anda alami, dimana anda sedang fokus untuk membaca sebuah buku atau sedang belajar. Namun secara tiba – tiba pacar membalas chat anda daritadi siang. Setelah itu anda keasikan membalas dan lupa sudah membaca sampai mana. Bahkan bukan tidak mungkin anda tidak meneruskan membaca buku tadi. Inilah yang disebut distraksi.

Sama halnya juga dengan program diet yang anda jalankan. Bukan tidak mungkin dalam perjalanan program diet anda stress datang sebagai distraksi.

Bayangkan jika program Anda gagal dan… mulai dari nol.

Betapa banyak waktu, materi yang disia – siakan hanya karena distraksi yang justru merusak program diet.

 

Namun perlu diketahui bahwa stress dan pola diet merupakan sebuah proses 2 arah dimana orang dengan tingkat stress yang baik mampu mengontrol pola makannya, dan orang dengan pola makan yang baik terbukti memiliki tingkat stress yang rendah.

.

Seseorang dengan pola makan yang seimbang dan nutrisi cukup terbukti mampu memiliki tingkat stress yang rendah ketimbang mereka yang memiliki pola makan buruk. Hal ini dikarenakan orang yang memiliki pola makan seimbang mampu menghadapi sumber stress (stressor) dengan lebih baik dan lebih tenang.

.

Tahukah Anda bahwa :

  1. Seseorang yang makan terlalu sedikit justru akan menjadi jauh lebih stres dan,
  2. Orang dengan tingkat stres yang tinggi justru menjadi overeating

Seperti sebuah alur yang mengerikan bukan ?

Anda mulai diet – pemahaman akan diet yang minim – Anda memilih untuk diet sangat rendah kalori – peningkatan kortisol – stres – overeating – gagal diet – berpikir untuk mulai diet kembali.

Ini seperti sebuah alur yang tidak akan pernah berhenti jika Anda tidak memahami kunci penting bagaimana memahami pola pikir Anda sendiri.

 

.

Makanan, Stres, dan Hubungan Keduanya

Stress bukan suatu hal yang dapat anda tolak. Setiap hari anda menghadapi stress yang cukup tinggi terutama pada mereka yang tinggal didaerah perkotaan padat penduduk.

 

Pada artikel kali ini kami akan secara membahas bagaimana stress sebaiknya diatur saat anda menjalani program diet, sehingga apapun stressor yang anda hadapi diet tetap harus berjalan dengan baik.

 

  1. Makanan adalah makanan

Apa maksudnya? Makanan disini merupakan makanan dan bukan pelampiasan. Kerap kali Anda ingin memakan makanan yang enak selama seminggu sekali dengan jumlah yang luar biasa banyak. Dengan pembenaran bahwa ini hal yang wajar karena telah menjalani diet extra ketat.

 

Hal yang menjadi masalah disini adalah, Anda belum terlalu memahami pola diet milik Anda sendiri. Diet bukan berarti Anda tidak boleh memakan makanan yang Anda sukai (memiliki kadar lemak tinggi dan kalori tinggi), namun hanya membatasi jumlahnya.

 

Bagaimanapun diet fatloss adalah kalori masuk < kalori keluar. Sejauh Anda memastikan bahwa makanan yang Anda asup tidak berlebihan, tidak jadi masalah untuk mengonsumsi pizza, burger, es krim, dan lain sebagainya.

 

Mulai program diet fatloss Anda sekarang.

  1. Alihkan stres bukan pada makanan

80% lebih orang akan menggunakan makanan sebagai pelampiasan akan stres. Berbagai macam stres dapat menimpa setiap orang, baik itu dari pekerjaan, pasangan, jalanan, dan berbagai macam stressor lainnya.

Hentikan menggunakan makanan sebagai pengalihan stres karena makanan hanya akan memberikan kepuasan di awal namun memberi masalah baru.

  1. Fokus pada goal

Di awal sebelum menjalani rutinitas latihan Anda sudah memilih sebuah goal. Dimana dengan adanya sebuah goal Anda memahami tahapan apa saja yang harus dilakukan. Dengan adanya goal , paparan stressor yang tinggi pun tidak mampu membuat Anda terusik. Kecuali, niat Anda yang tidak terlalu besar di awal.

Related : Motivasi sebelum memulai “fitness journey” Anda sendiri.

 

Refrensi :

Bond University. “New study investigates impact of stress on diet failure”. 2015

Vicennati V, et al. “Stress-Related Development of Obesity and Cortisol in Women,” Obesity (Sept. 2009): Vol. 17, No. 9, pp. 1678–83

Mengapa Diet Tinggi Protein Justru Membuat Anda Gemuk?

Mengapa diet tinggi protein justru mampu membuat anda gemuk ?

 

Diet tinggi protein sangat sering didengar dan dijalankan oleh banyak pelaku fitness. Tidak hanya di Indonesia namun di dunia. Protein dianggap sebagai satu – satunya pola diet untuk meraih “tubuh idaman”.

 

Ketika pertama kali menginjak lantai gym anda bertanya kepada “ahli” disana tentang apa yang harus dilakukan untuk diet. Jawabannya akan sama (kebanyakan).

 

“Tambah protein, kurangin karbonya, trus perbanyak makanan berserat. Oh ya, kalau bisa makan dibikin sering ya”

Siapa yang pernah mendengar saran seperti ini atau bahkan pernah memberi saran seperti ini?

 

Lho, memangnya salah ya ?

Tunggu dulu, tidak ada yang mengatakan salah disini. Karena bagi kami pun fitness bukan perihal salah atau benar. Tapi perihal kebiasaan yang sering anda jalani.

Terbiasa makan sehari sekali? silahkan !

Terbiasa harus makan 3x dan diiringi snack ? Silahkan !

Terbiasa diet dengan puasa ? Boleh juga.

.

Namun pada artikel ini, yang akan kami bahas adalah mengenai diet tinggi protein.

Secara singkat artikel ini akan membahas kepada anda :

  • Mengenal diet protein dan polanya.
  • Contoh diet tinggi protein yang sudah ada
  • Efek diet tinggi protein bagi kesehatan
  • Faktor – faktor penyebab dari kegagalan saat anda berdiet tinggi protein

 

Mari kita mulai pada tahap pertama.

 

1.Apa yang perlu anda ketahui tentang diet tinggi protein

 

diet tinggi protein
Singkatnya, diet tinggi protein ini merupakan pola diet yang mengutamakan asupan protein. Biasanya asupan protein per hari melebihi 40% kebutuhan harian. via france-surgery.com

 

Tujuan pengembangan pada poin 1 ini adalah untuk memberikan informasi bagi anda yang belum memahami definisi diet tinggi protein, serta mendefinisikan kembali kepada anda yang menjalani diet tinggi protein.

 

Baca juga : Alasan mengapa anda sebaiknya mengonsumsi whey protein

 

Mengapa?

 

Karena seringkali kami bertemu dengan orang yang mengatakan sedang menjalani program diet tinggi protein tapi nyatanya berbeda.

.

Anda perlu protein karena ” ia memiliki peran dalam setiap fungsi kritis tubuh,” kata Leslie Bonci, MPH, RD, direktur nutrisi olahraga di University of Pittsburgh Medical Center. Hal ini dikarenakan memang protein ada dan dibutuhkan di seluruh tubuh.

.

Diet tinggi protein merupakan sebuah aturan pola makan yang mengedepankan protein sebagai makronutrisi utama.

 

Berapa rasio makronutrisi pada diet tinggi protein ?

 

Dikutip dari WebMd.com kebutuhan nutrisi dari setiap orang akan sangat berbeda – beda dan sangat bergantung akan kebutuhan. Namun biasanya diet dengan tinggi protein biasanya ada diatas 40%.

Pada kesempatan kali ini kami akan menampilkan 2 kebutuhan yaitu sebagai atlet atau mereka yang sedang menjalani diet tinggi protein.

.

Atlet.

 

Sebagai seorang atlet, aktifitas yang dilakukan setiap harinya sangat melibatkan jaringan otot. Itupun sangat berbeda satu sama lain. Seorang atlet seperti pelari maraton membutuhkan sekitar 50% lebih banyak protein daripada orang pada umumnya, kata ahli gizi olahraga Josephine Conolly-Schoonen, MS, RD, dari Medscape.

 

Diet.

 

Dalam diet, penting untuk mempertahankan massa otot karena jaringan otot yang sangat berperan dalam proses metabolisme. Semakin rendah jaringan otot maka metabolisme Anda akan ikut menurun.

 

 

Ketika menurunkan berat badan yang tujuannya adalah untuk menurunkan lemak tubuh, sambil mempertahankan massa otot. Maka, protein membantu Anda melakukan itu.

 

Makanan berprotein tinggi cenderung lebih mengenyangkan, sehingga mereka mampu menunda rasa lapar. Ini sangat membantu proses diet sambil mengatur kalori yang masuk. Namun ada yang harus Anda perhatikan agar diet tinggi protein tidak gagal. Akan kami bahas dibawah.

 

2.Contoh pola diet yang mengusung prinsip tinggi protein

 

Setiap diet pasti punya alasan masing – masing dari pola yang diberikan begitu juga diet tinggi protein ini.

Dengan rasio makronutrisi protein seperti diatas, tentu tidak mungkin jika tidak ada hal yang terjadi pada tubuh.

Pada bagian ini akan kami berikan beberapa contoh diet tinggi protein yang dapat anda terapkan jika mencoba pola diet tinggi protein.

.

Atkins Diet

Hal yang dijanjikan dalam diet ini adalah Anda dapat menurunkan berat badan secara drastis dengan cara memotong jumlah asupan karbohidrat seperti roti, kentang, dan permen.

Dan digantikan oleh protein hewani seperti daging, mayones, dan mentega.

Itu merupakan konsep utama dari diet yang ditemukan oleh Dr. Robert Atkins MD.

Teori yang ditawarkan adalah ketika Anda mampu mengurangi karbohidrat pada tubuh maka tubuh akan mampu mengurangi jaringan lemak yang ada dan digunakan sebagai bahan bakar.

.

Namun, konsep ini TIDAK DIANJURKAN bagi penderita penyakit ginjal berat, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, dan diabetes (masih dalam kontroversi karena jurnal yang mengatakan agar diet bagi diabetes adalah diet tinggi protein)

.

Bagaimana cara melakukan diet Atkins?

Batasi konsumsi karbohidrat sebanyak maksimal 20 gram setiap hari. Usahakan untuk mendapat asupan karbohidrat dari dalam bentuk sayuran.

Protein bersumber dari unggas, ikan, telur, daging merah, mentega, serta minyak nabati.

Tidak ada lagi pasta, roti, biji – bijian lain atau susu.

Tidak ada kafein serta alkohol.

.

.

Paleo Diet

 

Opini utama dari diet ini adalah karena segala bentuk makanan yang sudah tersedia hingga saat ini sudah banyak mengandung pengawet pada makanan olahan, lemak trans, serta gula yang terlalu tinggi.

Sehingga manusia akan jauh lebih baik ketika berada di masa paleolithikum dimana manusia hanya mampu makan daging – dagingan tanpa mengenal segala macam biji – bijian dan susu.

Mirip seperti Atkins diet karena sama – sama memiliki prinsip diet tinggi protein.

.

Apa yang harus dan tidak boleh dimakan ?

Tidak boleh dimakan : Buah, Susu, Sayuran, Biji-bijian, Daging Olahan & Gula, Kacang & Biji Pati dan Alkohol

Boleh dimakan : alpukat, minyak zaitun, minyak ikan, dan daging namun bukan daging olahan.

 

3.Diet tinggi protein dan kesehatan

 

Disimpulkan dari sebuah jurnal berjudul “Dietary protein – its role in satiety, energetics, weight loss and health” pada tahun 2011. Salah satu ancaman terbesar dunia kesehatan dewasa ini adalah masalah obesitas.

Penelitian ini menunjukkan diet tinggi protein mampu memperbaiki masalah metabolisme.

Metabolisme rendah merupakan salah satu kendala bagi penderita obesitas.

Dari hasil yang didapat, diet tinggi protein ternyata mampu untuk meningkatkan metabolisme, mengembalikan sensitivitas insulin, serta membantu metabolisme lipid manusia menjadi lebih baik.

 

Ketiga hal diatas inilah yang menjadi 3 sebab besar mengapa terjadi kegemukan.

.

Fakta lain yang perlu Anda ketahui tentang diet tinggi protein :

Masih menurut jurnal yang sama, dikatakan bahwa diet tinggi protein (1 – 1.5 gr / kg bb) dapat sangat merusak ginjal. Sekalipun hingga detik ini belum ada bukti penelitian yang membuktikan demikian.

Kreatinin plasma yang digunakan sebagai indikator masih berkisar pada angka normal sebesar 60 – 120 mmol / L.

.

4.Mengapa diet tinggi protein ini menjadikan anda gagal

Sampai pada bahasan utama mengapa banyak orang yang mencoba menjani diet tinggi protein namun kerap kali gagal.

.

Ada 3 alasan yang paling sering terjadi bagi pelaku diet tinggi protein.

Alasan Pertama :

Anda tidak memperhatikan jumlah kalori yang masuk.

.

Menganggap bahwa diet tinggi protein merupakan diet yang sangat baik untuk menurunkan kadar lemak tubuh maka secara tidak terkontrol Anda mengkonsumsi sangat banyak asupan protein setiap harinya.

Jumlah kalori protein = kalori karbohidrat.

.

Namun ada kebiasaan orang Indonesia yang memang tidak bisa dihilangkan yaitu,

Kalau gak makan nasi berarti belum makan. Sehingga asupan protein ditingkatkan tapi tidak terlalu memperhatikan kalorinya.

Tapi memang kebiasaan makan seperti diatas masih menjadi bagian dari hidup kita. Bagaimana tidak, kebiasaan makan nasi dengan lauk mie dan makanan penutup roti merupakan hal biasa disini. Semuanya karbohidrat.

Kembali lagi ke asupan kalori, sebagai contoh Anda mengkonsumsi ayam panggang. Karena merasa tidak kenyang dan lagi merasa diet tinggi protein tidak akan membuat gemuk maka Anda memesan 2 potong.

Dimana, 1 potongnya sendiri memiliki kalori 240 – 300 kalori. Sehingga dari 2 potong itu Anda sudah memakan 480 – 600 kalori.

.

Belum termasuk makanan lain seperti tempe dan tahu karena merasa belum kenyang.

 

.

Alasan Kedua :

Tidak memperhatikan jenis asupan protein yang masuk.

Mengetahui jenis protein yang Anda asup sangat penting.

Apa yang akan terjadi jika Anda mengkonsumsi ayam panggang dengan ayam goreng tepung?

Perbedaan kalori yang sangat jauh.

Penggunaan tepung pada makanan mampu meningkatkan kadar kalori menjadi 100 – 200 kalori tiap sajiannya.

.

Juga, penggunaan kuah atau bumbu yang terkadang tidak kita sadari dengan adanya “hidden calories”.

.

Alasan Ketiga :

Tidak mampu menjaga konsistensi.

Sekali lagi, diet yang benar adalah diet yang mampu dijaga ritme dan konsistensinya.

Sehingga tidak akan ada diet yang berhasil jika hanya dijalankan selama beberapa minggu atau bulan.

.

Alasan ketiga ini mungkin menjadi alasan utama dari segala macam atau ribuan diet yang terjadi di seluruh dunia.

.

Jika Anda ingin menurunkan berat badan dan bingung caranya, kami sarankan untuk mulai membaca dari panduan fatloss yang khusus bagi pemula.

.

 

 

10 Manfaat Puasa Bagi Kesehatan Yang Perlu Anda Ketahui

Puasa tidak hanya menahan makan minum dan berat badan anda turun. Ternyata masih banyak manfaat hebat lainnya dari berpuasa

 

Puasa tidak hanya sekedar ibadah. Ada masih lebih banyak lagi manfaat yang dapat anda temukan pada puasa. Puasa pada definisinya merupakan salah satu bentuk pengendalian diri.

 

 

Ketika makan/minum sebelum berpuasa dan makan/minum untuk berbuka puasa pun tidak bisa asal. Mengapa? Karena tubuh anda berada dalam kondisi yang berbeda pula.

 

 

Umumnya diluar kebiasaan puasa di bulan suci, puasa juga digunakan sebagai salah satu cara untuk mengkondisikan tubuh pada defisit kalori yang harapannya mampu menurunkan berat badan. Namun apakah hanya itu manfaatnya?

 

Berbagai hasil penelitian menjelaskan bahwa proses metabolisme dan stimulus hormon selama berpuasa telah saling berkerja sama untuk meningkatkan kesehatan secara keseluruhan. 

 

Berikut kami rangkumkan 10 dari sekian banyak manfaat puasa yang dapat anda gunakan bagi kesehatan.

 

  1. Meningkatkan Lemak Baik Dan Menurunkan Lemak Jahat.

HDL (High density Lipoprotein) merupakan salah satu jenis lemak yang bersifat baik dalam tubuh. HDL bekerja dengan membersihkan jalur sirkulasi darah dari tumpukan lemak jahat. Peningkatan HDL dan penurunan jumlah lemak jahat ini merupakan kabar baik untuk Anda di mana puasa ikut menurunkan risiko penyakit jantung dan tekanan darah tinggi.

 

manfaat puasa bagi kesehatan
puasa banyak manfaat bagi kesehatan tidak hanya untuk menurunkan berat badan

 

Pada tahun 1997 lembaga Annals of Nutrition Metabolism melakukan suatu penelitian tentang berpuasa di bulan Ramadhan di mana hasilnya menunjukkan bahwa berpuasa menurunkan lemak buruk dalam darah dan kadar kolesterol hingga 8 % , trigliserida hingga 30 %, dan meningkat kadar lemak baik sampai dengan 14,3 %, semua ini akan melindungi jantung dari penyakit jantung dan meningkatkan harapan hidup.

 

Baca juga : 5 Cara untuk memerangi obesitas

 

Perlu anda ingat bahwa keberadaan HDL dan LDL (Low Density Lipoprotein) merupakan sebuah rasio yang harus diseimbangkan, sehingga tidak mungkin LDL dihilangkan dan HDL yang dimaksimalkan, begitu sebaliknya.

 

                Bagi anda penderita kolesterol atau ingin mencegah terjadinya penumpukan kolesterol ditubuh Anda, maka berpuasa merupakan salah satu cara yang tepat untuk menyeimbangkan kadar lemak tubuh.

 

2. Peningkatan Hormon Testosteron

                Hormon testosteron atau yang lebih dikenal hormon pria karena memang hormon ini dominan dimiliki oleh kaum pria. Hormon testosterone memiliki peranan utama sebagai si pembakar lemak dan pembangun otot. Sebuah hormon yang membuat seorang pria adalah pria.

 

Suatu hasil penelitian mengungkapkan manfaat puasa bagi kesehatan lainnya yaitu terjadi peningkatan hormon testosteron pada beberapa hari setelah mulai menjalani ibadah puasa.

 

                Bagi Anda yang sedang melakukan upaya penurunan berat badan dengan berlatih beban maka peningkatan hormon testosteron merupakan suatu kabar gembira.

 

Peningkatan hormon secara alami dan diiringi dengan latihan beban secara rutin akan memaksimalkan pertumbuhan otot dan meningkatkan metabolisme serta kemampuan tubuh dalam membakar lemak.

 

3. Meningkatkan Hormon Pertumbuhan (HGH) Secara Alami

Hormon HGH merupakan hormon yang memiliki banyak manfaat untuk tubuh. Utamanya hormon ini akan merangsang reproduksi sel, sintesis protein, pertumbuhan tulang, dan otot.

 

Riset yang dilakukan pada tahun 1986 menunjukkan bahwa terjadi peningkatan sekresi hormon HGH pada saat puasa. Penelitian ini selanjutnya diperkuat dengan penelitian dari Leiden University Medical Center di Netherlands (Madelon Buijs) melaporkan bahwa level HGH akan meningkat secara signifikan dalam 13 jam setelah puasa.

 

                Sama seperti hormon testosteron, hormon HGH turut berperan dalam pertumbuhan otot. Jadi jika peningkatan hormon HGH ini diimbangi dengan protein dan latihan yang cukup maka otot akan semakin berkembang dan makin banyak lemak yang dibakar.

 

Dr. Madarina Julia, Sp.A, MPH juga menjelaskan, ” Ketika puasa, kita menahan lapar. Ketika lapar itulah terjadi penurunan kadar gula darah dan pelepasan growth hormon (hormon pertumbuhan). Saat terjadi pelepasan growth hormon, lemak viseral yang posisinya biasanya di perut akan terbakar sehingga perut menjadi langsing.

 

4. Meningkatkan Sensitivitas Hormon Insulin

Sensitivitas insulin merupakan kemampuan hormon insulin untuk merespon perubahan kadar gula darah dengan merilis hormon insulin dan mengembalikan kadar gula darah dalam kondisi normal. Kaitannya dengan diet, sensitivitas insulin ini sangat penting kadar gula darah yang normal akan membantu untuk menjaga rasa kenyang lebih lama.

 

Prof. Rochmad Romdoni mengemukakan bahwa sensitivitas hormon insulin naik saat berpuasa. Peningkatan ini terjadi karena adanya pengurangan konsumsi kalori selama puasa, secara fisiologis akan mengurangi sirkulasi hormon insulin dan kadar gula darah. Selanjutnya, sensitivitas hormon insulin dalam menormalkan kadar gula darah akan meningkat.

 

5. Menurunkan Hormon Ghrelin

Sekresi hormon ghrelin berkebalikan dengan hormon HGH. Pada saat berpuasa, di mana hormon HGH disekresi dalam jumlah besar maka hormon ghrelin disekresikan dalam jumlah kecil. Akan tetapi memiliki manfaat yang besar untuk mengendalikan rasa lapar.

 

Perlu anda ketahui bahwa hormon ghrelin memiliki peran dalam meregulasi rasa lapar.

Hormon ghrelin yang disekresikan oleh lambung dan pankreas dalam jumlah besar akan menstimulasi rasa lapar.

Akan tetapi karena pada saat berpuasa justru hormon HGH yang disekresi dalam jumlah besar makan hormon ini akan menekan jumlah produksinya.

Hasilnya justru otak tidak mengirim sinyal rasa lapar ke otak dan kita dapat lebih mengendalikan jumlah makanan yang dimakan.

 

6. Pelepasan Endorfin

Endorfin merupakan narkotik alami yang berada di otak. Jangan salah dulu, ini bukan substansi yang bersifat adiktif, tapi ini hormon yang membantu anda merasa lebih bahagia.

 

Pelepasan endorfin akan memberikan efek positif dengan memberikan perasaan bahagia, penuh semangat, bebas stres, dan tidak mudah tergoda untuk makan.

 

Penelitian Michelson dan kawan-kawan pada 2009 menunjukkan bahwa berpuasa memberikan efek positif terhadap pelepasan endorfin di otak.

 

7. Menjaga Kesehatan Ginjal

Ginjal merupakan organ yang sangat vital dalam regulasi cairan tubuh. Ginjal menyaring darah dari berbagai kotoran. Darah yang telah dibersihkan akan kembali ke sistem sirkulasi untuk mengangkut nutrisi dan oksigen. Sementara itu produk samping hasil penyaringan ginjal akan dibuang melalui urin agar tidak meracuni tubuh.

 

manfaat puasa bagi kesehatan
Puasa menunjang kesehatan ginjal

 

Memahami hal ini, tentu hal yang tidak diinginkan akan terjadi jika anda tidak menjaga kerja ginjal.

 

Baca juga : Mengapa anda harus mengonsumsi whey protein?

 

Pada saat berpuasa, konsumsi air yang lebih sedikit akan bekerja sangat efektif meningkatkan konsentrasi urin dalam ginjal serta meningkatkan kekuatan osmosis urin hingga mencapai 1000 sampai 12.000 ml osmosis/kg air.

Dalam keadaan tertentu ternyata hal ini akan memberi perlindungan terhadap fungsi ginjal. 

 

8. Meningkatkan Kekebalan Tubuh

                Ada lagi manfaat puasa bagi kesehatan yang tidak anda duga – duga. Puasa ternyata mampu membantu anda menjaga kekebalan tubuh.

 

Kekebalan tubuh penting untuk dijaga mengingat kondisi lingkungan kita yang sudah semakin buruk. Kita tidak bisa memastikan bahwa lingkungan kita benar-benar bersih, orang-orang di sekitar kita sedang benar-benar sehat, dan kapan terjadi perubahan cuaca yang ekstrim. Sehingga di sanalah kekebalan tubuh berperan mengusahakan tubuh kita agar tetap sehat untuk terus beraktivitas secara normal.

 

                Suatu hasil penelitian menunjukkan bahwa berpuasa dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh.  Penelitian menunjukkan saat puasa terjadi peningkatan limfosit hingga sepuluh kali lipat. Kendati keseluruhan sel darah putih tidak berubah ternyata sel T mengalani kenaikkan pesat.

 

                Sel T merupakan salah satu tipe sel darah putih pada tubuh yang memerangi radikal bebas. Ia berperan seperti layaknya angkatan bersenjata yang menyerang benda asing yang akan menginvasi tubuh.

 

9. Mencapai Keseimbangan Anabolisme Dan Katabolisme

               

Sebelum lebih jauh, akan lebih baik jika anda memahami tentang apa yang disebut proses anabolik dan katabolik.

             

Dikutip dari study.com, anabolisme dan katabolisme merupakan 2 bagian dari metabolisme. Dimana anabolisme merupakan sebuah proses metabolisme yang bersifat membangun biomolekul, dan katabolisme adalah proses metabolisme yang bersifat menghancurkan biomolekul.

 

                Proses ini terjadi setiap hari sejauh kita masih mengalami proses metabolisme, dimana dengan katabolisme (olahraga) tubuh menghancurkan dan meruntuhkan sel tubuh yang tua dan membangunnya kembali menjadi lebih muda melalui proses anabolisme (makan).

 

Pada saat berpuasa terjadi keseimbangan anabolisme dan katabolisme yang berakibat asam amino dan berbagai zat lainnya membantu peremajaan sel dan komponennya memproduksi glukosa darah serta mensuplai asam amino dalam darah sepanjang hari.

 

Cadangan protein yang cukup dalam hati karena asupan nutrisi saat buka dan sahur akan tetap dapat menciptakan kondisi tubuh yang ideal untuk terus memproduksi protein esensial lainnya seperti albumin, globulin dan fibrinogen.

 

Khusus bagi anda yang fokus untuk menurunkan kadar lemak dan bukan hanya berat badan, proses anabolisme memegang peranan yang sangat penting. Karena pada proses inilah sel – sel tubuh diperbaharui dan memastikan tubuh anda menjalani masa pemulihan yang sempurna.

 

Penggunaan BCAA yang rendah kalori sangat membantu tubuh mengalami fase katabolisme saat berpuasa dan memaksimalkan proses anabolik.

 

 

10. Membantu Menurunkan Berat Badan

 

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, salah satu manfaat puasa bagi kesehatan adalah dapat menurunkan berat badan dengan cara yang sehat. Berpuasa memberikan berbagai stimulus hormon yang berkaitan dengan pengaturan makan, pertumbuhan otot, dan menekan rasa lapar. Maka dari itu puasa dapat menjadi salah satu cara untuk menurunkan berat badan.

 

                Akan tetapi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pertama perlunya memperhatikan apa saja makanan yang dikonsumsi saat berbuka puasa.

 

Penting sekali untuk menekan konsumsi gula sederhana seperti sirup dan makanan kaya lemak seperti fast food untuk menekan terjadi penimbunan lemak baru. Kedua, tetap menjalankan olahraga secara rutin dan tepat saat puasa untuk membantu menurunkan berat badan.

 

                Kesimpulan :

                Puasa tidak hanya sekedar menahan makan dan minum. Puasa memberikan berbagai manfaat kesehatan untuk tubuh dan termasuk menurunkan berat badan.

                Pergunakan sebaik – baiknya agar tidak hanya urusan ibadah, namun kesehatan juga dapat anda capai.

 

Refrensi :

Adlouni A GN, Benslimane, A, Lecert JM, Saile R. “Fasting during Ramadan induces a marked increase in high-density lipoprotein cholesterol and decrease in low-density lipoprotein cholesterol”. Annals of Nutrition and Metabolism. 1997;41:242-149.

Buijs MM1, Burggraaf J, Wijbrandts C, de Kam ML, Frölich M, Cohen AF, Romijn JA, Sauerwein HP, Meinders AE, Pijl H. “Blunted lipolytic response to fasting in abdominally obese women: evidence for involvement of hyposomatotropism.” 2003 Mar;77(3):544-50.

Guillaume Fond, Alexandra Macgregor, Marion Leboyer, Andreas Michaelson. “Fasting in mood disorders: neurobiology and effectiveness. A review of the literature.” PSY Journal Volume 209, Issue 3, Pages 253–2

 

5 Cara Untuk Memerangi Obesitas

5 cara mudah yang dapat anda lakukan untuk memerangi obesitas yang semakin menggerogoti tubuh

Obesitas sudah lama menjadi ancaman bagi kesehatan, sadari sedari dini dan ubah tubuh anda sekarang.

 

Obesitas dan kelebihan berat badan sudah menjadi masalah umum yang banyak terjadi di berbagai belahan dunia ini. Banyak orang yang mencoba untuk menurunkan berat badan dengan berbagai cara. Penduduk di negara maju umumnya semakin menyadari pengaruh negatif dari kecenderungan obesitas, tidak hanya kesehatan namun juga produktivitas akan jauh berkurang terhadap mereka yang terkena obesitas. Obesitas dikatakan lebih menakutkan dari kecanduan akan rokok.

 

Beberapa cara dibawah ini adalah cara untuk menurunkan tingkat obesitas anda. 

 

  1. Kontrol Nafsu Makan, atau Biarkan Ia Yang Mengontrol

 

5 cara untuk memerangi obesitas
Jangan biarkan kebiasaan menimbun kalori justru mengarahkan gaya hidup anda menjadi tidak baik

 

Kebanyakan orang yang obesitas memiliki nafsu makan yang cukup besar. Terkecuali dalam satu kondisi hormonal yang memang membuat mereka gemuk seperti hipotiroid. Tapi pada umumnya ini dibentuk karena pola kebiasaan, mereka akan selalu merasa lapar dan cenderung menuruti nafsu makannya yang besar.

 

Mengontrol nafsu makan adalah hal pertama yang harus dilakukan orang yang mau melawan obesitas. 

 

Mengapa? Hal ini dikarenakan kebiasaan yang sudah berjalan cukup panjang membentuk tubuh anda menjadi seperti demikian. Mereka yang mengalami obesitas dengan jaringan lemak yang banyak cenderung mengalami resistensi insulin yang bertambah seiring dengan bertambahnya massa lemak. Hal ini akan mengakibatkan mereka selalu merasa lapar bahkan sudah makan sekalipun.

 

Makanlah dengan porsi kecil namun tidak terlalu banyak, kurangi gula dan perbanyak sayuran karena hal ini akan membuat anda kenyang lebih lama.

 

Baca juga : Berapa banyak kalori yang anda butuhkan dalam 1 hari?

 

  1. Stabilkan Gula Darah

 

Gula darah yang tidak stabil cenderung meningkatkan nafsu makan. Jadi, agar anda bisa mengontrol nafsu makan, kontrol gula darah anda. Caranya, setiap anda makan, lihatlah bahan apa saja yang membentuk makanan itu.

 

Hindari makan makanan yang mengandung karbohidrat sederhana seperti gula, tepung-tepungan, dll dan perbanyak mengkonsumsi protein daripada karbohidrat karena protein sangat sulit dijadikan cadangan makanan pada tubuh atau lemak.

 

  1. Ubah Bentuk Tubuh Berarti Ubah Kebiasaan Anda

 

Mungkin ada yang mengatakan bahwa ia mampu menurunkan 10 kg hanya dalam waktu 1 minggu tapi bulan berikutnya malah naik lagi jadi 15 kg. Kenapa? Apa yang salah? Siapa saja boleh mengubah bentuk tubuhnya, jika bicara berat badan adalah suatu hal yang mudah jika hanya ingin menurunkan berkilo-kilo dalam waktu singkat.

 

Tapi kenapa justru naik lagi dan malah lebih parah? Itu karena anda hanya merubah angka pada timbangan tapi tidak merubah kebiasaan hidup.  Berpikirlah untuk mendapat sehat dan merubah kebiasaan hidup yang buruk ketimbang hanya ingin mendapat berat badan yang diinginkan.

 

Cintai setiap saat anda melakukan usaha untuk menurunkan berat badan, bukan justru membencinya. 

 

  1. Jangan Sepelekan Stress

 

cara memerangi obesitas
Mendapatkan rekan akan membuat anda selalu termotivasi dari setiap hal yang dijalani

 

Menurut penelitian, stress mampu menginisiasi terjadinya penumpukan berat badan berlebih dengan memproduksi hormon insulin dan menaikan kadar gula darah.

 

Baca juga : 5 Alasan mengapa anda harus mengonsumsi whey protein. Salah satunya untuk mengontrol gula darah.

 

Padahal, gula darah yang tidak stabil seperti disebutkan diatas membuat nafsu makan bertambah. Sehingga kompensasinya adalah terus menerus makan dan makan. Stress menjadi semacam pemicu reaksi penambah berat secara beruntun.

 

Nikmati hidup, makanlah yang lengkap dan bergizi, olahraga cukup, tidurlah yang nyenyak dan jangan memikir masalah terlalu berat. Terkesan klise tapi kamipun masih terus berusaha mewujudkannya.

 

  1. Bangun Massa Otot, Tingkatkan Metabolisme.

 

Bahasan ini yang akan terus dan terus kami tekankan pada para pembaca bahwa pentingnya membangun massa otot cukup vital. Mengapa?

Sebelumnya kami sudah mengatakan jaringan otot berbanding lurus dengan kemampuan tubuh untuk membakar kalori dan jaringan lemak. Kebanyakan orang obesitas dan kelebihan berat badan malas bergerak dan beraktivitas. Mereka hanya menjalani diet yang salah yakni tidak makan dan hanya aerobik. Ketika sudah mulai membuahkan hasil mereka bingung karena sisa kulit ada dimana-mana dan jauh lebih mengganggu dari saat mereka obesitas.