Ini Alasan Mengapa Wanita Sebaiknya Tidak Takut Mengonsumsi Whey Protein

Whey protein bagi wanita masih kurang familiar sekalipun banyak yang sudah menggunakan. Ini alasan mengapa anggapan anda selama ini salah.

 

Jika Anda seorang pemula, sudah pasti akan muncul ketakutan untuk mengkonsumsi whey protein. Ketakutan yang muncul ini tidak lain karena belum yakin apakah produk whey protein aman atau tidak. Apakah whey protein memberikan manfaat yang baik untuk tubuh atau justru membahayakan tubuh Anda di masa depan.

 

Ini adalah hal yang wajar karena di pasaran bebas banyak bermunculan produk suplemen yang tidak aman untuk di konsumsi. Selain itu, dari dalam diri Anda sendiri dan di lingkungan Anda belum memahami whey protein secara tepat. Oleh karena itu, di artikel kali ini fitnestips akan berbagi info kenapa whey protein aman untuk Anda konsumsi.

 

Bahan Baku Yang Aman

 

Kebanyakan orang takut mengkonsumsi suplemen karena bahan bakunya. Mereka takut suplemen yang mereka konsumsi terbuat dari bahan kimia buatan yang dapat membahayakan kesehatan tubuh mereka baik dalam jangka pendek atau pun jangka panjang. Padahal ada banyak suplemen herbal yang menggunakan berbahan baku alami tanpa tambahan senyawa kimia buatan sehingga aman untuk tubuh mereka yang mengkonsumsi.

 

Whey protein bagi wanita
Bahan baku utama whey protein adalah susu sapi.

 

Penting untuk Anda ketahui bahwa whey protein adalah suplemen herbal yang terbuat dari bahan alami, yaitu susu sapi murni. Whey protein merupakan byproduct yang diperoleh saat pembuatan keju. Awalnya susu murni dipasteurisasi, kemudian diambil kasein dan lemak susu untuk pembuatan keju, sehingga menyisakan whey dalam bentuk cair. Whey ini kemudian dimurnikan dari laktosa dan kandungan lainnya sehingga menjadi whey protein. Terakhir whey dikeringkan menjadi bubuk dan dikemas sehingga aman untuk di simpan.

 

Baca juga : Manakah suplemen yang tepat digunakan bagi wanita kurus?

 

Jadi sekarang Anda sudah tahu kan bahwa bahan baku whey protein adalah susu murni alami.

 

Kandungan Whey Protein

 

Whey protein berasal dari susu sapi murni dengan kandungan 80% kasein dan 20% whey. Menurut penelitian secara ilmiah, whey adalah bentuk protein yang paling murni dan tidak mengandung lemak. Whey protein termasuk ke dalam protein yang kaya karena mengandung seluruh 20 asam amino. Kandung BCAA dalam whey sangat baik untuk metabolisme di dalam otot sehingga cocok untuk dikonsumsi oleh atlet dan seseorang yang aktif dalam beraktivitas.

 

Mudah Diserap Oleh Tubuh

 

whey protein bagi wanita
kandungan whey yang alami membuatnya mudah untuk diserap. via genesisnmc.com

 

Whey protein adalah produk susu sehingga mudah dicerna dan aman bagi segala usia. Whey protein berbentuk butiran protein yang nilai bioavailability lebih tinggi dibandingkan dengan putih telur sehingga digolongkan protein gold standard. Artinya whey protein lebih cepat diserap oleh tubuh karena lebih mudah dicerna dan diserap sistem pencernaan.

 

Whey Protein Isolate, dapat diserap oleh tubuh kurang dari 15 menit, sedangkan Whey Protein Concentrate diserap tubuh kurang dari 30 menit. Whey protein yang dikonsumsi pada saat sebelum atau sesudah latihan akan memberikan manfaat yang baik untuk otot. Sedangkan apabila dikonsumsi pada waktu di luar latihan, whey protein akan memberikan energi untuk tubuh.

 

Teruji Secara Ilmiah

 

Whey protein adalah suplemen yang terpercaya dan telah teruji berbagai penelitian ilmiah

 

Whey protein merupakan suplemen yang aman dan sangat mendukung untuk dikonsumsi oleh atlet dan Anda yang rutin melakukan latihan beban. Hasil penelitian para ahli dari University of Texas Medical Branch menunjukkan bahwa konsumsi whey protein setelah latihan beban dapat meningkatkan pertumbuhan otot dengan cara merangsang pembentukan protein otot.

 

Tidak hanya untuk pembentukan otot, whey protein merupakan suplemen yang aman dan mendukung program diet. Penelitian di University of Oklahoma yang dilakukan selama 10 minggu menunjukkan hasil bahwa penambahan whey protein pada kelompok yang melakukan diet dapat membatu penurunan lemak. Sedangkan pada kelompok yang mengkonsumsi whey protein dan rutin melakukan latihan, terjadi perkembangan massa otot yang signifikan.

 

Oke, sekarang Anda sudah mendapatkan ulasan kenapa whey protein aman untuk dikonsumsi sebagai suplemen protein. Jadi, udah enggak ragu-ragu untuk mengkonsumsi whey protein kan?

 

 

 

 

4 Fungsi Medis Whey Protein Yang Harus Anda Tahu

Whey protein bukan hanya berfungsi sebagai susu otot yang anda kenal. Ia pun memiliki berbagai macam manfaat secara medis.

 

Whey protein maupun Weight Gainer merupakan salah satu sumber asupan gizi sehari – hari yang sehat dan alami untuk dikonsumsi. Whey protein berasal dari protein susu sapi dengan kandungan gizi yang tinggi dan bermanfaat baik untuk kesehatan tubuh. Sayangnya, whey protein masih jarang dikonsumsi karena masih minimnya pemahaman tentang suplemen ini di masyarakat. Wanita juga enggan mengkonsumsi karena mereka berpandangan bahwa whey protein hanya untuk membesarkan tubuh.

 

fungsi medis whey protein
Whey protein biasa hanya dianggap sebagai “susu otot” tanpa mengetahui puluhan manfaat lain dibaliknya

 

Faktanya, whey protein telah diakui oleh berbagai profesional medis sebagai sumber asupan gizi yang diperlukan tubuh dan bukan hanya untuk membesarkan tubuh. Whey protein memberikan asupan gizi yang tinggi tanpa menimbulkan obesitas bagi yang mengkonsumsi. Suplemen ini berperan untuk memenuhi kebutuhan gizi sehingga memberikan berbagai manfaat medis bagi kesehatan tubuh seseorang. Baik pria dan wanita dapat mengkonsumsinya untuk kepentingan kesehatan, meskipun tidak aktif nge gym.

 

Berikut ini  4 fungsi medis whey protein yang harus Anda tahu.

 

  1. Mengatur Berat Badan

Whey protein merupakan nutrisi yang baik untuk membantu mendapatkan berat badan yang ideal. Penelitian dari Dr.Donald Laymen, profesor di University of Illinois menunjukkan bahwa kandungan asam amino esensial leusin pada whey protein dapat menjaga otot dan membantu proses pembakaran lemak dalam tubuh.

 

Selain itu, whey protein dapat memberikan rasa kenyang yang lebih baik dan membantu mengurangi rasa lapar bagi yang mengkonsumsinya. Kondisi ini terjadi karena whey protein memperlambat penyerapan glukosa ke dalam pembuluh darah dengan cara menurunkan jumlah insulin sehingga dapat menurunkan rasa lapar.

 

  1. Membantu Penyembuhan Luka

Anda hanya mendengar whey protein adalah mengenai otot dan otot. Whey protein identik dengan muscle building dsb. Tapi ada fungsi penting yang diakui didunia medis sendiri yaitu karena whey protein yang memiliki kemampuan untuk membantu tubuh meregenerasi dan memulihkan jaringan.

Setiap orang yang mengalami luka pada bagian tubuh atau pasca menjalani operasi pasti ingin segera sembuh dan mendapatkan tubuh yang nyaman untuk kembali beraktivitas secara normal. Salah rahasia untuk membantu menyembuhkan luka adalah meningkatkan konsumsi protein.

 

Kandungan protein dan asam amino dalam whey protein merupakan sarana untuk memperbaiki sel-sel yang mati karena luka dan memulai pertumbuhan kulit baru selama proses penyembuhan. Tidak ketinggalan, whey protein mengandung komponen dengan anti-mikroba pelindung properti, seperti laktoferin.

 

  1. Menjaga Kesehatan Tulang

Fungsi lain lagi dimana whey protein bukan hanya sekadar otot dan bodybuilding. Tapi fungsi medis dimana ia bermanfaat dalam meningkatkan kekuatan tulang anda.

Pada saat usia lanjut, seseorang memiliki peluang yang lebih besar untuk mengalami penurunan kondisi fisik tubuh. Osteoporosis atau penurunan kepadatan tulang merupakan salah satu permasalahan yang sering muncul pada orang lanjut usia akibat kurangnya asupan protein sehingga mengakibatkan tubuh terasa sakit pada saat bergerak.

 

Mengkonsumsi whey protein bagi generasi muda dan manula dapat bermanfaat bagi kesehatan dan kekuatan tulang dan otot. Nutrisi yang baik dan jumlah yang memadai menggunakan whey protein kualitas tinggi dapat membantu menjaga tulang dan otot yang kuat selama masa penuaan. Hasil penelitian di Boston University menunjukkan bahwa orang tua yang mengkonsumsi protein memiliki kepadatan tulang yang lebih baik pada daerah  pinggul dan tulang punggung.

Latihan beban yang cukup dan diikuti dengan konsumsi whey protein membantu juga untuk memperbaiki postur tubuh dan menguatkan tulang.

 

  1. Nutrisi bagi penderita kanker

 

fungsi medis whey protein
Penderita kanker maupun orang yang memiliki potensi untuk kanker membutuhkan nutrisi khusus. via bbc.co.uk

 

Pasien penderita kanker umumnya mengalami penurunan nafsu makan sehingga kesulitan untuk memenuhi kebutuhan gizi tubuh. Asupan gizi yang kurang pada tubuh pasien dapat mengakibatkan penurunan stamina tubuh, penurunan berat badan, dan protein dalam tubuh yang lebih rendah. Padahal pasien memerlukan gizi yang baik untuk tetap beraktivitas dan mendukung jalannya proses penyembuhan penyakit kanker pada tubuhnya.

 

Whey protein dapat dijadikan pilihan yang baik untuk mendukung asupan gizi pasien penderita kanker. Whey protein berbahan dasar protein dari susu sapi yang mudah untuk diserap oleh tubuh. Suplemen ini dapat digunakan sebagai asupan gizi bagi penderita kanker karena terdiri dari 80% kasein dan 20% whey. Whey merupakan bentuk protein yang paling bergizi di antara suplemen protein lainnya dan telah terbukti secara ilmiah. Keunggulan lainnya, whey protein mudah untuk dikonsumsi dengan ditambahkan pada makanan atau minuman tanpa mempengaruhi rasa. Bagi mereka yang memiliki tubuh kurus dapat menggunakan versi lain dari whey protein yaitu weight gainer.

 

Khusus bagi yang memiliki kanker, whey protein hanya sebagai nutrisi penunjang dan tidak digunakan untuk tujuan pengobatan.

 

Whey protein tidak hanya bermanfaat bagi pembangunan massa otot dan dikhususkan untuk kaum pria, namun juga untuk manfaat medis lainnya. Whey protein juga sangat bermanfaat untuk menunjang bagi wanita yang kurus maupun wanita yang gemuk dengan berbagai macam tujuan diet anda.

 

Kini Anda sudah tahu manfaat whey protein secara medis yang sesungguhnya. Jadi tidak ada lagi alasan untuk takut mengkonsumsi whey protein karena dapat membuat tubuh menjadi besar. Pastikan Anda mengkonsumsi sesuai dengan aturan konsumsi yang dianjurkan dan bila perlu dikonsultasikan dengan dokter Anda. Gunakan dengan bijak dan sesuaikan dengan diet dan waktu latihan.