Sumber Protein Bebas Laktosa = Whey Protein

Sumber protein berupa susu sering menjadi kendala karena laktosa yang terkandung didalamnya. Bagaimana jika whey protein menjadi sumber protein yang bebas laktosa

 

 

Whey protein sudah cukup lama disangka sebagai kategori obat – obatan. Padahal bahan dasar whey protein sendiri hanya berasal dari susu sapi yang diambil kandungan proteinnya lalu disempurnakan dengan berbagai macam teknologi agar tubuh kita mampu mencernanya dengan lebih sempurna.

 

Mendengar whey protein sebagai produk dari susu sapi murni, kami yakin sebagian besar dari Anda pasti dibayang-bayangi ketakutan akan gangguan pencernaan setelah mengkonsumsinya. Ini bukan mengada-ngada karena memang banyak orang yang pencernaannya menjadi tidak nyaman setelah beberapa saat mengkonsumsi produk olahan susu. Mereka umumnya merasakan mual, kembung, nyeri, dan bahkan diare. Tentunya akan terasa kurang nyaman, jika anda justru mendapat efek samping dari whey protein yaitu masalah pencernaan.

 

sumber protein bebas laktosa whey protein
Whey protein bahkan aman dikonsumsi bagi mereka yang sensitif terhadap laktosa via eatthis.com

 

Sebenarnya, penyebab kenapa perut Anda bisa tiba-tiba menjadi tidak nyaman setelah mengkonsumsi produk susu adalah kandungan laktosa yang ada didalamnya. Ini bukan berarti tubuh Anda alergi terhadap laktosa. Tetapi tubuh kekurangan enzim laktase untuk mencerna laktosa sehingga berakibat menimbulkan gangguan pada usus dengan gejala-gejala seperti yang sudah disebutkan di atas.

 

Lalu bagaimana dengan laktosa dalam whey protein? Apakah sebaiknya tidak usah mengkonsumsi whey protein daripada hanya dapat sakit perut? Daripada anda mendapat beberapa informasi yang justru menyesatkan diluar sana lebih baik anda memahami terlebih dahulu fakta – fakta penting dibaliknya.

 

Kenal Lebih Dekat Dengan Laktosa.

Laktosa adalah salah satu bentuk gula yang secara alami terdapat pada susu. Laktosa yang masuk ke dalam tubuh setelah dikonsumsi dapat dicerna dengan bantuan enzim laktase. Tanpa bantuan laktase yang mencukupi untuk mencerna laktosa, Anda dapat mengalami intoleransi laktosa setelah mengkonsumsi produk susu yang umumnya ditandai dengan gejala mual, kembung, nyeri, dan bahkan diare.

 

Kenapa Laktosa Dihilangkan?

Pertama, whey protein merupakan produk protein tinggi berbahan dasar susu sapi murni. Sedangkan susu sapi tidak semata-mata hanya mengandung whey. Ada banyak kandungan yang pada susu sapi, di antaranya laktosa dan lemak.

 

Susu sapi murni harus diolah untuk mendapatkan kandungan inti proteinnya. Untuk itu, whey harus dipisahkan dari laktosa dan bahan-bahan lainnya sehingga presentase kandungan proteinnya akan meningkat. Tanpa ada pemisahan laktosa ini, kandungan protein yang sebaik dan sebesar apapun tentu tidak akan mampu anda serap dengan sempurna.

 

Kedua, tidak semua orang memiliki kemampuan yang seragam untuk menghasilkan enzim laktase. Sebagian dari kita yang tidak bisa menghasilkan enzim laktase secara maksimal saat mengkonsumsi produk olahan susu justru akan mengalami gangguan pencernaan seperti yang telah disebutkan di atas. Dengan laktosa dihilangkan atau diminimalisir dari whey protein maka setiap orang dapat mengkonsumsi whey protein dengan nyaman. Tidak perlu lagi ada bayang-bayang perut Anda bakal nyeri, perih, mual atau bahkan diare.

 

Bagaimana Laktosa Dihilangkan Dari Whey Protein?

 

Pada whey protein concentrate, laktosa dihilangkan melalui proses ultrafiltrasi. Ultrafiltrasi memisahkan kandungan whey cari dari laktosa melalui membran berukuran pori-pori sangat kecil antara 0.05 µ m hingga 1 nm yang bahkan lebih kecil dari ukuran bakteri dan virus. Whey cair akan dilewatkan suatu membran, kemudian kandungan laktosa akan lolos melewati membran dan whey akan tetap tertahan karena ukuran dan bentuknya yang lebih besar dari pori-pori membran. Whey yang tertahan pada membran ini sudah terpisah dari latosa dan siap untuk diproses lebih lanjut sampai menjadi whey protein concentrate.

 

Sedangkan whey protein isolate dan whey protein hidrolyzed menggunakan teknologi microfiltrasi untuk memisahkan whey cair dari laktosa dan lemak. Seperti pada whey protein concentrate, tahap pemisahan whey cair dengan laktosa dilakukan setelah diperoleh whey cair yang sudah dipasteurisasi. Kelebihannya, microfiltrasi mampu menyaring dengan membran ukuran 0.025 µ m yang artinya 2 kali lebih kecil dari membran ultrafiltrasi pada whey protein concentrate. Jadi wajar apabila whey protein isolate memiliki kandungan protein yang mencapai lebih dari 90%.

 

Whey protein sudah terbukti sebagai salah satu produk protein bubuk berkualitas tinggi yang kaya manfaat jika dikonsumsi. Teknologi tinggi pada proses produksinya mampu menghasilkan kandungan protein tinggi dan meminimalisir kandungan laktosa dan lemak. Anda dapat mengkonsumsi whey protein sekarang juga dan mendapatkan kualitas terbaik dari sumber protein.

 

Suplemen Ini Dapat Membantu Wanita Mendapatkan Tubuh Idamannya

Suplemen yang selama ini dikira bukan untuk wanita tapi ternyata justru mampu membantu mereka meraih tubuh idamannya.

 

Beberapa penelitian medis terhadap whey protein sudah banyak dilakukan, penelitian ini memastikan tidak adanya kandungan steroid didalamnya seperti yang banyak orang kira. Itulah mengapa akhir-akhir ini sudah mulai banyak wanita yang menggunakan whey protein untuk menyempurnakan hasil progress latiannya atau digunakan sebagai camilan diet.

 

Bagi wanita yang menjalani diet, kandungan dalam whey protein adalah sumber nutrisi yang baik untuk tubuh mereka. Whey protein sangat membantu mereka dalam melakukan diet untuk mendapatkan tubuh indah yang menjadi idaman. Ini bukan sekedar pendapat pribadi satu-dua orang, tetapi telah dibuktikan melalui berbagai penelitian ilmiah.

 

Fat Loss

 

Siapapun pasti paham, bahwa tujuan utama diet Fat Loss adalah untuk mengurangi lemak dalam tubuh dan otot. Lemak dalam jumlah yang ideal membuat tubuh seorang wanita tetap terlihat indah dan ideal. Selain itu, mereka dapat mengurangi resiko terserang berbagai penyakit akibat lemak yang berlebihan.

 

Beberapa hasil studi ilmiah menunjukkan hasil bahwa wanita yang melakukan diet dengan mengkonsumsi protein tinggi secara teratur dapat mengurangi lemak yang ada pada tubuhnya. Studi pada tahun 2008 dalam jurnal “Nutrition and metabolism” menunjukkan bahwa pria dan wanita dengan obesitas yang mengkonsumsi whey protein 2 kali sehari disertai dengan latihan rutin dapat menghilangkan jumlah lemak yang lebih banyak pada tubuh dibandingkan dengan mereka yang mengkonsumsi sedikit protein.

 

fat loss bagi wanita
Whey protein tidak hanya bagi pria namun juga memliki banyak manfaat bagi wanita

 

Penelitian lain dalam “Journal of Nutrition” menggunakan objek para wanita yang sedang melakukan diet untuk mengurangi jumlah kalori dalam tubuh. Hasilnya, wanita yang mengkonsumsi protein paling banyak berhasil mengurangi jumlah lemak dalam tubuh dan menambah massa otot paling banyak.

 

Sintesis Protein

 

Pada saat ini ada banyak wanita karir yang aktif melakukan aktivitas pekerjaan setiap hari. Tidak sampai di sana, mereka masih melakukan diet dan latihan untuk menjaga tubuh agar tetap indah dan mendukung aktivitas sehari-hari. Dengan tuntutan pekerjaan seperti ini , seorang wanita mau tidak mau harus memiliki asupan nutrisi yang juga tidak kalah lengkap agar kondisi tubuh tetap prima.

 

Whey protein merupakan suplemen yang sangat membantu wanita aktif yang sedang melakukan diet. “British Journal of Sport Medicine” tahun 2006 menjelaskan bahwa wanita aktif dapat meningkatkan sintesis protein di otot dengan cara mengkonsumsi makanan yang kaya protein setelah melakukan latihan. Sintesis protein pada otot merupakan proses untuk memperbaiki dan membangun kembali serat otot yang rusak sehingga otot memiliki kekuatan dan massa yang baik dan padat. Whey protein sangat baik untuk dikonsumsi karena mudah dan cepat untuk dicerna oleh tubuh.

 

Control your craving

 

Kadang bukan cuma lapar perut yang jadi tantangan, tapi lapar mata juga menjadi tantangan kan? Tidak tahu mengapa mulut ini inginnya ngunyah yang manis-manis padahal anda belum lapar.

 

komposisi whey protein isolate
Whey protein membantu anda mengontrol nafsu makan berlebih

 

Whey protein memiliki peran yang baik dalam membantu mengatur berat badan dengan cara mengendalikan rasa lapar untuk Anda yang sedang menjalani diet. Protein dapat memberikan rasa kenyang yang lebih baik dibandingkan dengan lemak atau karbohidrat. Jurnal “Appetite” pada tahun 2011 mempublikasikan bahwa wanita gemuk yang mengkonsumsi sejumah kecil whey dalam minuman sebelum makan, merasa lebih puas saat makan dan dapat lebih mengendalikan rasa lapar dengan lebih baik. Berbagai macam olahan untuk whey sebagai camilan pun sangat banyak.

 

Tips :

Jangan terlalu takut memilih mana whey protein untuk wanita. Karena pada dasarnya produk whey protein bisa dikonsumsi pria maupun wanita. Jika anda pemula bisa menggunakan whey protein mixed , jika ingin mendapatkan kualitas yang jauh diatasnya maka bisa menggunakan whey protein isolate. Tetaplah menjalankan diet + olahraga dengan rutin karena ini akan sangat menyempurnakan hasil latihan anda.

 

Peningkat Daya Tahan Tubuh Terbaru : Whey Protein

Whey protein tidak hanya baik sebagai peningkat massa otot melainkan juga sebagai peningkat daya tahan tubuh manusia

 

Sering tidak kita sadari bahwa tubuh memiliki daya tahan tubuh yang berfungsi untuk membentengi diri berbagai penyakit akibat serangan berbagai mikroorganisme, virus, dan racun. Apalagi di musim hujan yang ekstrim seperti sekarang, tidak jarang kita menemui orang – orang di sekitar kita yang tadinya sehat dengan penuh semangat, tiba-tiba menjadi lemah, lesu, bersin-bersin, dan demam.

 

Bahayanya lagi jika daya tahan tubuh Anda sendiri tidak siap, bisa – bisa Anda menjadi korban selanjutnya dan terbaring sakit. Kalau sudah begini, sudah bisa dipastikan seluruh jadwal pekerjaan, kuliah, atau pun kencan bakal kacau berantakan. Tentunya Anda tidak menginginkan itu terjadi.

 

Sayangnya, Anda sendiri tidak bisa menentukan dengan pasti kondisi daya tahan tubuh saat ini. Mungkin Anda bisa merasa sehat dan bersemangat, tapi itu bukan jaminan daya tahan tubuh dalam kondisi sepenuhnya baik.

 

whey protein bagi wanita
kandungan whey yang alami membuatnya mudah untuk diserap. via genesisnmc.com

 

Pola makan, gaya hidup, perubahan cuaca, dan kondisi lingkungan merupakan faktor-faktor yang turut mempengaruhi daya tahan tubuh. Terlebih lagi di musim hujan seperti sekarang di mana genangan air, suhu,  dan kelembaban udara sangat cocok untuk pertumbuhan berbagai jenis mikroorganisme di sekitar Anda. Ditambah lagi, kita sering terlalu sibuk sehingga tidak sempat untuk makan secara teratur yang berakibat tubuh tidak mendapat nutrisi yang cukup untuk membangun daya tahan tubuh.

 

Parahnya lagi, daya tahan tubuh yang lemah akan mempengaruhi tubuh Anda untuk beraktivitas. Saat mikroorganisme atau virus penyebab penyakit menyerang di dalam tubuh, Anda pasti akan merasa lesu, malas, dan lelah berkepanjangan untuk beraktivitas. Jika memang tubuh tidak siap, biasanya akan langsung mengarah pada demam atau menderita flu dengan sakit tenggorokan yang begitu menyiksa saat menelan makanan atau minum.

 

Bahkan jika daya tahan tubuh tidak pernah dijaga dan ditambah dengan gaya hidup yang salah seperti berhubungan seksual dengan berganti-ganti pasangan dan menggunakan satu jarum suntik secara bersama-sama, Anda memiliki peluang yang besar untuk tertular virus HIV. Iya, ini berbahaya dan merugikan sekali karena kekebalan tubuh Anda akan turun sangat drastis dan sangat mudah untuk terserang penyakit.

 

Tapi tunggu dulu…

Kabar baiknya kita bisa meningkatkan daya tahan tubuh jika memang benar-benar mengusahakannya.

Kunci utama untuk meningkatkan daya tahan tubuh adalah dengan mengendalikan apa yang Anda konsumsi. Makanan dan minuman yang dikonsumsi akan memiliki pengaruh pada kinerja fungsi tubuh, termasuk daya tahan tubuh. Dengan mengkonsumsi makanan atau minuman secara teratur dan tepat, Anda akan mendapatkan kecukupan nutrisi yang mampu berperan untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

 

Peran whey protein untuk daya tahan tubuh Anda

 

Sebenarnya, alam telah menyediakan apa yang menjadi kebutuhan tubuh kita. Tidak perlu bingung, Anda dapat mengkonsumsi whey protein untuk membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Whey protein merupakan suplemen herbal dari susu sapi murni yang kaya protein.

 

Whey protein memiliki fraksi protein utama yang terdiri dari alpha-lactalbumin, beta – lactoglobulin, serum albumin, lactoferrin, lactoperoxidase, dan bioaktif immunoglobulin. Fraksi protein terakhir yang bernama immunoglobulin ini merupakan antibodi penting yang dibutuhkan oleh setiap tubuh manusia. Menurut Yolken (1985) dalam jurnal Functionality Of Whey Protein (2012), immunoglobulin (Igs) disebutkan bahwa whey mampu menurunkan aktivitas mikrobia dan menetralisir racun dan virus dalam tubuh manusia.

 

Immunoglobulin merupakan antibodi yang menjaga daya tahan tubuh dengan cara menghentikan bahaya yang mucul akibat mikroorganisme patogenik (bakteri dan virus) di dalam tubuh. Ada lima jenis immunoglobulin yaitu IgA,  IgD,  IgE,  IgG  dan  IgM yang memiliki peran berbeda – beda.

 

Immunoglobulin awalnya ditransfer dari ibu pada saat kita di dalam kandungan dan pada saat mendapatkan kolostrum susu ibu pada saat pertama kali mendapatkan ASI. Pada manusia dewasa, kita bisa mendapakan Igs dari produk whey protein. Di mana dalam setiap konsumsi whey protein, Anda akan mendapat asupan immunoglobulin secara signifikan sebesar 10-15%.

 

Dalam jurnal Breakthrough Teknology Produces Concentrated Whey Protein With Bioactive Immunoglobulins, disebutkan bahwa hasil penelitian pada 20 responden dengan kondisi sehat yang mengkonsumsi whey protein ternama selama 20 hari mampu meningkatkan CD4 (jenis sel darah putih untuk melawan berbagai jenis infeksi) sebesar 16-23%.

 

Kebutuhan Protein Anda

 

Kami tahu, pasti Anda bertanya-tanya seberapa banyak harus mengkonsumsi whey protein setiap hari.

Begini, masih menurut jurnal Breakthrough Teknology Produces Concentrated Whey Protein With Bioactive Immunoglobulins, disebutkan kebutuhan protein tiap orang untuk sehari adalah sekitar 0.8 gram setiap 1 kg berat badannya. Untuk wanita dengan berat badan 125 pon membutuhkan sekitar 45 gram protein dan pria dengan berat badan 170 pon membutuhkan 62 gram protein setiap harinya.

 

Untuk mengkonsumsi whey protein, Anda bisa mengkonsumsinya dalam bentuk olahan minuman smoothie dan shake, seperti choconut avocado protein shake dan bikini booty protein smoothie. Olahan whey protein ini tidak hanya mudah untuk dibuat, tetapi juga lezat dan kaya nutrisi dengan 25 gram protein setiap sajiannya. Kami sarankan Anda maksimal hanya mengkonsumsi 2 olahan whey protein setiap hari saat pagi hari, sore hari, atau di antara jam makan agar ginjal Anda tetap nyaman untuk bekerja

 

Jika daya tahan tubuh merupakan bagian dari aset tubuh yang mampu membantu Anda untuk terus melakukan aktivitas yang produktif, sudah saatnya kini Anda benar-benar mulai menjaganya. Ingatlah bahwa menjaga kesehatan tubuh itu juga menjaga kebahagiaan Anda sendiri.

 

Referensi

Birsen Bulut Solak, Nihat Akin.2012. Functionality Of Whey Protein. Int J Health Nutr 2012 3(1): 1-7

David O. Lucas, Ph.D.1999. Breakthrough Teknology Produces Concentrated Whey Protein With Bioactive Immunoglobulins. Clinical Nutrition Insights Vol. 6, No. 21.

 

Supplement’s Fact : Komposisi Whey Protein Isolate Dan Prosesnya

Anda mengenal whey protein tentu seharusnya memahami whey protein isolate. Inilah komposisi dari whey protein isolate.

 

Protein adalah substansi penyusun tubuh terbanyak kedua setelah air. Faktanya, lebih dari 50% berat kering tubuh tersusun atas protein. Protein memegang peranan penting untuk menjaga, memperbaiki, dan membangun tubuh yang meliputi otot, organ, kulit, dan rambut.

 

Tetapi sayangnya kebanyakan orang tidak mengkonsumsi protein berkualitas tinggi di menu dietnya. Masih kuat anggapan di masyarakat bahwa justru proteinlah yang membuat tubuh menjadi besar dan gemuk, padahal hal ini bekerja sebaliknya. Efek samping dari kurangnya asupan protein antara lain aktivitas metabolisme terganggu, penurunan komposisi otot, pertumbuhan melambat, turunnya kepadatan tulang, penurunan daya tahan tubuh, dan lain-lain.

 

Beragam cara dilakukan orang-orang untuk mendapatkan asupan protein. Di kehidupan sehari-hari kita lebih mengenal sumber protein tinggi dari makanan berbahan dasar daging hewan, susu, dan kedelai. Tapi sebenarnya ada cara mudah untuk mendapatkan protein yang lebih murni, yaitu dengan mengkonsumsi whey protein. Whey protein merupakan pilihan suplemen protein terbaik yang mengandung asam amino lengkap yang dibutuhkan tubuh untuk tetap kuat dan sehat.  

 

Lebih jauh lagi, whey protein mengandung asam amino yang lebih banyak daripada BCAA (leucine, isoleucine, dan valine ) yang berperan untuk pertumbuhan dan perbaikan sel-sel tubuh.  Bahkan sudah banyak studi klinis yang membuktikan whey protein bermanfaat untuk pertumbuhan otot, mengontrol berat badan, dan meningkatkan daya tahan tubuh.

 

Jika Anda pernah melihat penawaran produk whey protein pasti pernah menemukan whey protein isolate. Kami yakin Anda akan semakin bingung dengan banyaknya variasi produk whey protein selain whey protein isolate. Pasti akan timbul pertanyaan apa yang membedakan whey protein isolate dengan jenis whey protein lainnya jika dikonsumsi. Apakah hanya beda penamaan saja dengan kandungan yang sama? Atau bahkan hanya beda harganya saja yang lebih mahal?

 

komposisi whey protein isolate
Whey protein diciptakan tidak hanya memiliki satu jenis saja melainkan berbagai macam tipe untuk memenuhi beragam kebutuhan.

 

Gambaran Umum Whey Protein Isolate

           Whey protein isolate merupakan jenis whey protein bubuk dengan kemurnian 90-92% yang artinya lebih tinggi daripada whey protein concentrate. Whey protein umumnya diproses menggunakan teknologi microfiltrasi dan ion-exchange untuk mendapatkan kemurnian proteinnya, mengikuti kebutuhan spesifikasi produk yang dihasilkan. Whey protein isolate sendiri hampir tidak mengandung lemak dan laktosa sehingga mampu memberikan manfaat protein yang lebih maksimal.

 

    Proses Produksi Whey Protein Isolate

Menurut Reference Manual for US Whey And Lactose Products, proses produksi dimulai dari whey cair yang telah dipisahkan dari susu sapi dan sudah dipasteurisasi kemudian dibawa ke tahap pemurnian protein. Pada tahap ini terjadi proses pemisahan protein dari lemak, laktosa, dan berbagai mineral lainnya untuk mendapatkan protein yang lebih murni.

 

Ada 2 metode yang umumnya digunakan yaitu microfiltration dan ion-exchange. Kedua metode tersebut akan menghasilkan whey protein isolate dengan fraksi protein yang berbeda, sehingga penggunaannya disesuaikan dengan kebutuhan konsumen.

 

Mikrofiltrasi merupakan salah satu standar teknologi filtrasi yang digunakan pada industri pengolahan berbahan dasar susu. Pada industri whey protein isolate, mikrofiltrasi dilakukan untuk memisahkan whey cair dari kandungan lain yang terdiri dari laktosa, lemak, dan mineral.

 

Secara sederhana, mikrofiltrasi bekerja dengan cara mendorong whey cair dengan suatu gaya untuk melewati memberan filtrasi yang sangat berukuran kecil. Protein dari whey cair akan tertahan di filter dan bahan lainnya akan lolos melewati membran filtrasi. Ini proses yang penting karena pada susu murni laktosa dan lemak adalah penyusun kandungan utama dari susu murni. Jika tidak dihilangkan, lemak dan laktosa (yang tergolong ke dalam gula) akan mengurangi kemurnian protein pada whey protein concentrate.

 

Kelebihannya, microfiltrasi mampu menyaring dengan membran ukuran 0.025 µm yang artinya 2 kali lebih kecil dari membran ultrafiltrasi pada whey protein concentrate. Jadi wajar apabila whey protein isolate memiliki kandungan protein yang mencapai lebih dari 90%. Whey protein yang dihasilkan juga lebih steril karena filter mikrofiltrasi memiliki ukuran sangat kecil dibandingkan dengan bakteri dan virus. Terakhir, pemisahan dengan membran ini tidak membutuhkan zat kimia tambahan sehingga tetap menjaga kemurnian bahan baku whey protein yang alami.

 

Protein yang telah dipisahkan melalui mikrofiltrasi akan dilanjutkan ke tahap pengolahan difiltrasi. Tahap ini sebenarnya satu paket dengan mikrofiltrasi yang bertujuan untuk semakin meningkatkan konsentrasi protein dalam whey. Dialfiltrasi dilakukan dengan cara memisahkan whey dari berbagai garam dan bahan pelarut yang masih tersisa, dengan dilewatkan pada membran ultrafiltrasi sampai diperoleh whey dengan kadar protein sebesar lebih dari 90%.

 

Sementara itu, ion exchange bekerja memisahkan protein dalam whey cair dengan cara memisahkan molekul ion berdasarkan perbedaan nilai muatan permukaan antar senyawa. Secara sederhana, protein, laktosa, lemak, dan mineral lainnya memiliki ion positif atau negatif. Kemudian teknologi ion exchange bekerja dengan mengkontakkan larutan whey dengan media padat (yang disebut resin).

 

“Resin selanjutnya akan bekerja mengikat ion laktosa, lemak, dan  mineral lainnya dengan ion yang berlawanan, sehingga bisa diperoleh inti protein dari whey cair tersebut.”

 

Tahap terakhir adalah pengeringan dan pembentukan bubuk whey protein isolate. Sama seperti pada whey protein concentrate, proses ini menggunakan teknologi spray dryer. Protein ciar yang telah dimurnikan dimasukkan ke dalam spray dryer yang kemudian disemprotkan melalui bagian atomizer. Cairan whey yang disemprotkan akan dilewatkan ke dalam aliran gas panas dalam sebuah tabung sehingga kandungan airnya akan menguap dengan sangat cepat dan yang tertinggal hanyalah serbuk atau bubuk whey protein isolate yang kering dengan ukuran homogen, kadar air sangat rendah, serta kualitas gizi sangat terjaga.

 

Komposisi Whey Protein Isolate

 

Menurut Reference Manual for US Whey And Lactose Products, whey protein isolate  tersusun atas kandungan protein, lakstosa, lemak, abu, dan air. Kandungan protein dalam whey protein isolate mencapai 90-92% karena teknologi proses pemurnian yang digunakan mampu bekerja lebih teliti daripada teknologi pada whey protein concentrate. Jika dimisalkan Anda mengkonsumsi 30 gram whey protein isolate 90% dalam satu sajian shake, maka Anda telah mendapatkan 27 gram protein murni di dalamnya.

 

komposisi whey protein isolate
whey protein isolate mencapai 90-92% karena teknologi proses pemurnian yang digunakan mampu bekerja lebih teliti daripada teknologi pada whey protein concentrate

 

Sementara itu, kandungan laktosa whey protein isolate hanya sebesar 0,5-1% dan jauh lebih rendah dari laktosa pada whey protein isolate yang masih mencapai di atas 4%. Itu artinya untuk Anda yang intoleran dengan laktosa lebih lebih aman untuk mengkonsumsi whey protein isolate karena kadar laktosa yang hampir tidak ada. Selain itu laktosa yang lebih rendah juga menunjukkan kandungan gula dan kalori yang lebih rendah pada suatu whey protein. Terakhir, untuk kandungan lemak whey protein isolate hanya 0,5-1%  atau hampir tidak ada, sehingga tidak perlu takut gemuk untuk mengkonsumsinya.

 

Pada sisi komposisi fisik, whey protein isolate yang dipasarkan telah lolos uji microbiological untuk memastikan Anda aman dalam mengkonsumsinya. Standar yang telah ditetapkan mengharuskan kedua whey protein concentrate bebas dari bakteri E. Coli, Salmonella, Listeria, dan Staphylococci. Dengan demikian kenyamanan pencernaan Anda setelah mengkonsumsinya dapat dipertanggungjawabkan. Sementara itu, warna dan rasa whey protein isolate adalah putih dan tidak berasa seperti susu murni karena proses produksi yang digunakan benar-benar mampu bekerja untuk menjaga kemurnian sifat susu sampai menjadi whey protein isolate bubuk.

 

Penggunaan Whey Protein Isolate

Pada dasarnya whey protein isolate dapat dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan protein tubuh. Anda yang tidak berprofresi sebagai atlete dan tidak hobi fitnes pun bisa mengkonsumsinya untuk menunjang pertumbuhan dan menjalankan aktivitas tubuh sehari-sehari karena menurut jurnal Breakthrough Teknology Produces Concentrated Whey Protein With Bioactive Immunoglobulins, disebutkan bahwa kebutuhan protein tiap orang untuk sehari adalah sekitar 0.8 gram setiap 1 kg berat badannya.

 

Apalagi jika Anda orang yang sibuk dan butuh daya tahan tubuh yang baik untuk tetap sehat dan prima, kandungan immunoglobulin dalam whey protein isolate dapat menjadi solusinya.

 

Untuk mengkonsumsi whey protein isolate, Anda bisa mengkonsumsinya dalam bentuk olahan minuman smoothie atau shake karena dapat diserap oleh tubuh dalam waktu yang relatif cepat. Olahan whey protein smoothie atau shake tidak hanya mudah untuk dibuat, tetapi juga lezat dan kaya nutrisi dengan 25 gram protein setiap sajiannya.

 

“Kami sarankan Anda mengkonsumsi 2 olahan whey protein setiap hari saat pagi hari, sore hari, atau di antara jam makan agar ginjal Anda tetap nyaman untuk bekerja”

 

Tetapi, kemurnian protein dalam whey protein isolate yang lebih tinggi akan lebih bermanfaat jika dikonsumsi seorang atlet atau bodybuilder yang sering berlatih. Atlet dan bodybuilder membutuhkan latihan yang keras dan rutin sehingga memaksa otot bekerja lebih keras yang menyebabkan mengalami kelelahan dan kerusakan yang lebih daripada latihan pada umumnya.

 

Protein dari whey protein isolate dapat dikonsumsi karena kandungan protein yang tinggi akan mempercepat proses recovery otot pasca latihan. Selain itu whey protein isolate memiliki Biological Value (BV) yang berkisar 110-159, lebih tinggi dari pada whey protein concentrate yang hanya 104. Itu artinya kandungan lebih banyak asam amino dalam whey protein isolate yang diserap dan dimanfaatkan oleh tubuh. Bahkan banyak hasil penelitian ilmiah yang menunjukkan bahwa konsumsi whey protein isolate dapat meningkatkan massa dan kekuatan otot dengan lebih efektif.

 

Pertimbangan Saat Membeli Whey Protein Isolate

Penting untuk Anda ketahui bahwa penggunaan teknologi mikrofiltrasi dan ion exchange akan menghasilkan spesifikasi produk whey protein isolate yang berbeda. Menurut Eric D. Bastian, Ph.D., dalam publikasi Concentrating on Whey Protein Isolate,  produk WPI yang diproses dengan teknologi ion-exchange mengandung beta-lactoglobulin dan glycomacropeptide dengan kadar tinggi. Sementara itu mikrofiltrasi mengandung beta-lactoglobulin yang rendah dan glycomacropeptide yang tinggi. Anda harus benar-benar mempertimbangkan lagi sebelum mengkonsumsinya karena perbedaan spesifikasi fraksi-fraksi penyusun whey protein isolate berimbas pada manfaat yang dihasilkan.

 

Membeli suatu produk whey protein tanpa memiliki pengetahuan akan produk dan kebutuhan Anda sendiri justru bisa menjadi hal yang sia-sia. Tidak hanya buang uang tetapi juga tidak memperoleh manfaat maksimal dari produknya. Semoga ulasan kami tentang whey protein isolate kali ini bisa menjadi pengetahuan yang bermanfaat sebelum Anda mencoba mengkonsumsinya.

 

5 Alasan Mengapa Anda sebaiknya Mengkonsumsi Whey Protein

5 Alasan ini membuat anda berpikir akan penting atau tidaknya menggunakan whey protein

 

Pertimbangkan apakah anda membutuhkan whey protein atau tidak dari sini.

 

Sebagian kecil orang mengatakan tidak penting menggunakan whey protein, namun sebagian besar mengatakan akan penting dalam menggunakan whey protein. Orang berkata jika tidak ingin mengembangkan massa otot tidak perlu menggunakan whey protein. Berikut ulasan kami tentang 5 manfaat penting whey protein bagi anda yang memperdulikan kesehatan dan kualitas bagi asupan nutrisi tubuh anda. Hal ini tidak berlaku hanya bagi yang gemar berlatih angkat beban, namun juga mereka yang aktif berolahraga.

 

  1. Mencegah penyusutan sel.

Setiap hari ketika Anda berlatih dan beraktifitas, sel-sel  tubuh aktif melakukan regenerasi dengan cara mengambil sejumlah protein sebagai bahan bakunya. Tidak hanya sel otot melainkan seluruh sel tubuh. Protein tersebut mensuplai tubuh dengan beragam asam amino. Salah satunya berfungsi untuk memperbaiki dan membangun jaringan baru pada tubuh termasuk didalamnya jaringan otot.

 

Jika tubuh Anda tidak mendapat asupan protein atau jumlah yang amat sedikit maka proses pembangunan kembali otot dan jaringan tubuh lain akan terhambat. Dapat diibaratkan sebuah hutan dengan pohon lebat dan setiap harinya hanya ditebangi tanpa adanya regenerasi pohon baru. Hal ini tidak hanya merusak secara estetis namun juga dapat merusak ekosistem didalamnya. Begitu pula cara kerjanya sebuah sel pada tubuh Anda.

 

Protein juga berperan dalam menjaga keseimbangan nitrogen yang berfungsi  untuk membangun keseimbangan otot. Jika Anda sedang menjalani diet untuk mengatasi kegemukan yang berlebihan dan lemak menumpuk maka anda mau tidak mau mengurangi jenis-jenis makanan karbohidrat padat seperti nasi, roti, atau pasta. Maka tambahan asupan protein dalam pola makan akan membantu anda dalam mendapatkan energi yang cukup.

 

  1. Mempercepat tingkat pemulihan tubuh setelah berolahraga.

Seperti dijelaskan diatas, protein berperan penting dalam menunjang pemulihan dan regenerasi sel-sel tubuh.

 

Nyeri mampu menyerang siapa saja. Whey protein membantu proses penyembuhannya
Nyeri mampu menyerang siapa saja. Whey protein membantu proses penyembuhannya

 

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa sintesis protein menjadi lebih cepat ketika asupan sebuah protein dikonsumsi sebelum dan sesudah latihan baik itu anaerobik maupun aerobik. Untuk itu penggunaan suplemen yang cepat diserap seperti susu whey protein tentu akan memaksimalkan latihan yang anda lakukan.

 

Fungsi asupan protein pada sebelum latihan akan mempersiapkan otot-otot Anda untuk berolahraga dengan asupan energy yang siap pakai dan tahan lama, sedangkan asupan protein yang dikonsumsi pasca latihan akan menambah asupan asam amino baru yang siap digunakan untuk membantu proses pemulihan sel tubuh.

 

  1. Tidak hanya otot, Tapi juga Tulang.

Banyak dari kita tidak mendapat cukup kalsium atau bahkan tidak terlalu memperhatikan nutrisi ini dalam setiap pola makan kita. Padalah kalsium punya peranan yang amat besar bagi pertumbuhan dan penguatan tulang manusia.

 

Kalsium merupakan ion yang berperan penting dalam kontraksi otot. Jadi bila kadar kalsium Anda rendah, kemungkinan besar otot tidak akan mencapai hasil yang Anda inginkan. Whey Protein mengandung 20% dari kebutuhan kalsium harian Anda hanya dengan satu sendok saja. Jika whey protein digunakan pra dan pasca latihan, maka Anda akan memenuhi hampir setengah dari kebutuhan kalsium harian.

 

  1. Menunjang Vegetarian

Bila Anda seorang vegetarian, menyesuaikan kebutuhan protein Anda bisa jadi merupakan sebuah tantangan. Pasalnya sulit bagi seorang vegetarian untuk mendapatkan asupan protein yang pas dari kombinasi biji-bijian, buah-buahan, sayuran, dan kacang-kacangan yang termasuk dalam protein nabati.

 

Menambahkan asupan whey protein, weight gainer, maupun beef protein dalam pola makan vegetarian tentu akan amat sangat membantu dalam kebutuhan protein harian. Pastikan Anda merupakan vegetarian yang memperbolehkan mengkonsumsi susu sapi karena whey protein merupakan produk olahan dari susu sapi dan beef protein merupakan olahan dari daging sapi.

 

  1. Asupan Tambahan dalam jadwal makan

Merencanakan dan mempersiapkan makan adalah hal yang penting. Namun, tidak sedikit orang yang tidak memiliki waktu atau kemampuan untuk merencanakan menu makanan selama seminggu. Oleh karena itu, sebagian dari kita beralih ke makanan cepat saji yang tidak sehat.

 

Whey protein dapat membantu menyeimbangkan asupan kebutuhan karbohidrat, protein, dan lemak sehat. Hanya butuh 2 menit untuk mengkonsumsinya bersama pisang segar dan susu. Bila Satu scoop whey protein, sepertiga cangkir oat kering, dan secangkir atau 2 cangkir air cukup membuat Anda berenergi. Gunakan whey protein sebagai tambahan asupan dan bukannya sebagai pengganti asupan makanan. Coba juga resep – resep olahan whey protein kami.

 

Kembali kepada Anda, jika anda memiliki aktifitas yang tinggi, mengharapkan progress yang jauh lebih efektif dan efisien, serta kualitas nutrisi yang lebih baik tidak ada salahnya mencoba mengkonsumsi whey protein sebagai tambahan nutrisi. Tidak ada kata mahal jika kita bicara manfaat dan kualitas.

 

Referensi :

Cree, M.G. et al. (2004). Ingestion of Casein and Whey Proteins Results in Muscle Anabolism after Resistance Exercise.Medicine & Science in Sports & Exercise.Vol 36, Issue 12:2073-2081

3 Jenis Whey Protein Yang Harus Diketahui

Kenali berbagai jenis whey protein yang terdapat di pasaran

 

           Whey protein kini dikenal sebagai sumber protein terbaik dibandingkan dengan sumber protein lainnya karena kelengkapan kandungan asam aminonya. Aspek yang tidak kalah penting adalah whey protein memiliki Biological Value (BV) yang lebih tinggi dari sumber protein lain sehingga bisa dimanfaatkan lebih maksimal oleh tubuh.

 

Untuk perkembangan jaringan otot, whey protein dapat bermanfaat untuk memaksimalkan pertumbuhan, mempercepat pemulihan sel, mengatasi kelelahan, dan memperbaiki dari kerusakan. Selain itu whey protein memiliki kandungan immunoglobulin yag berperan dalam menjaga daya tahan tubuh. Dan pastinya, whey protein membantu memenuhi kebutuhan protein harian tubuh Anda sendiri.

 

Di pasaran kita dapat dengan mudah mendapati whey protein yang terbagi ke dalam 3 jenis, yaitu whey protein concentrate, isolate, dan hydrolyzed. Pertanyaan yang biasanya muncul adalah apa bedanya dari jenis – jenis whey protein ini serta manfaatnya masing – masing. Lalu tentu pertanyaan terakhir adalah manakah yang terbaik diantaranya? Pertanyaan-pertanyaan ini wajar karena secara prinsip ekonomi Anda pasti ingin mendapat manfaat maksimal dari budget yang anda keluarkan untuk membeli suplemen whey protein.

 

Baca juga : Kapan waktu terbaik untuk mengkonsumsi whey protein?

 

Sebelum anda bisa memastikan suatu jenis whey protein itu menjadi yang terbaik untuk dikonsumsi simak beberapa fakta di balik tiap jenis whey protein. Perlu diketahui bahwa setiap whey protein memiliki teknologi proses produksi yang berbeda-beda sehigga menghasilkan spesifikasi produk yang berbeda juga. Perbedaan komposisi kandungan dan ikatan protein dalam jenis-jenis whey protein harus Anda perhatikan karena akan memberikan manfaat yang berbeda jika dikonsumsi. Jadi Anda baru bisa tahu mana whey protein yang terbaik untuk dikonsumsi jika sudah memahami fakta-fakta apa yang ada dibalik tiap jenis whey protein tersebut.

 

Whey Protein Concentrate

 

Whey protein concentrate merupakan jenis whey yang paling banyak dikonsumsi.
Whey protein concentrate merupakan jenis whey yang paling banyak dikonsumsi.

 

Menurut Reference Manual for US Whey And Lactose Products, whey protein concentrate memiliki kandungan protein berkisar 34-80% per sajian. Akan tetapi di pasaran Anda umumnya akan lebih mudah menemui whey protein concentrate dengan kandungan 75-80% protein. Whey protein concentrate masih memiliki kandungan laktosa dan lemak sehingga Anda harus teliti sebelum mengkonsumsinya. Kami lebih menyarankan Anda mengkonsumsi whey protein concentrate 80% karena selain kandungan protein yang lebih tinggi, kandungan lemak dan laktosanya masing-masing hanya berkisar 4-9%

 

Baca juga : Fungsi whey protein bagi kepentingan medis anda

 

Whey protein concentrate diproduksi menggunakan teknologi ultrafiltrasi untuk mengisolasi inti protein dari whey cair pada susu murni. Teknologi ultrafiltrasi bekerja memisahkan inti protein whey cair dari lemak, laktosa, dan mineral lainnya dengan mendorong whey cari melewati suatu membran berukuran pori-pori sangat kecil antara 0.05 µ m hingga 1 nm yang bahkan lebih kecil dari ukuran bakteri dan virus. Protein cair akan tertahan di membran filtrasi karena ukurannya yang lebih besar, sedangkan kandungan lainnya akan lolos melewai membran. Terakhir, pemisahan dengan membran ini tidak membutuhkan zat kimia tambahan sehingga tetap menjaga kemurnian bahan baku whey protein yang berasal dari susu sapi.

 

Whey protein concentrate umumnya dikonsumsi sebagai asupan protein tubuh karena tubuh sendiri membutuhkan protein untuk pertumbuhan dan menjalani aktivitas sehari-hari. Untuk mengkonsumsi whey protein concentrate, Anda bisa mengkonsumsinya dalam bentuk olahan minuman smoothie atau shake dan berbagai olahan makanan seperti cookies dan cake di waktu pagi atau sore sore hari dan setelah latihan beban atau berolahraga. Digunakan dari berbagai olahan bertujuan supaya anda tidak bosan dalam mengkonsumsinya.

 

Sebagai contoh jika Anda mengkonsumsi 30 gram whey protein concentrate 80% dalam satu sajian protein shake, maka Anda telah mendapatkan 24 gram protein murni di dalamnya. Jumlah yang sangat tinggi.

 

Whey Protein Isolate

 

Whey protein isolate merupakan jenis whey protein yang lebih murni dari whey protein concentrate dengan kandungan protein sebesar 90-92%. Ini adalah jenis whey protein yang menjadi favorit para fitness enthusiast karena mampu memberikan protein yang lebih banyak untuk otot mereka. Bahkan whey protein isolate hanya mengandung laktosa dan lemak yang sangat kecil sekitar 0,5-1% sehingga lebih aman untuk Anda yang mengalami intoleransi dengan laktosa dan membutuhkan susu yang rendah lemak serta rendah kalori.

 

Ada dua metode yang digunakan untuk mengisolasi protein dalam proses produksi whey protein isolate yaitu mikrofiltrasi dan ion exchange. Secara sederhana prinsip kerja mikrofiltrasi sama dengan ultrafiltrasi, steril dan tanpa bahan kimia tambahan.

 

Mikrofiltrasi bekerja dengan cara mendorong whey cair dengan suatu gaya untuk melewati memberan filtrasi dengan pori-pori yang berukuran sangat kecil. Protein dari whey cair akan tertahan di filter dan bahan lainnya akan lolos melewati membran filtrasi. Kelebihannya, microfiltrasi mampu menyaring dengan membran ukuran 0.025 µ m yang artinya 2 kali lebih kecil dari membran ultrafiltrasi pada whey protein concentrate. Jadi wajar apabila whey protein isolate memiliki kandungan protein yang mencapai lebih dari 90%.

 

Sementara itu, ion exchange bekerja memisahkan protein dalam whey cair dengan cara memisahkan molekul ion berdasarkan perbedaan nilai muatan permukaan antar senyawa. Secara sederhana, protein, laktosa, lemak, dan mineral lainnya memiliki ion positif atau negatif. Kemudian teknologi ion exchange bekerja dengan mengkontakkan larutan whey dengan media padat (yang disebut resin). Resin selanjutnya akan bekerja mengikat ion laktosa, lemak, dan  mineral lainnya dengan ion yang berlawanan, sehingga bisa diperoleh inti protein dari whey cair tersebut.

 

Baca juga : Hal yang harus anda perhatikan sebelum membeli whey protein

 

Whey protein isolate dapat dikonsumsi sebagai asupan protein sehari-hari dan selepas berolahraga. Dengan kandungan protein yang lebih murni maka tidak akan jadi masalah lagi bagi anda yang memiliki intoleransi laktosa. Bahkan whey protein isolate memiliki Biological Value (BV) yang berkisar 110-159, lebih tinggi dari pada whey protein concentrate yang hanya 104 sehingga lebih banyak kandungan asam amino yang dapat diserap dan dimanfaatkan oleh tubuh. Anda bisa mengkonsumsinya dalam bentuk olahan minuman smoothie atau shake karena dapat diserap tubuh dengan lebih cepat.

 

Whey Protein Hydrolyzed

 

Pada dasarnya whey protein hydrolyzed adalah whey protein concentrate atau isolate yang telah diminimalisir kandungan laktosa, lemak, dan berbagai mineral lainnya. Tetapi, whey protein ini kemudian mengalami proses hidrolisis untuk menyederhanakan rantai asam amino (peptida) pada proses produksinya. Hasilnya membuat whey protein hydrolyzed tersusun atas sekumpulan peptida yang lebih sederhana daripada whey protein lainnya. Rantai asam amino yang sederhana mampu membuatnya lebih cepat untuk diserap dan dimanfaatkan oleh tubuh.

 

Bagaimana hal ini bisa berlangsung? Rantai – rantai ini masuk ke tubuh dan dipecah menjadi mata rantai yang lebih sederhana. Namun whey hydrolyzed sudah hadir dengan kandungan yang sangat sederhana, hal ini meringankan kerja tubuh agar mudah menyerap whey tersebut.

 

Sama seperti whey protein concentrate dan isolate, whey protein hydrolyzed berbahan dasar susu murni yang kemudian diambil whey cairnya. Protein dalam whey cair kemudian dipisahkan dari kandungan laktosa, lemak, dan mineral lainnya dari whey cair dengan tujuan untuk mendapatkan kemurnian protein yang tinggi. Pada whey protein hydrolyzed, proses pemisahan ini bisa menggunakan teknologi ultrafiltrasi pada whey protein concentrate atau mikrofiltrasi dan ion exchange pada whey protein isolate. Perbedaan penggunaan teknologi filtrasi ini dilakukan berdasarkan kebutuhan tingkat kemurnian protein dalam produk whey protein hydrolyzed yang akan dihasilkan.

 

jenis whey protein
Hydrolized whey protein isolate, whey termurni hingga saat ini

 

Sedangkan proses hidrolisisnya dilakukan dengan hidrolisis enzimatis yang mengadopsi proses hidrolisis protein alami di pencernaan tubuh. Proses hidrolisis dimulai dengan memanaskan protein murni dalam kondisi asam atau akaline yang kemudian ditambahkan enzim proteolitik sehingga mampu membelah dan menghidrolisis ikatan peptida yang ada di dalam protein menjadi rantai asam amino yang lebih sederhana.

 

Menurut Chris Lockwood, Ph.D., whey protein hydrolyzed disarankan dikonsumsi untuk meningkatkan kadar asam amino plasma lebih cepat daripada whey protein lainnya. Semakin cepat kenaikan asam amino darah, semakin besar total sintesis protein pada otot.

 

Senada dengan Chris Lockwood, Ph.D., jurnal Protein hydrolysates in sports nutrition, mengemukakan bahwa whey protein hydrolyzed digunakan sebagai suplemen pada olah raga dan bukan sebagai pengganti makanan. Para atlet atau bodybuilder dapat menggunakan produk whey ini untuk mendorong peningkatan plasma asam amino dalama darah secara cepat pada saat sebelum, selama dan setelah latihan sehingga dapat memaksimalkan anabolisme protein pada otot dan pemulihan pasca latihan.

 

Whey protein merupakan suplemen protein herbal yang tidak hanya menjual khasiat kosong belaka. Berbagai penelitian panjang telah dilakukan dan masih terus berlanjut menguji kemampuan whey protein untuk otot, daya tahan tubuh, olahraga, dan lain-lain. Bahkan teknologi pengolahannya mengikuti standar keamanan pada industri pangan yang di awasi langsung oleh badan pemerintah. Dan kini Anda telah mengetahui fakta-fakta di balik tiap jenis bubuk whey protein. Dari pembahasan tersebut, kami berharap Anda bisa memahaminya dan menentukan jenis whey protein apa yang terbaik untuk dikonsumsi.

 

Jika dirasa ada yang belum jelas, Anda bisa bertanya dengan mengisi komentar di bawah dan kami akan sangat senang untuk menjawabnya.