10 Manfaat Puasa Bagi Kesehatan Yang Perlu Anda Ketahui

Puasa tidak hanya menahan makan minum dan berat badan anda turun. Ternyata masih banyak manfaat hebat lainnya dari berpuasa

manfaat dari berpuasa

 

Puasa tidak hanya sekedar ibadah. Ada masih lebih banyak lagi manfaat yang dapat anda temukan pada puasa. Puasa pada definisinya merupakan salah satu bentuk pengendalian diri.

 

 

Ketika makan/minum sebelum berpuasa dan makan/minum untuk berbuka puasa pun tidak bisa asal. Mengapa? Karena tubuh anda berada dalam kondisi yang berbeda pula.

 

 

Umumnya diluar kebiasaan puasa di bulan suci, puasa juga digunakan sebagai salah satu cara untuk mengkondisikan tubuh pada defisit kalori yang harapannya mampu menurunkan berat badan. Namun apakah hanya itu manfaatnya?

 

Berbagai hasil penelitian menjelaskan bahwa proses metabolisme dan stimulus hormon selama berpuasa telah saling berkerja sama untuk meningkatkan kesehatan secara keseluruhan. 

 

Berikut kami rangkumkan 10 dari sekian banyak manfaat puasa yang dapat anda gunakan bagi kesehatan.

 

  1. Meningkatkan Lemak Baik Dan Menurunkan Lemak Jahat.

HDL (High density Lipoprotein) merupakan salah satu jenis lemak yang bersifat baik dalam tubuh. HDL bekerja dengan membersihkan jalur sirkulasi darah dari tumpukan lemak jahat. Peningkatan HDL dan penurunan jumlah lemak jahat ini merupakan kabar baik untuk Anda di mana puasa ikut menurunkan risiko penyakit jantung dan tekanan darah tinggi.

 

manfaat puasa bagi kesehatan
puasa banyak manfaat bagi kesehatan tidak hanya untuk menurunkan berat badan

 

Pada tahun 1997 lembaga Annals of Nutrition Metabolism melakukan suatu penelitian tentang berpuasa di bulan Ramadhan di mana hasilnya menunjukkan bahwa berpuasa menurunkan lemak buruk dalam darah dan kadar kolesterol hingga 8 % , trigliserida hingga 30 %, dan meningkat kadar lemak baik sampai dengan 14,3 %, semua ini akan melindungi jantung dari penyakit jantung dan meningkatkan harapan hidup.

 

Baca juga : 5 Cara untuk memerangi obesitas

 

Perlu anda ingat bahwa keberadaan HDL dan LDL (Low Density Lipoprotein) merupakan sebuah rasio yang harus diseimbangkan, sehingga tidak mungkin LDL dihilangkan dan HDL yang dimaksimalkan, begitu sebaliknya.

 

                Bagi anda penderita kolesterol atau ingin mencegah terjadinya penumpukan kolesterol ditubuh Anda, maka berpuasa merupakan salah satu cara yang tepat untuk menyeimbangkan kadar lemak tubuh.

 

2. Peningkatan Hormon Testosteron

                Hormon testosteron atau yang lebih dikenal hormon pria karena memang hormon ini dominan dimiliki oleh kaum pria. Hormon testosterone memiliki peranan utama sebagai si pembakar lemak dan pembangun otot. Sebuah hormon yang membuat seorang pria adalah pria.

 

Suatu hasil penelitian mengungkapkan manfaat puasa bagi kesehatan lainnya yaitu terjadi peningkatan hormon testosteron pada beberapa hari setelah mulai menjalani ibadah puasa.

 

                Bagi Anda yang sedang melakukan upaya penurunan berat badan dengan berlatih beban maka peningkatan hormon testosteron merupakan suatu kabar gembira.

 

Peningkatan hormon secara alami dan diiringi dengan latihan beban secara rutin akan memaksimalkan pertumbuhan otot dan meningkatkan metabolisme serta kemampuan tubuh dalam membakar lemak.

 

3. Meningkatkan Hormon Pertumbuhan (HGH) Secara Alami

Hormon HGH merupakan hormon yang memiliki banyak manfaat untuk tubuh. Utamanya hormon ini akan merangsang reproduksi sel, sintesis protein, pertumbuhan tulang, dan otot.

 

Riset yang dilakukan pada tahun 1986 menunjukkan bahwa terjadi peningkatan sekresi hormon HGH pada saat puasa. Penelitian ini selanjutnya diperkuat dengan penelitian dari Leiden University Medical Center di Netherlands (Madelon Buijs) melaporkan bahwa level HGH akan meningkat secara signifikan dalam 13 jam setelah puasa.

 

                Sama seperti hormon testosteron, hormon HGH turut berperan dalam pertumbuhan otot. Jadi jika peningkatan hormon HGH ini diimbangi dengan protein dan latihan yang cukup maka otot akan semakin berkembang dan makin banyak lemak yang dibakar.

 

Dr. Madarina Julia, Sp.A, MPH juga menjelaskan, ” Ketika puasa, kita menahan lapar. Ketika lapar itulah terjadi penurunan kadar gula darah dan pelepasan growth hormon (hormon pertumbuhan). Saat terjadi pelepasan growth hormon, lemak viseral yang posisinya biasanya di perut akan terbakar sehingga perut menjadi langsing.

 

4. Meningkatkan Sensitivitas Hormon Insulin

Sensitivitas insulin merupakan kemampuan hormon insulin untuk merespon perubahan kadar gula darah dengan merilis hormon insulin dan mengembalikan kadar gula darah dalam kondisi normal. Kaitannya dengan diet, sensitivitas insulin ini sangat penting kadar gula darah yang normal akan membantu untuk menjaga rasa kenyang lebih lama.

 

Prof. Rochmad Romdoni mengemukakan bahwa sensitivitas hormon insulin naik saat berpuasa. Peningkatan ini terjadi karena adanya pengurangan konsumsi kalori selama puasa, secara fisiologis akan mengurangi sirkulasi hormon insulin dan kadar gula darah. Selanjutnya, sensitivitas hormon insulin dalam menormalkan kadar gula darah akan meningkat.

 

5. Menurunkan Hormon Ghrelin

Sekresi hormon ghrelin berkebalikan dengan hormon HGH. Pada saat berpuasa, di mana hormon HGH disekresi dalam jumlah besar maka hormon ghrelin disekresikan dalam jumlah kecil. Akan tetapi memiliki manfaat yang besar untuk mengendalikan rasa lapar.

 

Perlu anda ketahui bahwa hormon ghrelin memiliki peran dalam meregulasi rasa lapar.

Hormon ghrelin yang disekresikan oleh lambung dan pankreas dalam jumlah besar akan menstimulasi rasa lapar.

Akan tetapi karena pada saat berpuasa justru hormon HGH yang disekresi dalam jumlah besar makan hormon ini akan menekan jumlah produksinya.

Hasilnya justru otak tidak mengirim sinyal rasa lapar ke otak dan kita dapat lebih mengendalikan jumlah makanan yang dimakan.

 

6. Pelepasan Endorfin

Endorfin merupakan narkotik alami yang berada di otak. Jangan salah dulu, ini bukan substansi yang bersifat adiktif, tapi ini hormon yang membantu anda merasa lebih bahagia.

 

Pelepasan endorfin akan memberikan efek positif dengan memberikan perasaan bahagia, penuh semangat, bebas stres, dan tidak mudah tergoda untuk makan.

 

Penelitian Michelson dan kawan-kawan pada 2009 menunjukkan bahwa berpuasa memberikan efek positif terhadap pelepasan endorfin di otak.

 

7. Menjaga Kesehatan Ginjal

Ginjal merupakan organ yang sangat vital dalam regulasi cairan tubuh. Ginjal menyaring darah dari berbagai kotoran. Darah yang telah dibersihkan akan kembali ke sistem sirkulasi untuk mengangkut nutrisi dan oksigen. Sementara itu produk samping hasil penyaringan ginjal akan dibuang melalui urin agar tidak meracuni tubuh.

 

manfaat puasa bagi kesehatan
Puasa menunjang kesehatan ginjal

 

Memahami hal ini, tentu hal yang tidak diinginkan akan terjadi jika anda tidak menjaga kerja ginjal.

 

Baca juga : Mengapa anda harus mengonsumsi whey protein?

 

Pada saat berpuasa, konsumsi air yang lebih sedikit akan bekerja sangat efektif meningkatkan konsentrasi urin dalam ginjal serta meningkatkan kekuatan osmosis urin hingga mencapai 1000 sampai 12.000 ml osmosis/kg air.

Dalam keadaan tertentu ternyata hal ini akan memberi perlindungan terhadap fungsi ginjal. 

 

8. Meningkatkan Kekebalan Tubuh

                Ada lagi manfaat puasa bagi kesehatan yang tidak anda duga – duga. Puasa ternyata mampu membantu anda menjaga kekebalan tubuh.

 

Kekebalan tubuh penting untuk dijaga mengingat kondisi lingkungan kita yang sudah semakin buruk. Kita tidak bisa memastikan bahwa lingkungan kita benar-benar bersih, orang-orang di sekitar kita sedang benar-benar sehat, dan kapan terjadi perubahan cuaca yang ekstrim. Sehingga di sanalah kekebalan tubuh berperan mengusahakan tubuh kita agar tetap sehat untuk terus beraktivitas secara normal.

 

                Suatu hasil penelitian menunjukkan bahwa berpuasa dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh.  Penelitian menunjukkan saat puasa terjadi peningkatan limfosit hingga sepuluh kali lipat. Kendati keseluruhan sel darah putih tidak berubah ternyata sel T mengalani kenaikkan pesat.

 

                Sel T merupakan salah satu tipe sel darah putih pada tubuh yang memerangi radikal bebas. Ia berperan seperti layaknya angkatan bersenjata yang menyerang benda asing yang akan menginvasi tubuh.

 

9. Mencapai Keseimbangan Anabolisme Dan Katabolisme

               

Sebelum lebih jauh, akan lebih baik jika anda memahami tentang apa yang disebut proses anabolik dan katabolik.

             

Dikutip dari study.com, anabolisme dan katabolisme merupakan 2 bagian dari metabolisme. Dimana anabolisme merupakan sebuah proses metabolisme yang bersifat membangun biomolekul, dan katabolisme adalah proses metabolisme yang bersifat menghancurkan biomolekul.

 

                Proses ini terjadi setiap hari sejauh kita masih mengalami proses metabolisme, dimana dengan katabolisme (olahraga) tubuh menghancurkan dan meruntuhkan sel tubuh yang tua dan membangunnya kembali menjadi lebih muda melalui proses anabolisme (makan).

 

Pada saat berpuasa terjadi keseimbangan anabolisme dan katabolisme yang berakibat asam amino dan berbagai zat lainnya membantu peremajaan sel dan komponennya memproduksi glukosa darah serta mensuplai asam amino dalam darah sepanjang hari.

 

Cadangan protein yang cukup dalam hati karena asupan nutrisi saat buka dan sahur akan tetap dapat menciptakan kondisi tubuh yang ideal untuk terus memproduksi protein esensial lainnya seperti albumin, globulin dan fibrinogen.

 

Khusus bagi anda yang fokus untuk menurunkan kadar lemak dan bukan hanya berat badan, proses anabolisme memegang peranan yang sangat penting. Karena pada proses inilah sel – sel tubuh diperbaharui dan memastikan tubuh anda menjalani masa pemulihan yang sempurna.

 

Penggunaan BCAA yang rendah kalori sangat membantu tubuh mengalami fase katabolisme saat berpuasa dan memaksimalkan proses anabolik.

 

 

10. Membantu Menurunkan Berat Badan

 

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, salah satu manfaat puasa bagi kesehatan adalah dapat menurunkan berat badan dengan cara yang sehat. Berpuasa memberikan berbagai stimulus hormon yang berkaitan dengan pengaturan makan, pertumbuhan otot, dan menekan rasa lapar. Maka dari itu puasa dapat menjadi salah satu cara untuk menurunkan berat badan.

 

                Akan tetapi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pertama perlunya memperhatikan apa saja makanan yang dikonsumsi saat berbuka puasa.

 

Penting sekali untuk menekan konsumsi gula sederhana seperti sirup dan makanan kaya lemak seperti fast food untuk menekan terjadi penimbunan lemak baru. Kedua, tetap menjalankan olahraga secara rutin dan tepat saat puasa untuk membantu menurunkan berat badan.

 

                Kesimpulan :

                Puasa tidak hanya sekedar menahan makan dan minum. Puasa memberikan berbagai manfaat kesehatan untuk tubuh dan termasuk menurunkan berat badan.

                Pergunakan sebaik – baiknya agar tidak hanya urusan ibadah, namun kesehatan juga dapat anda capai.

 

Refrensi :

Adlouni A GN, Benslimane, A, Lecert JM, Saile R. “Fasting during Ramadan induces a marked increase in high-density lipoprotein cholesterol and decrease in low-density lipoprotein cholesterol”. Annals of Nutrition and Metabolism. 1997;41:242-149.

Buijs MM1, Burggraaf J, Wijbrandts C, de Kam ML, Frölich M, Cohen AF, Romijn JA, Sauerwein HP, Meinders AE, Pijl H. “Blunted lipolytic response to fasting in abdominally obese women: evidence for involvement of hyposomatotropism.” 2003 Mar;77(3):544-50.

Guillaume Fond, Alexandra Macgregor, Marion Leboyer, Andreas Michaelson. “Fasting in mood disorders: neurobiology and effectiveness. A review of the literature.” PSY Journal Volume 209, Issue 3, Pages 253–2

 

Comments

comments

Leave a Reply